beritabernas.com – Hanya dalam hitungan menit sejak pendaftaran dibuka pukul 10.00 WIB pada Senin 6 April 2026, kuota 300 peserta Walking Marathon de Sendangsono yang ke-10 (WMSS#10) pada 19 April 2026 hampir terpenuhi. Sejak pendaftaran dibuka secara online melalui aplikasi Web KMZ pukul 10.00 wib hingga pukul 10.17 wib atau hanya dalam waktu 17 menit, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 200 peserta.
Sejak pukul 10.17 wib, peserta terus bertambah dan hingga pukul 16.11, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 290 orang atau kurang 10 orang. Kuota 300 peserta akhirnya terpenuhi pukul 21.09 sekaligus pendaftaran peserta WMSS#10 ditutup. Ini berarti, hanya dalam waktu tidak sampai satu hari jumlah peserta yang ikut WMSS#10 pada Minggu 19 April 2026 sudah terpenuhi. Panitia sendiri menargetkan pendaftaran peserta ditutup paling lambat 14 April 2026 atau setelah kuota 300 peserta terpenuhi.
Baca juga:
- Luar Biasa Tinggi, Antusiasme Umat Katolik Mengikuti Ziarah dengan Jalan Kaki dari Tugu Jogja ke Sendangsono
- Kegiatan Ziarah Keenam dengan Jalan Kaki dari Tugu Jogja ke Sendangsono Catat 3 Rekor
- Ini Alasan Anggota Komunitas Mlampah Ziarah Selalu Antusias Mengikuti WMSS Tiap Bulan
“Pendaftaran peserta WMSS#10 telah ditutup. Kuota terpenuhi,” tulis AM Kuncoro, Sekjen Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) selaku penyelanggara kegiatan Walking Marathon de Sendangsono (WMSS) di grup pengumuman KMZ pada Senin 6 April 2026 pukul 21.11 wib.
Mekanisme pendaftaran peserta WMSS#10 berbeda dengan WMSS sebelumnya. Kali ini, pendaftaran dilakukan dengan mengisi form melalui web Aplikasi KMZ. Bagi peserta yang sudah terdaftar menjadi anggota KMZ (Komunitas Mlampah Ziarah) cukup login dan menguload surat keterangan kesehatan terbaru karena data-data lainnya sudah tersedia/terisi.
Selain mendaftar sebagai peserta, mulai kegiatan WMSS#10 semua proses mulai pendaftaran peserta, registrasi, check point (CP) dan lainnya akan menggunakan Aplikasi KMZ. Hal ini sangat memudahkan peserta maupun panitia dalam mendaftar dan mendata peserta.

Dalam aplikasi KMZ ini, peserta yang sudah terdaftar sebagai anggota KMZ cukup login dengan username nomor handphone (HP) dan PIN (Personal Identification Number) atau nomor identitas/ identifikasi pribadi berupa nomor anggota plus dua atau tiga angka nol di belakang nomor anggota untuk menggenapi 6 digit.
Menurut Ag Danang, pembuat aplikasi KMZ, meski menggunakan sistem yang baru dengan web aplikasi KMZ, namun tidak ada kendala berarti bagi peserta dalam mengisi form pendaftaran. Hanya beberapa peserta yang mengaku kesulitan mengupload foto surat keterangan kesehatan karena ukuran fotonya lebih besar, namun hal itu sangat mudah diatasi dengan mengecilkan ukuran foto atau mengirim foto surat keterangan secara manual, lewat whatsapp.
“Secara umum tidak ada kendala. Semuanya lancar. Cuma ada beberapa yang mengaku kesulitan mengupload foto surat keterangan sehat karena mungkin ukurannya terlalu besar tapi itu bisa segera diatasi,” kata Ag Danang ketika ditemui usai menjenguk salah satu anggota KMZ yang opname di RS Harjo Lukito, Senin 6 April 2026 sore.

Seperti pada WMSS sebelumnya, antusiasme peserta mengikuti kegiatan WMSS#10 sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan cepatnya kuota terpenuhi atau terisi bahkan hanya dalam hitungan menit. Roni Romel, inisiator yang juga Pendiri KMZ bersama AM Kuncoro, Stevanus Hening dan Anastasia Meilani, mengatakan, tingginya minat anggota KMZ mengikuti WMSS karena selalu ada kerinduan untuk bertemu dan berjalan bersama dari Tugu Jogja ke Gua Maria Lourdes Sendangsono.
Sementara beberapa peserta mengaku antusias mengikuti WMSS karena pada dasarnya banyak anggota KMZ yang punya hobby jalan kaki sehingga dengan adanya kegiatan mlampah ziarah maka hobby-nya tersalurkan. Selain itu, anggota KMZ adalah para sedulur yang mempunyai kerinduan untuk berdevosi kepada Bunda Maria. (phj)

