Pembekalan DPP Pleno Babadan: Pengurus Dipanggil untuk Menumbuhkan Profesionalisme dan Kerelaan Hati

beritabernas.com – Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH) Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Titus Odong Kusumajati mengatakan, dalam pelayanan gereja, pelayan atau pengurus DPP Pleno Babadan dipanggil untuk menumbuhkan dua hal yang sama-sama penting.

Pertama, profesionalisme. Pelayanan gereja di zaman ini membutuhkan tata kelola yang baik, tertib administrasi, transparansi, koordinasi yang efektif dan keseriusan dalam setiap tugas. Gereja harus dikelola dengan cara yang teratur dan bertanggung jawab, karena ini menyangkut kepercayaan umat.

Kedua, kerelaan hati. Di atas semua kemampuan teknis, pelayanan gereja berakar pada spirit kasih dan kerelaan. Kita melayani bukan untuk dihargai, dipuji atau diakui, tetapi karena kita bersyukur atas rahmat Tuhan dan ingin berbagi kasih itu kepada sesama.

“Saya percaya, pelayanan yang berhasil adalah pelayanan yang mampu menyeimbangkan keduanya. Profesional dalam bekerja, tetapi tetap dengan hati yang rela dan rendah hati. Kalau hanya profesional tetapi tanpa hati, pelayanan menjadi kering dan sekadar kewajiban. Namun jika hanya mengandalkan kerelaan tanpa tata kelola yang rapi, pelayanan akan mudah kacau dan tidak menghasilkan buah yang baik,” kata Titus Odong Kusumajati dalam sambutan pada acara Pembekalan DPP Pleno Paroki Babadan Periode 2026–2028 di Aula Gereja St Petrus dan Paulus Babadan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu 23 November 2025.

Romo Antonius Saptana Hadi Pr saat memberikan pengantar pembekalan Pengurus DPP Pleno Babadan, Minggu 23 November 2025. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Dalam acara pembekalan yang dibuka oleh Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Romo Antonius Saptana Hadi Pr dan diikuti 260 lebih DPP Pleno Paroki Babadan yang terdiri dari pengurus Dewan Paroki, Pengurus Wilayah dan Pengurus Lingkungan dan PGPM itu, Titus Odong Kusumajati mengapresiasi para personil baru DPP Pleno Paroki Babadan periode 2026–2028 karena telah menjawab panggilan pelayanan gereja, sebuah tugas mulia namun sekaligus penuh tantangan.

Ia pun mengajak DPP Pleno Paroki Babadan untuk bersama-sama bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga komunikasi dan kerja sama yang harmonis serta melayani dengan sukacita.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan hati Bapak/Ibu. Semoga Roh Kudus selalu membimbing dan menyatukan kita, agar Paroki Babadan semakin bertumbuh sebagai komunitas yang rukun, solider dan penuh kasih,” kata Titus Odong Kusumajati yang pada 31 Desember 2025 mengakhiri tugas sebagai Wakil Ketua DPPH bersamaan dengan dilantiknya DPP Pleno Paroki Babadan periode 2026-2028.

Semangat Sinodal

Sementara Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan Romo Antonius Saptana Hadi Pr mengawali pembekalan dengan mengutip Injil Matius 9:17 tentang pembaruan. Injil 9:17: “Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

Baca juga:

Romo Saptana Hadi pun menjelaskan makna anggur baru dan kantong kulit baru dalam ayat Injil tersebut. Dikatakan, anggur baru adalah pembaruan rohani (mentalitas, semangat, habitus). Sedangkan kantong kulit tua/lama adalah tradisi lama yang jadul, mandeg, kaku, tidak mau berubah.

“Jadi, kita terus menerus mengalami kebaharuan, adaptasi dan ambil pilihan bijaksana. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama yang menghambat semangat pelayanan,” kata Romo Saptana Hadi.

Romo Saptana juga mengatakan bahwa Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang (KAS) terus mengembangkan semangat Sinodal atau berjalan bersama yakni lungguh, rembugan, mutuske, nandang, ngragati, donga dan mensyukuri bareng.

Untuk itu, para pengurus DPP Pleno Babadan dan umat harus melangkah maju bersama Uskup dengan Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS), Arah Dasar (Ardas) dan aneka pedoman dari Uskup Keuskupan Agung Semarang.

Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan memperkenalkan Wakil Ketua DPPH Babadan periode 2026-2028 Sudi Mungkasi (kiri) pada acara pembekalan Pengurus DPP Pleno Babadan, Minggu 23 November 2025. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Sementara dalam menjalankan tugas pelayanan, menurut Romo Saptana Hadi, para pengurus DPP Pleno Babadan wajib menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab. Pelayanan yang dimaksud menyangkut tata kelola administrasi, tata kelola penggembalaan dan tata kelola harta benda.

Romo Saptana Hadi mengingatkan pengurus DPP Pleno Babadan agar menghindari atau tidak mengembangkan mentalitas seperti kemalasan rohani atau pendangkalan rohani, karakter mutungan/mogok, tidak peduli umat dan pelayanan, tidak berani berkorban/repot, minta dimaklumi, melayani tidak dengan hati dan masih tingkat kewajiban serta LPJ tertunda atau tidak dikerjakan.

“Itu semua penyakit lama yang harus ditinggalkan. Mari kita mengembangkan semangat baru dalam pelayanan untuk mewujudkan gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan,” kata Romo Saptana Hadi Pr.

Selain materi pengantar dari Romo Antonius Saptana Hadi setelah sambutan dari Wakil Ketua DPPH Paroki Babadan Titus Odong Kusumajati, materi pembekalan pengurus DPP Pleno Babadan periode 2026-2028 diisi oleh Romo Dadang Hermawan Pr (Anggota Dewan Harian Kevikepan Jogja Timur) tentang tata penggembalaan dan reksa pastoral, Romo Aloysius Dwi Prasetyo Pr Pendamping Paguyuban Sekretariat Kantor Paroki Kevikepan Jogja Timur) tentang tata kelola administrasi, Benedidictus Setya Budi SE QIA (Staf Ekonomi KAS) tentang tata kelola keuangan, dan Paulus Mujihartono (Ketua Tim Progamasi Paroki Babadan) tentang Ardas IX (2026-2030) dan nota pastoral. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *