FTDI UII Melepas Mahasiswa yang Mengikuti Berbagai Program Mobilitas Internasional 2026

beritabernas.com – Fakultas Teknik, Desain dan Inovasi (FTDI)-dulu bernama Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)-UII terus memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui berbagai program mobilitas internasional, seperti joint workshop, summer program, double degree, student exchange, mobilitas peneliti dan kolaborasi riset serta publikasi bersama mitra internasional.

Program-program mobilitas internasionalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya FTDI UII dalam membangun ekosistem akademik yang semakin terbuka, kolaboratif dan responsif terhadap perkembangan global. Di antara program internasionalisasi yang dilakukan adalah ASEAN Student Mobility (ASM) 2026, yang berlangsung pada 10–22 Agustus 2026.

Selain itu, Joint Workshop yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Arsitektur (International Undergraduate Program IUP) dengan Free University of Bozen-Bolzano, Italia, sebagai tuan rumah. Kegiatan ini akan berlangsung pada 30 September–11 November 2026 dan melibatkan 31 mahasiswa serta 4 dosen.

Baca juga:

Kemudian, Summer Program in Japan yang akan diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Sipil International Program pada 4–10 Oktober 2026. Program ini dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran internasional yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang pengelolaan dan mitigasi bencana di Jepang.

Di samping itu adalah Double Degree UII–Saxion University of Applied Sciences, Belanda dengan skema 3+1. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Program Studi Teknik Sipil untuk mengikuti skema pendidikan internasional yang memungkinkan mereka memperoleh dua gelar sarjana, masing-masing dari UII dan Saxion University of Applied Sciences. Kemudian UII-KUAS-NIES International Summer Program dan Student Exchange UII-UiTM.

Pada Selasa 11 Agustus 2026 dilakukan pelepasan mahasiswa peserta Mobilitas Internasional FTDI UII di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTDI Lantai 3 Kampus Terpadu UII. Pelepasan mahasiswa program mobilitas internasional tersebut dilakukan oleh Ir Hanif Budiman MT PhD, Ketua Prodi Sarjana Arsitektur FTDI UII beserta ketua-ketua program studi di lingkungan FTDI UII.

Dekan FTDI UII Ir Miftahul Fauziah ST MT PhD mengatakan, penguatan jejaring internasional menjadi salah satu prioritas FTDI UII. Internasionalisasi dikembangkan tidak hanya melalui pertukaran mahasiswa, tetapi juga melalui berbagai bentuk pembelajaran dan kolaborasi akademik, seperti joint workshop, joint research and publication, joint seminar, mobilitas peneliti hingga pengembangan program pendidikan bersama mitra luar negeri.

Mahasiswa peserta Mobilitas Internasional FTDI UII mengikuti acara pelepasan di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTDI Lantai 3 Kampus Terpadu UII, Selasa 11 Agustus 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Dengan pendekatan tersebut, mobilitas internasional diposisikan bukan sebagai kegiatan sesaat, melainkan sebagai sarana untuk memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas sivitas akademika dan mendukung implementasi Catur Dharma UII.

Komitmen tersebut berlangsung seiring dengan transformasi kelembagaan FTDI UII yang telah berkembang selama lebih dari enam dekade. Transformasi ini tidak sekadar menandai perubahan nomenklatur, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas cakupan keilmuan, memperkuat inovasi, dan mengembangkan pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat serta dinamika global.

Ke depan, FTDI UII akan terus memperluas kemitraan internasional dan mengembangkan berbagai program akademik yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun institusi mitra. Transformasi FTDI diharapkan tidak hanya memperkuat posisi fakultas dalam menghadapi perubahan global, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun fakultas yang semakin terbuka, inovatif, kolaboratif, dan berwawasan global.

Melalui penguatan internasionalisasi tersebut, FTDI UII berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional yang kuat, mampu bekerja lintas disiplin dan budaya, serta memiliki kapasitas untuk memberikan kontribusi dalam menghadapi berbagai tantangan di tingkat nasional maupun global. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *