beritabernas.com – Hampir 2.000 umat Kristiani mengikuti ibadat Pekan Doa se-Dunia untuk Persatuan Umat Kristiani (PDS) 2026 di Gereja Kristus Raja Baciro, Kota Yogyakarta, Rabu 21 Januari 2026.
Dari jumlah itu, sebanyak 980 umat mengikuti ibadat secara langsung, sementara lebih dari 1.000 umat lainnya berpartisipasi melalui siaran live streaming. Perayaan ini dihadiri sekitar 30 Imam Katolik dan Pendeta dari berbagai denominasi Kristen.
PDS 2026 dengan tema Satu Tubuh dan Satu Roh, Sebagaimana Kamu Telah Dipanggil kepada Satu Pengharapan yang Terkandung dalam Panggilanmu (Efesus 4:4) menegaskan panggilan persatuan umat Kristiani di tengah realitas Gereja yang hidup dalam keberagaman tradisi dan denominasi.
Baca juga:
- Moderasi Beragama, Romo Fadjar Kunjungi Pesantren Nurul Jadid
- Ibadah Pekan Doa se-Dunia Menjadi Sarana untuk Merawat Keindahan Perbedaan
- Komunitas Mlampah Ziarah Menjadi Inspirasi yang Menggerakkan Umat untuk Berpartisipasi
Pekan Doa s-Dunia untuk Persatuan Umat Kristiani ini merupakan perayaan doa tahunan yang telah berlangsung di berbagai gereja di seluruh dunia sejak 1908. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menjaga persatuan iman kepada Yesus Kristus, meskipun Gereja Kristen telah mengalami perpecahan dalam perjalanan sejarahnya. Semangat persatuan dalam iman inilah yang terus dihidupi dan diwariskan melalui perayaan PDS dari tahun ke tahun.
Dalam homilinya, Rm Andreas Novian Ardi Prihatmok bersama Pdt Seno Adi Nugroho menekankan bahwa iman kristiani tidak boleh berhenti pada pengakuan dan simbol semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Keduanya menegaskan bahwa perbedaan gereja tidak menghalangi umat Kristiani untuk bersama-sama menjalankan misi Kristus, khususnya dalam menghadirkan perdamaian dan harapan bagi dunia.
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono SIK turut hadir dan memberikan kesaksian iman dalam perayaan tersebut. Ia mengisahkan pengalamannya saat menghadapi demonstrasi besar di Yogyakarta pada 29–30 Agustus 2025. Dalam situasi penuh tekanan dan keterbatasan informasi, ia mengaku mengandalkan doa sebagai sumber kekuatan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. “Di tengah ketidaktahuan, saya bersandar kepada Dia yang Mahatahu,” ujarnya.

Perayaan PDS 2026 di Baciro merupakan hasil kerja sama antara Gereja Kristus Raja Baciro, Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Yogyakarta Timur dan Badan Kerja Sama Antar Denominasi Kristen (BKSADK) Yogyakarta. Kolaborasi lintas gereja ini menjadi penanda kuatnya semangat ekumenisme yang terus dijaga di Yogyakarta.
Ibadat berlangsung dengan suasana khidmat dan semarak berkat pelayanan musik dan paduan suara dari berbagai kelompok. Grup Yohanes Rovi Candra Permana dan Andrew Syahputra dari Paroki Baciro, Koor Nada Surgawi Paroki Baciro, grup vokal BODA Integrity Voice dari SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Paduan Suara Anak Soli Gracia GKJ Gondokusuman, serta Paduan Suara Vox Filiorum Dei dari Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran turut memeriahkan perayaan doa bersama tersebut.
Pelaksanaan Pekan Doa se-Ddunia 2026 di Paroki Baciro dirancang dalam tiga rangkaian kegiatan. Pertama, berupa seminar ekumenisme yang dilaksanakan pada 8 Januari 2026. Kedua, ibadat puncak pada 21 Januari 2026 yang mempertemukan umat Katolik dan Kristen dalam satu perayaan doa. Dan ketiga, aksi sosial berupa pengumpulan persembahan yang akan disalurkan kepada Panti Asuhan Helen Keller di Wirobrajan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pekan Doa se-Dunia 2026 di Gereja Kristus Raja Baciro menegaskan kembali komitmen umat Kristiani untuk terus merawat persatuan iman serta mewujudkannya dalam kehidupan bersama dan pelayanan nyata kepada masyarakat. (*/phj)

