beritabernas.com – Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII Prof Dr-Ing.Ar Ilya Fadjar Maharika MA IAI mengatakan, penguasaan BIM merupakan kebutuhan strategis bagi arsitek masa depan. Dan kolaborasi antara akademisi, profesi dan industri menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi konstruksi digital.
Hal itu disampaikan Prof Dr-Ing.Ar Ilya Fadjar Maharika dalam acara Yudisium Kredensial Mikro Building Information Modelling (BIM) 2025 di Auditorium Lantai 3 Gedung Moh Natsir FTSP UII, Senin, 29 Desember 2025.

Yudisium Microcredential Building Information Modeling (BIM) yang pertama untuk dua angkatan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Pusat Inovasi Konstruksi Digital (PIKD) UII bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) UII dan Institut BIM Indonesia (IBIMI).
Menurut Prof Ilya Fadjar Maharika, kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian program Microcredential BIM yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi profesional arsitek dalam menghadapi transformasi digital industri konstruksi. Selama program berlangsung, para peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai penerapan BIM dalam praktik profesi arsitek, mencakup pengelolaan proyek, proses desain dan kolaborasi lintas disiplin dalam lingkungan digital.
Baca juga:
- Dari Coffee Morning Lecture ke-9, FTSP UII Merancang Rumah yang Mampu Bertahan di Tengah Perubahan Iklim
- FTSP UII Kembali Mewisuda Lulusan Program Pendidikan Profesi Arsitektur
Sementara Dr Ar Yulianto P Prihatmaji ST MT IPM IAI, Ketua Program Studi PPAr UII, mengatakan bahwa program microcredential merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PPAr UII dalam memperkuat relevansi pendidikan profesi dengan kebutuhan praktik nyata. “BIM bukan lagi pilihan, melainkan kompetensi utama yang harus dimiliki arsitek profesional,” kata Yulianto P Prihatmaji.
Ketua Pusat Studi PIKD UII Ir Vendie Abma ST MT IPM berharap program Microcredential BIM ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi katalis inovasi. “Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dapat terus berinovasi dan menjadi garda terdepan dalam adopsi teknologi BIM di Indonesia,” kata Vendie Adma.

Sedangkan Ketua IBIMI Ar.M Kharis Alfi S ST MT IAI mengapresiasi atas sinergi yang terbangun antara institusi pendidikan dan asosiasi profesi. Menurut dia, program ini menjadi contoh konkret penguatan ekosistem BIM nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Achmad Irsan selaku Koordinator Pengampu Kelas Kredensial Mikro BIM, yang memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan aplikatif sesuai kebutuhan praktik profesional.
Hadir dalam acara yudisium tersebut antara lain Ketua IAI DIY Ar. Erlangga Winoto IAI AA dan ini sebagai bentuk dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Melalui kegiatan yudisium Microcredential BIM ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara perguruan tinggi, asosiasi profesi dan lembaga pelatihan untuk terus mendorong transformasi digital dan meningkatkan daya saing arsitek Indonesia di tingkatnasi onal maupun global. (phj)

