Guru SBP MTs Bantul Asah Keterampilan Bermusik Lewat Pelatihan Angklung

beritabernas.com – Belasan guru Seni Budaya dan Prakarya (SBP) madrasah tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Bantul mengasah keterampilan bermusik melalui pelatihan angklung di MTsN 5 Bantul, Kamis 29 Oktober 2026. Kegiatan yang diinisiasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SBP MTs Bantul ini tidak sekadar menjadi ajang belajar musik tradisional, tetapi juga mempererat silaturahmi dan meningkatkan kompetensi profesional guru.

Pelatihan berlangsung dengan penuh antusias meskipun jumlah peserta yang hadir belum sesuai harapan. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat MGMP SBP MTs Bantul untuk terus menghidupkan kegiatan pengembangan profesi yang bermanfaat bagi pendidik maupun peserta didik.

Ketua MGMP SBP MTs Bantul, Ahmad Mutahid, mengatakan keterbatasan jumlah peserta bukan alasan untuk menghentikan kegiatan organisasi. Menurutnya, pertemuan rutin perlu terus diisi dengan aktivitas produktif yang dapat menambah wawasan dan keterampilan guru. “Angklung dipilih karena merupakan alat musik tradisional yang telah dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, meskipun berasal dari Jawa Barat,” jelasnya.

Baca juga:

Kepala MTsN 5 Bantul Faris Mansuri mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap para peserta yang hadir dapat menjadi penggerak sekaligus menularkan semangat belajar kepada guru-guru lainnya.

“Meski jumlah peserta yang hadir masih sedikit karena berbarengan dengan berbagai agenda lain, semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat bagi guru-guru lainnya untuk ikut berpartisipasi,” harap Faris.

Ia juga menekankan pentingnya kreativitas guru SBP dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Guru tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga perlu mampu mengemasnya melalui metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Menurut Faris, pembelajaran SBP juga memiliki peluang untuk diintegrasikan dengan nilai-nilai agama. Dengan demikian, kegiatan seni tidak hanya mengembangkan keterampilan dan kreativitas, tetapi juga dapat menjadi sarana menanamkan nilai-nilai positif kepada murid.

dari kiri: Sutanto, Ahmad Mutahid, Kepala MTsN 5 BantulFaris Mansuri. Foto: dok.atun

Pembina MGMP SBP MTs DIY, Sutanto, turut mengapresiasi konsistensi MGMP SBP MTs Bantul dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Bantul memiliki peran historis dalam perkembangan MGMP SBP di tingkat DIY.

“Bantul merupakan embrio MGMP SBP DIY sekitar 14 tahun lalu. Karena itu, pertahankan pertemuan rutin dan terus adakan kegiatan yang berkualitas serta bermanfaat bagi diri sendiri maupun murid. Dengan begitu, eksistensi kita akan diakui masyarakat,” pesannya.

Belajar nada, irama dan kekompakan

Pelatihan dipandu oleh Heni Susilaningsih. Kegiatan diawali dengan pengenalan bagian-bagian angklung serta nama-nama nada sebagai dasar memainkan alat musik berbahan bambu tersebut. Selanjutnya, peserta berlatih memainkan sejumlah lagu dengan tingkat kesulitan bertahap. Tiga lagu dipilih sebagai materi awal, yakni Kodok Ngorek, Lightly Row dan Mengheningkan Cipta.

Melalui latihan tersebut, peserta belajar mengenali nada, menjaga ketepatan irama, mengikuti tempo, dan membangun kekompakan antarpemain. Permainan angklung yang mengandalkan pembagian nada di antara para pemain juga mengajarkan pentingnya kerja sama untuk menghasilkan sajian musik yang harmonis.

Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para guru untuk mengembangkan pembelajaran seni musik yang lebih variatif di madrasah. Angklung dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus sarana mengenalkan kekayaan musik tradisional Indonesia kepada generasi muda.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya MGMP SBP MTs Bantul untuk menjaga keberlangsungan forum profesi guru melalui kegiatan nyata dan aplikatif. Dengan semangat belajar bersama, guru diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan bermusik, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar seni yang lebih kreatif, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *