Kabid Dikmad Launching Batik Tulis Sido Unggul MTsN 3 Bantul

beritabernas.com – Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Dikmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Sidik Pramono S.Ag MSi melaunching Batik Tulis Sido Unggul (Batu Siung) karya MTsN 3 Bantul pada acara akhirussanah siswa kelas IX di Warung Omah Sawah (WOS) Sewon, Kamis 11 Juni 2026).

Peluncuran Batik Tulis Sido Unggul tersebut disaksikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantul Ahmad Musyadad S.Ag MSi, Lurah Wukirsari Susilo Hapsoro SE, Ketua Komite H Turmudzi, orangtua/wali siswa serta tamu undangan lainnya.

Kepala MTsN 3 Bantul Surini SPd MPd, menjelaskan bahwa Batik Tulis Sido Unggul merupakan karya yang lahir dari perpaduan budaya, pendidikan, kearifan lokal dan nilai-nilai keislaman yang tumbuh di lingkungan madrasah.

“Sido Unggul bukan sekadar nama, melainkan untaian doa yang disematkan dalam setiap helai batik ini. Sido bermakna terwujudnya harapan, sedangkan unggul melambangkan pribadi yang berprestasi, berkualitas, dan membawa manfaat. Harapannya, siswa MTsN 3 Bantul tumbuh menjadi insan yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi kehidupan,” ujar Surini.

Baca juga:

Guru Seni Budaya dan Prakarya Asri Rosiviana SPd menjelaskan bahwa Batu Siung mengangkat tanaman srigunggu sebagai simbol perjalanan hidup manusia yang berakar pada nilai luhur, tumbuh melalui proses belajar, dan berkembang menuju keberhasilan yang bermanfaat bagi sesama.

Motif tersebut diperkaya dengan berbagai rempah Nusantara. Jahe melambangkan semangat dan daya juang, cengkeh bermakna kebermanfaatan, kayu manis mencerminkan kebijaksanaan dan kelembutan, kayu secang menjadi simbol ketangguhan karakter, sedangkan gula batu menggambarkan manisnya keberhasilan yang diperoleh melalui usaha yang jujur dan sungguh-sungguh.

“Di antara rempah-rempah itu hadir bunga lawang yang menggambarkan keindahan dalam keberagaman. Sebuah pesan bahwa perbedaan dapat tumbuh harmonis dan saling melengkapi,” jelas Asri.

Sebagai identitas budaya Jawa, motif Batu Siung juga menampilkan gunungan wayang yang melambangkan perjalanan hidup manusia menuju tujuan yang mulia serta pentingnya menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Sementara tokoh Werkudara atau Bima dipilih sebagai simbol kejujuran, keberanian, keteguhan hati, dan semangat pantang menyerah.

Penampilan Silat dari Arum Setiawati. Foto: Sutanto

Ketua panitia Dwi Arif Stiyopranomo SPd mengatakan bahwa acara akhirussanah juga dimeriahkan berbagai penampilan siswa, di antaranya Tari Puspita yang dibawakan Naufa NadaTsabita (7D) dan Azzah Nur Rafiyani (7C) di bawah bimbingan Gita Atmania Dewi, S.Pd. Silat dibawakan Arum Setiawati (7C), Davin Diarta Anarya (7D) dengan pembimbing Muhammad Raiyhan Saputra.

Penampilan Drama Bahasa Jawa berjudul “Aja Kleru“ dengan pembimbing Drs Sutanto, diperkuat Zulfian Rizky Ramadan, Indah Ayu Nurlitasari, Yoesi Icha Fiandarti dan Dafa Andrea Pratama. Selain itu, madrasah memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi.

Untuk kategori nilai TKA-TKAD tertinggi diraih Khoirunnisa Hayu Paramita (320), disusul Nadhifah Lituhayu (300), dan Zulfian Rizky Ramadan (299,99). Penghargaan nonakademik diberikan kepada Lily Ayu Suryaningrum, Nahid Mushofa Ahmad, Muhammad Novan Alovy Abhimanyu, Achmad Muntaqo, Fatikha Dina Kamila, dan Sulistiowati Linatul Ma’wa.

Adapun peraih peringkat pertama rapor masing-masing kelas adalah Asifa Almahfira (9A), Khoirunnisa Hayu Paramita (9B), Rama Nailul Muna (9C), Anisa Nur Fatimah (9D), dan Devita Cahya Septiani (9E).
Peluncuran Batik Tulis Sido Unggul menjadi salah satu langkah MTsN 3 Bantul dalam memperkuat identitas budaya madrasah sekaligus menanamkan nilai karakter kepada peserta didik melalui karya seni yang sarat makna. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *