beritabernas.com – Untuk kedua kalinya, kegiatan Mlaku Bareng dari Gereja Babadan ke Gereja Cangkringan (MBBC) dilaksanakan pada Sabtu 28 Maret 2026. Kali ini, jumlah peserta meningkat dua kali lipat mencapai 105 orang dari sebelumnya atau pada MBBC pertama 28 Pebruari 2026 yang hanya berjumlah 54 orang.
Peserta Mlaku Bareng Babadan-Cangkringan yang kedua (MBBC#2) ini berasal dari berbagai paroki di DIY maupun dari luar DIY, seperti dari Paroki St Antonius Kotabaru, Paroli St Yohanes Rasul Pringwulung, Paroki Marganingsih Kalasan, Paroki St Petrus dan Paulus Minomartani, Paroki Kristus Raja Baciro, Paroki FX Kidul Loji, Paroki Aloysius Gonzaga Mlati, Paroki Banteng, Paroki Somohitan, Paroki Kumetiran, Paroki St Petrus dan Paulus Babadan sebagai tuang rumah dan sebagainya. Sementara peserta dari luar DIY berasal dari Paroki St Maria Tangerang, Paroki St Monika BSD dan Paroki Gregorius Agung Tangerang.

Di bawah cuaca yang sangat mendukung, tidak hujan dan tidak panas, peserta berbagai usia dengan paling kecil anak kelas IV SD, dengan penuh semangat mengikuti kegiatan mlaku bareng yang diinisiasi beberapa anggota Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) asal Paroki Babadan yakni Josef Pantas, Thomas Yoelianto dan Philipus Jehamun dengan dukungan penuh Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Romo Antonius Saptana Hadi Pr ini.
Baca juga:
- Umat Katolik Sangat Antusias Mengikuti Mlampah Ziarah Gereja Babadan-Cangkringan
- Ungkapkan Syukur, Pria Berusia 62 Tahun Berjalan Sejauh 30 Kilometer Selama 11 Jam Lebih
Menurut Romo Sapto, sapaan akrab Romo Antonius Saptana Hadi Pr, kegiatan MMBC sangat baik untuk menjaga kesehatan jiwa dan badan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang menyatukan umat dari berbagai paroki. Dengan mengkuti kegiatan ini, umat dari berbagai paroki saling kenal, semakin akrab dan penuh persaudaraan.
“Kita patut bersyukur karena dengan mengikuti kegiatan seperti ini kita semakin sehat. Karena itu, tidak ada alasan bagi umat untuk malas bergerak karena wadah sudah tersedia yang direncanakan akan diadakan rutin setiap bulan,” kata Romo Sapto.

Frans Toegimini, salah satu peserta MBCC#2 yang berasal dari Paroki St Aloysius Gonzaga Mlati, Sleman, juga sangat mendukung kegiatan MBBC ini. Karena melalui kegiatan ini, umat dibiasakan berjalan kaki untuk menjaga kesehatan.
“Saat ini jalan kaki dalam jarak cukup jauh sangat jarang dilakukan. Kalau pun ada, namun hanya sedikit orang yang mau dan bisa melakukannya. Karena itu, dengan adanya MBBC ini kita kembali mengampanyekan olahraga jalan kaki sambil menikmati pemandangan indah di sekitar dan sepanjang jalan yang dilalui,” kata Frans Toegimin yang juga aktif mengikuti kegiatan Walking Marathon de Sendangsono (WMSS) yang berjarak hampir 30 kilometer dari Tugu Jogja sampai Gua Mari Lourdes Sendangsono itu.

Kegiatan MBBC#2 berjalan lancar dan sukses. Hanya satu peserta yang dievakuasi sepeda motor karena mengalami kram kaki. Selebihnya bisa sampai finish tanpa evakuasi. Start dari Gereja Babadan tepat pukul 05.00 wib dan tiba pukul 07.30 atau hanya 2,5 jam dari perkiraan 3 jam atau sampai finish pukul 08.00 WIB dengan jarak tempuh 11,5 kilometer. (phj)

