OJK Sebut Sektor Perbankan di DIY dalam Kondisi Stabil dan Terus Tumbuh Positif

beritabernas.com – Sektor perbankan di DIY berada dalam kondisi stabil dengan kinerja yang terus tumbuh positif. Menurut OJK DIY, hal ini terjadi seiring penguatan sinergi dengan industri perbankan dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal dan modus penipuan digital.

Dalam acara Coffee Morning Ngobrol Santai (Ngobras) bersama industri perbankan DIY di Kantor OJK DIY, Kamis 5 Pebruari 2026, Kepala OJK DIY Eko Yunianto menyebut kondisi perbankan di DIY per Desember 2025 tetap terjaga. Hal ini ditopang oleh likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terkendali.

Baca juga:

Menurut Eko Yunianto, aset perbankan tercatat mencapai Rp 1.16,7 triliun, tumbuh 3,86 persen (yoy). Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 98,3 triliun atau tumbuh 5,43 persen (yoy) dan kredit/ pembiayaan tumbuh 3,49 persen (yoy) menjadi Rp 66,05 triliun.

Coffee Morning Ngobrol Santai (Ngobras) itu sendiri merupakan forum komunikasi dan koordinasi untuk memperkuat sinergi, berbagi informasi terkini dan meningkatkan perlindungan konsumen.

Eko Yunianto mengungkapkan, pertumbuhan kredit terutama didorong oleh sektor rumah tangga sebesar Rp 17,03 triliun, perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 13,1 triliun serta sektor konstruksi sebesar Rp 9,7 triliun. Hal ini mencerminkan peran perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Para peserta Coffee Morning Ngobrol Santai foto bersama Kepala OJK DIY Eko Yunianto (tengah). Foto: Dok OJK DIY

“Mencermati perkembangan tersebut, kami menekankan bahwa kekuatan fundamental sektor perbankan harus diimbangi dengan penguatan perlindungan konsumen, khususnya di tengah meningkatnya kejahatan keuangan berbasis digital,” kata Eko.

Ia juga menegaskan pentingnya langkah kolektif seluruh pemangku kepentingan dalam melindungi masyarakat. “Potensi kerugian masyarakat DIY akibat berbagai bentuk scam yang tercatat melalui Indonesia Anti Scam Centre telah mencapai Rp157 miliar per Desember 2025. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi menjadi pengingat bahwa peningkatan kewaspadaan, sinergi edukasi, serta penguatan perlindungan konsumen harus menjadi prioritas bersama,” ujar Eko.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo menekankan peran strategis industri jasa keuangan dalam menjaga kualitas layanan dan membangun kesadaran keuangan masyarakat.

“Setiap insan industri jasa keuangan memegang amanah untuk memberikan kinerja terbaik. Edukasi keuangan kepada masyarakat juga perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan agar publik semakin siap menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk modus penipuan digital yang terus berkembang,” tegas Sri.

Kepala OJK DIY Eko Yunianto. Foto: Dok OJK DIY

Para peserta Ngobras menyambut positif kegiatan ini dan menilai forum tersebut efektif sebagai sarana koordinasi, pertukaran pandangan dan penguatan sinergi antara regulator dan pelaku industri. Diskusi yang berlangsung dalam suasana santai namun produktif mendorong keterbukaan dan kesamaan persepsi dalam menghadapi tantangan sektor keuangan ke depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan asosiasi industri jasa keuangan di DIY, antara lain Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY, Himpunan Bank Negara (Himbara) DIY, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) DIY, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) DIY, Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY dan Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (Himbarsi) DIY.

OJK DIY sendiri menegaskan komitmen untuk terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperkuat perlindungan konsumen dan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui sinergi yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *