beritabernas.com – Atmosfer persaingan sengit mewarnai Kejuaraan Catur Nasional Gajah Chess Valentine 2026. Dari ratusan langkah strategis yang tersaji selama dua hari pertandingan, nama Ephesians Prismaranatha akhirnya tampil sebagai sorotan utama setelah keluar sebagai juara kategori open dengan raihan impresif 8 poin dari 9 babak.
Pecatur muda asal Salatiga itu menunjukkan performa konsisten sepanjang turnamen. Ia membukukan tujuh kemenangan dan dua hasil remis, termasuk saat menghadapi Grand Master Novendra Priasmoro di babak kedelapan serta National Master Arifa Rizki Syaputra pada babak terakhir.
Meski mengoleksi poin sama dengan Novendra, Ephesians dinyatakan unggul lewat perhitungan tie-break Buchholz. Hasil tersebut diumumkan langsung oleh Wasit Kepala Jumariyanto dalam upacara penutupan turnamen. “Nilai Ephesians sama dengan Novendra, tetapi ia unggul di Buchholz,” ujar Jumariyanto saat pengumuman juara.
Duel ketat dan atmosfer kompetitif
Turnamen yang digelar pada 14–15 Februari 2026 itu menjadi panggung pembuktian bagi para pecatur nasional, termasuk sejumlah master dan pemain muda berbakat. Ephesians yang sebelumnya pernah menjuarai turnamen pelajar tingkat nasional tampil tenang dan matang, memperlihatkan kualitas permainan kelas elite meski berhadapan dengan lawan-lawan berpengalaman.

Kemenangan ini membawa Ephesians membawa pulang hadiah utama sebesar Rp 10 juta, trofi tetap dan trofi bergilir. Sementara Novendra menerima hadiah Rp 6 juta, sedangkan FM Catur Adi Sagita dari Jawa Timur menempati posisi ketiga dengan hadiah Rp 3 juta.
Trofi juara diserahkan oleh Ketua Pengda Percasi DIY, FM Iwan Prihastomo. Sementara hadiah tiga besar diberikan oleh pimpinan Pondok Gajah Hotel & Resto, Tono Hartono.
Dominasi pecatur muda di kategori pelajar
Di kategori SMP, persaingan tak kalah sengit. Bagus Putra dari Sleman keluar sebagai juara setelah unggul head-to-head atas Narayana Mulya dari Probolinggo, meski keduanya sama-sama mengoleksi 7,5 poin.
Sementara kategori SD menjadi milik pecatur muda Banyu Wiguno Wening dari Yogyakarta. Posisi runner-up ditempati Miko Vincensius Firrery Zega, juga dari kota yang sama. Hadiah kategori pelajar masing-masing sebesar Rp 1,5 juta untuk juara pertama, Rp 1 juta bagi runner-up, dan Rp 700 ribu untuk peringkat ketiga.
Baca juga:
- Raja Ferdinand dan Sekar Ayuning Sabet Gelar Juara POPKAB Catur Bantul 2026
- Berhasil Menyisihkan 29 Peserta, Guru MTsN 3 Bantul Tampil sebagai Juara Catur se-Bantul
Penyelenggara turnamen, Tono Hartono, mengaku puas dengan antusiasme peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, ajang perdana ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi antarpecatur nasional.
“Terima kasih kepada semua peserta yang telah meramaikan turnamen ini. Semoga pengalaman bermain di Yogyakarta menjadi kenangan indah dan bisa kembali lagi di kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Peringkat Teratas Kategori Open
- Ephesians Prismaranatha (Salatiga)
- GM Novendra Priasmoro (Jakarta)
- FM Catur Adi Sagita (Jawa Timur)
- NM Arifa Rizki Syaputra (Jawa Barat)
- IM Muhammad Lutfi Ali (PT.Pelabuhan Indonesia)
- PM Surya Wahyu (Semarang)
- Fernanda Agus Saputra Pribadi (Kota Malang)
- Raja Ferdinand Abraham (Sleman)
- IM Aditya Bagus Arfan (Jakarta)
- CM Dziththauly Ramadhan (Jawa Timur)
Gajah Chess Valentine 2026 menjadi panggung yang menegaskan lahirnya generasi baru pecatur Indonesia. Kemenangan Ephesians tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga simbol bahwa regenerasi catur nasional terus bergerak maju, menghadirkan harapan baru bagi masa depan olahraga strategi ini di Tanah Air. (Sutanto)
There is no ads to display, Please add some