Pendeta Parmenas Suparwanto: Natal Membawa Sukacitaa dan Kebahagiaan

beritabernas.com – Natal senantiasa dirayakan dengan lampu hias, pohon natal, pujian dan tarian. Itu menandakan bahwa natal membawa kebahagiaan. Natal identik dengan sukacita, kebahagiaan dan kebebasan.

“Natal itu sesuatu yang sangat penting dan sangat sakral. Tetapi yang paling penting adalah kehadiran Tuhan Yesus. Natal harus membawa kebahagiaan dalam kehidupan, bahkan Natal harus membawa pelepasan dalam kehidupan kita,” kata Gembala Gereja Presbyterian Evangelikal Indonesia (GPEI) Yogyakarta, Pendeta Parmenas Suparwanto dalam kotbah ibadah dan perayaan Natal di Kedai Sawah Kembangsari Piyungan, Bantul, Sabtu Desember 2025) sore.

Baca juga:

Ibadah dan Perayaan Natal GPEI Yogyakarta kali ini mengangkat tema God Has Come to Redeem Us atau ‘Dia datang untuk membebaskan umat-Nya. “Tuhan datang untuk kita semua. Tuhan ingin agar setiap orang mengalami kebebasan. Tetapi kenyataannya, mengapa masih banyak orang yang kehilangan sukacita dalam hidupnya?” tanya Pendeta Parmenas Suparwanto.

“Barangkali berita natal hanya berhenti sampai di telinga saja, tetapi tidak masuk ke dalam hati dan pikiran setiap orang. Itu sebabnya, berkali-kali kita merayakan natal, kita belum sungguh-sungguh merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” jawab Pendeta Parmenas Suparwanto.

Suasana Ibadah dan Perayaan Natal di Kedai Sawah Kembangsari Piyungan Bantul – Yogyakarta, Sabtu (27/12/2025) sore. Foto: Clementine Roesiani

Ia menambahkan, apa yang Tuhan lakukan untuk membebaskan kita? Hal yang pertama adalah Tuhan itu melawat. Tuhan melawat umat-Nya. Tuhan dengan inisiatif-Nya sendiri rela datang ke dunia untuk melawat kita. Tuhan yang berkuasa atas hidup kita, yang mau turun ke dunia ini. Tuhan datang dengan merendahkan diri-Nya, hidup sama seperti manusia. Tidak cukup sampai di situ, Ia rela menderita bahkan mati di kayu salib. Kematian yang paling hina di masyarakat pada saat itu. Semua ini punya arti bahwa kita berharga di mata Tuhan.

“Akibat jatuh dalam dosa adalah kematian dan keterpisahan dari Tuhan. Itu sebabnya kita menghadapi persoalan dan penderitaan selama kita hidup di dunia. Tetapi oleh karena kasih-Nya yang besar, Dia mengaruniakan Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita. Dia menumbuhkan tanduk keselamatan kita. Dengan kuasa-Nya yang tidak terbatas, Dia datang untuk menyelamatkan manusia,” kata Pendeta Parmenas Suparwanto. (Clementine Roesiani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *