beritabernas.com – Sorot lampu panggung dan riuh tepuk tangan mengiringi langkah Rafaela Evbadazehi Christy Akinyemi di malam final Gadis Sampul 2023. Momen itu menjadi salah satu puncak perjalanan seorang gadis peranakan Indonesia-Nigeria berusia 16 tahun yang tak hanya berprestasi di sekolah, tetapi juga mampu memancarkan pesona dan menginspirasi banyak orang melalui dunia modeling.
“Momen paling membanggakan bagi saya adalah ketika saya bisa menjadi finalis Gadis Sampul 2023,” ujar Zehi, panggilan akrab gadis yang tinggal di Depok ini dengan mata berbinar. Pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan keunikan yang ia miliki mampu membawanya meraih impian.
Namun, siapa sangka, perjalanan Zehi di dunia modeling dimulai secara tak terduga. Saat pandemi Covid 19 melanda dan kegiatan sekolah dilakukan secara online, Zehi merasa jenuh berada di rumah. Sang kakak yang melihat potensi dalam diri adiknya ini, kemudian mengajak Zehi untuk mengikuti les modeling di Blink Depok. Blink yang terletak tidak jauh dari rumah Zehi ini merupakan sekolah modeling yang berdiri pada 23 Juni 2022 dan telah melahirkan setidaknya enam model professional.
“Karena kakak saya bosen melihat saya di rumah hanya sekolah online, jadi dia mengajak saya untuk mencoba les modeling yang ada di dekat rumah, nah dari situ saya memulainya,” kenang Zehi. Dari sinilah, Zehi mulai menemukan dunianya.

Rafaela Evbadazehi Christy Akinyemi, anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan ibu Christiana Jaya Purwaningsih dari Indonesia dan bapak Stephen RA dari Nigeria ini membawa identitas yang unik ke dunia modeling. Perpaduan dua latar budaya ini memberikan perspektif yang luas. Zehi mengaku bangga atas keunikan yang ia miliki. “Dalam dunia modeling, hal ini menjadi kekuatan karena saya membawa karakter yang unik dan autentik. Dan saya juga suka menginspirasi banyak orang,” kata Zehi.
Sebelum terjun ke dunia modeling, Zehi aktif dalam kegiatan sekolah, pengembangan diri, serta mengeksplorasi minat di bidang seni dan fashion. “Saya juga suka membangun kepercayaan diri melalui kegiatan yang melatih public speaking dan mengeksplorasi dunia kecantikan,” tambahnya.
Pengalaman pertama
Pengalaman modeling pertama Zehi adalah mengikuti lomba modeling. “Puji Tuhan mendapatkan Juara dan photoshoot setelah lomba. Dari situ banyak pengalaman baru yang saya ambil dan ternyata saya sangat suka berjalan dengan percaya diri dan bergaya di kamera,” cerita Zehi dengan antusias.
Baca juga:
- Novotel Suites Yogyakarta Malioboro Gelar Fashion Runaway Bertema Wastra Katresnan
- Bantul Muslim Fashion Show, Cara Warkaban Mendukung Bantul jadi Kota Kreatif Dunia
Sejak memulai karier, Zehi telah terlibat dalam berbagai jenis pekerjaan modeling, seperti photoshoot, fashion show, promosi produk kecantikan, dan iklan, di antaranya iklan untuk produk Nutrisari dan BCA. Dalam mempersiapkan diri untuk setiap pekerjaan, Zehi selalu berdiskusi dan berlatih dengan Miss-nya di Blink Depok. “Saya mempelajari konsep secara mendalam, dan memulai mencoba-coba di rumah. Saya juga menjaga kondisi fisik agar bisa memberikan yang terbaik,” ungkapnya.
Salah satu tantangan yang dihadapi Zehi adalah tinggi badan yang belum sepenuhnya menunjang kariernya di modeling. “Namun, dengan keunikan dan ciri khas saya, saya tetap berhasil. Dan saya juga tidak hanya modeling, saya suka acting dan photoshoot,” katanya.
Kebahagiaan terbesar Zehi adalah ketika ia bisa menginspirasi orang lain untuk percaya diri dengan keunikan dan potensi yang dimiliki. Ia menganut Filosofi hidup yang didapatkan dari internet, “Dream about something and make the dream come true because this world would not exist if there were no dreams,” (Mimpikan sesuatu dan wujudkan mimpi itu, karena di dunia ini tidak akan ada jika tidak ada Impian), menjadi penyemangat dalam setiap langkahnya.

Zehi percaya bahwa model bukan hanya “wajah” dari sebuah produk, tetapi juga representasi nilai dan pesan. Ia ingin menjadi seorang aktris/model yang bisa menginspirasi banyak orang, serta menjadi seorang diplomat. “Rencana saya untuk masa depan adalah masuk Universitas Indonesia dan menjadi Diplomat. Saya juga akan terus mengembangkan diri di bidang yang saya sukai,” papar Zehi, yang baru saja mendapat Sertifikat Penghargaan Peringkat Terbaik I pada pembelajaran Semester Ganjil Kelas X-12 SMA Negeri II Depok.
Dua kebangsaan yang berbeda seolah menyatu dalam aliran darahnya, sehingga memberi ciri khas sebagai kekuatan gadi ini sebagai model. Latar budaya Indonesia dari sang Mama memberikan keanggunan dan ketenangan dalam pose bagi Zehi, sementara budaya Nigeria dari sang Papa memberikan energi dan ekspresi yang kuat. “Saya percaya menjadi model peranakan memberikan keunggulan tersendiri karena industri kini semakin menghargai keberagaman wajah dan cerita,” ungkap Zehi dengan yakin. Ia pun sangat terbuka untuk terlibat dalam kampanye yang mengangkat keberagaman budaya.
Dengan semangat dan keyakinan yang kuat, Zehi terus melangkah maju, membawa keunikan Indonesia-Nigeria ke dunia modeling dan menginspirasi generasi muda untuk berani meraih impian. (Anton Sumarjana, Jakarta)
There is no ads to display, Please add some