beritabernas.com – Program Studi (Prodi) Rekayasa Elektro Program Magister (PSRE-PM) FTI UII melakukan penguatan jejak global melalui kolaborasi dengan Kumamoto University Jepang. Hal ini sebagai upaya terus memperluas jangkauan internasional dan memperkuat kualitas akademik.
Pada tahun 2025 menjadi momentum penting ketika PSRE-PM memperoleh hibah Global Engagement Grant (GEG) dari Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional.
Ir Sisdarmanto Adinandra ST MSc PhD IPU, Dosen Program Studi Rekayasa Elektro Program Magister (PSRE-PM) UII, mengatakan, Salah satu aktivitas dalam hibah tersebut adalah mengirimkan satu dosen dan satu mahasiswa untuk mengikuti mobilitas internasional selama satu bulan penuh di Kumamoto University, Jepang. Kegiatan ini menjadi langkah signifikan dalam penguatan kerja sama akademik dan riset global, sekaligus menjadi bukti bahwa program magister di UII memiliki orientasi kuat pada pengalaman nyata di luar negeri, bukan sekadar pembelajaran di kelas.

Kegiatan mobilitas internasional di Kumamoto University dilaksanakan pada 5–29 Oktober 2025. Selama menetap di Kumamoto, tim PSRE-PM yang dipimpin Sisdarmanto Adinandra mengikuti berbagai aktivitas riset di Igasaki Laboratorium dengan spesialisasi di bidang Biomedical Engineering. Selama masa tinggal tersebut, peserta mengikuti rutinitas laboratorium yang padat, mulai dari pengambilan data eksperimen terhadap sepuluh responden dengan latar belakang kebangsaan yang berbeda-beda, analisis sinyal biomedis, hingga presentasi mingguan dalam forum kolokium bersama para pelajar dan peneliti di laboratorium Igasaki, Kumamoto University.
Interaksi intensif ini tidak hanya memberikan pengalaman riset berstandar internasional, tetapi juga memperluas wawasan dan jejaring akademik mahasiswa, yang sangat bermanfaat untuk penyusunan tesis maupun pengembangan karier mereka ke depan.
Para peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan pakar, termasuk Prof. Tomohiko Igasaki, terkait pengembangan sensor vital sign yang menjadi fokus utama kolaborasi kedua institusi. Semua kegiatan tersebut berjalan efektif sebagai bentuk implementasi nyata dari dokumen MoA antara UII dan Kumamoto University
Bukan hanya pengalaman riset, mobilitas internasional ini juga menghasilkan salah satu luaran akademik yang penting, yaitu sebuah draft artikel ilmiah yang siap dikirimkan ke jurnal internasional bereputasi. Draft tersebut merupakan hasil kolaborasi antara peserta dari UII dan tim laboratorium di Kumamoto University, diperoleh melalui rangkaian eksperimen, pengolahan data, dan diskusi akademik selama masa kunjungan.
Baca juga:
- Kehadiran Prodi Manajemen Rekayasa FTI UII untuk Menjawab Kebutuhan Industri Modern
- Prodi Doktor Rekayasa Industri FTI UII Diminati Akademisi dari Berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa PSRE-PM UII tidak hanya mengirim mahasiswa untuk observational visit, tetapi benar-benar mendorong terciptanya produksi ilmu pengetahuan yang dapat diakui secara global. Pengalaman riset selama sebulan penuh ini juga menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan portofolio akademik, sekaligus menjadi salah satu nilai tambah signifikan bagi branding program magister UII di tingkat nasional maupun internasional
Selain kegiatan di Jepang, PSRE-PM UII juga menyusun road map kolaborasi akademik jangka panjang bersama Kumamoto University. Dalam FGD yang digelar bersama para dosen PSRE-PM, disepakati tiga fokus riset strategis, yaitu capacitive-based vital sign monitoring systems, optimization of EMG signal for assistive technology, dan EEG signal for learning quality.
Dokumen road map ini akan menjadi pijakan pengembangan kurikulum, riset kolaboratif, serta pengajuan hibah penelitian pada masa mendatang, sekaligus berperan sebagai materi promosi PSRE-PM agar semakin dikenal dan diminati oleh calon mahasiswa. Penyusunan road map ini menegaskan komitmen bahwa internasionalisasi bukan kegiatan sesaat, tetapi sebuah strategi berkelanjutan yang akan terus dirawat oleh prodi
Setelah rangkaian mobilitas internasional selesai dilaksanakan, PSRE-PM mengadakan sebuah online workshop yang menghadirkan Prof Igasaki sebagai pembicara untuk berbagi perkembangan teknologi sensor vital sign. Workshop yang diselenggarakan pada 11 November 2025 ini terbuka untuk mahasiswa, dosen, praktisi, dan publik luas, sehingga menjadi momentum penting dalam memperluas impact program serta meningkatkan visibilitas prodi di ruang publik. Melalui workshop yang dihadiri lebih dari 100 peserta ini, PSRE-PM menunjukkan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya dirasakan oleh peserta mobilitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi sivitas akademika yang lebih luas dan masyarakat umum.

Sementara Dr Eng Ir Hendra Setiawan ST MT IPM, Ketua Program Studi Rekayasa Elektro, Program Magister FTI UII, mengatakan, kegiatan internasionalisasi ini menunjukkan bahwa PSRE-PM UII telah berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu program magister rekayasa elektro yang berdaya saing global.
Dengan akreditasi “Baik Sekali”, kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), tenaga pengajar berkualifikasi doktor, serta peluang mobilitas dan riset internasional yang terus diperluas, PSRE-PM UII menawarkan pengalaman belajar yang tidak hanya modern, tetapi juga relevan dengan perkembangan teknologi dunia.
Pelaksanaan program di Kumamoto University merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa PSRE-PM memiliki kesempatan besar untuk terlibat langsung dalam riset internasional, memperluas jaringan profesional, dan menyiapkan diri menjadi engineer yang siap bersaing di level global.
“Dengan semakin kuatnya kolaborasi internasional dan lahirnya berbagai luaran ilmiah, PSRE-PM UII terus mengokohkan posisinya sebagai prodi yang visioner dan adaptif terhadap kebutuhan global,” kata Hendra Setiawan. (phj)

