beritabernas.com – Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD mengatakan, tahun 2025 menjadi simpul penting dalam perjalanan UII yang memasuki usia ke-83 tahun. Sebab, UII tidak hanya bergerak maju sebagai perguruan tinggi, tetapi juga menegaskan perannya sebagai ruang pembelajaran nilai, pengetahuan dan tanggung jawab lintas generasi.
Menurut Rektor UII Prof Fathul Wahid, tema Milad ke-83 UII tahun 2026 yakni Harmoni untuk Jejak Lestari menjadi bingkai etis dalam membaca perjalanan UII selama ini dan ke depan. Harmoni dimaknai sebagai kesadaran keterhubungan antara akademik dan kemanusiaan, inovasi dan kebijaksanaan, kemajuan institusional dan keadilan sosial serta aktivitas manusia dan keberlanjutan alam.
Karena itu, menurut Fathul Wahid yang segera mengakhiri masa jabatan Rektor UII setelah 8 tahun memimpin UII, laporan perkembangan UII tahun 2025 tidak hanya menyajikan capaian, tetapi juga mengajak pembaca menimbang maknanya yakni nilai apa yang dijaga, arah apa yang dipilih dan konsekuensi apa yang disadari.
“Laporan perkembangan UII ini disusun bukan sekadar dokumentasi kinerja, melainkan rekaman arah, capaian dan refleksi atas jejak yang sedang dan akan ditinggalkan,” kata Rektor UII Prof Fathul Wahid dalam Laporan Perkembangan UII yang disampaikan dalam Rapat Terbuka Senat dalam Rangka Milad ke-83 UII di Auditororium KH Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Senin 19 Januari 2026.
Baca juga:
- Rektor UII Prof Fathul Wahid: Universitas Sejati Adalah Institusi Peradaban, Bukan Pabrik
- Prof Suparman Marzuki: Dunia Akademik Menuntut Ketajaman Akal dan Kepekaan Nurani
- Milad ke-83 UII Tahun 2026 Sangat Istimewa
Dalam Rapat Senat Terbuka yang juga dihadiri Kepala LLDikti Wilayah V DIY Prof Setyabudi Indartono MM PhD, Ketua Yayasan Badan Wakaf UII yang juga Guru Besar FH UII Prof Dr Suparman Marzuki serta para dosen dan karyawan UII itu, Fathul Wahid mengatakan bahwa keberlanjutan dalam laporan ini dipahami sebagai keberlangsungan institusi yang bermartabat yakni terpeliharanya nilai, terawatnya mutu, menguatnya ekosistem akademik dan terjaganya kepercayaan publik.
Laporan ini juga diharapkan menjadi ruang refleksi bersama, merekam gerak maju tanpa memutus akar, menampilkan inovasi tanpa mengabaikan nilai dan menegaskan komitmen mewariskan institusi
yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
Menurut Fathul Wahid, selama 2025, pelaksanaan program UII diarahkan pada 3 tujuan strategis yang
saling menguatkan yakni penguatan akar, penjulangan cabang dan pelebatan buah, yang diinspirasi oleh Surat Ibrahim ayat 24 dan 25. Ketiganya dijalankan secara simultan agar pertumbuhan institusi tetap selaras dengan nilai, kapasitas internal, dan dampak sosial, dalam semangat Harmoni untuk Jejak Lestari.
Seluruh prestasi yang disampaikan dalam laporan perlu dimaknai sebagai capaian kolektif, yang terwujud berkat kontribusi, kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak.
Dikatakan, penguatan akar difokuskan pada integrasi nilai keislaman dan kebangsaan serta peningkatan kapasitas internal. Penguatan nilai keislaman dan kebangsaan pada 2025 dilaksanakan melalui sistem
pembinaan kemahasiswaan yang terstruktur, berjenjang dan mencakup seluruh siklus studi mahasiswa. Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI) dan Placement Test Agama (PTA) diikuti oleh lebih dari 5.300 mahasiswa angkatan 2025, dengan tingkat kelulusan mencapai sekitar 90% pada kategori memuaskan dan sangat memuaskan.

Sementara penguatan jaminan mutu pada 2025 dilaksanakan secara komprehensif sebagai fondasi tata kelola akademik yang akuntabel. Pendekatan “penjaminan mutu yang membahagiakan” tetap menjadi pegangan bersama.
Monitoring dan evaluasi pembelajaran dilakukan pada 56 program studi, disertai Audit Mutu Internal (AMI) terhadap 125 unit auditi dengan melibatkan 27 auditor. Instrumen AMI mengacu pada berbagai instrumen seperti sasaran mutu, instrumen akreditasi program studi (IAPS), instrumen akreditasi lembaga akreditasi mandiri (LAM), ISO 17025, Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Mutu Perguruan Tinggi(IPEM PT), Pemantauan, Evaluasi, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (PEPA) dan Indikator Kinerja Utama (IKU).
Sedangkan pengembangan sumber daya manusia pada 2025 menjadi salah satu investasi strategis utama UII. Jumlah dosen tetap mencapai 779 orang, dengan 254 di antaranya (sekitar 32,6%) telah berpendidikan doktor.
“Sepanjang 2025, UII mendapatkan 33 doktor baru (Gambar 3) serta 7 profesor baru (Tabel 6) dari berbagai fakultas, sehingga memperkuat kapasitas keilmuan lintas disiplin. Saat ini, sebanyak 202 dosen sedang menempuh karya siswa (studi lanjut) di berbagai kampus, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Fathul Wahid.
Selain diisi dengan laporan perkembangan UII selama 2025 yang disampaikan Rektor UII Fathul Wahid, Rapat Terbuka Senat dalam rangka Milad ke-83 UII, juga disampaikan pidato ilmiah yang disampaikan Dr Maulidia Mulyani SH MH, Dewan Pakar Pusat Studi Islam Peradaban dan Keindonesiaan FIAI UII, sambutan Kepala LLDikti Prof Setyabudi dan sambutan Ketua Yayasan Badan Wakaf UII Prof Suparman Marzuki. (phj)

