beritabernas.com – Pemerintah Kelurahan Prenggan menyelenggarakan upacara adat Nyadran di halaman Masjid Al Barokah RW 04 Kampung Tinalan, Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, pada Minggu 15 Februari 2026.
Kegiatan diawali pukul 10.00–12.00 WIB dengan acara Nyadran Pusaka Rasa berupa Lomba Kreasi dan Inovasi Apem yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dari 13 RW se-Kelurahan Prenggan.
Lomba ini menjadi wujud pengembangan tradisi kuliner khas Nyadran melalui sentuhan kreativitas dan inovasi. Para peserta menampilkan beragam kreasi apem dengan bentuk yang unik dan menarik, tidak hanya dari segi tampilan dan penyajian, tetapi juga dari variasi rasa yang lezat dan menggugah selera. Hasil karya yang ditampilkan menunjukkan potensi besar masyarakat dalam mengembangkan warisan budaya secara kreatif dan adaptif.
Baca juga:
- Kirab Budaya dan Gunungan Meriahkan Ruwahan Ageng Kyai Wonosegoro di Dusun Segaran Kedulan
- Peringati Piodalan ke-7, Griya Windunada Adakan Berbagai Kegiatan Sosial
Pada pukul 15.30–17.00 WIB, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Kirab Budaya, Umbul Donga, dan Kembul Bujana yang diikuti sekitar 200 peserta dari 13 RW se-Kelurahan Prenggan. Kirab budaya berlangsung meriah dengan nuansa tradisional yang kental, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan warga.
Lurah Prenggan Titik Yudiarti S.IP menyampaikan bahwa upacara adat Nyadran merupakan salah satu tradisi yang hingga kini tetap lestari di Kelurahan Prenggan. Beliau menegaskan bahwa Kelurahan Prenggan sebagai kelurahan budaya di wilayah Kemantren Kotagede memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan mengembangkan warisan adat istiadat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan mampu memunculkan kreasi dan inovasi masyarakat, salah satunya melalui Lomba Kreasi dan Inovasi Apem yang hasilnya dinilai sangat luar biasa dan penuh ide kreatif.

Acara dilanjutkan dengan Umbul Donga atau doa bersama, memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga Kelurahan Prenggan, serta memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa yang akan datang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan Kembul Bujana atau makan bersama dengan penuh kebersamaan, menikmati hidangan nasi gurih, kolak, serta apem hasil karya para peserta lomba. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi penegas bahwa Nyadran bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata silaturahmi dan harmoni masyarakat Kelurahan Prenggan.
Nyadran merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, doa untuk para leluhur, serta permohonan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.Nyadran Upacara ini biasanya dilakukan bulan ruwah sebelum masuk bulan ramadhan, sehingga ada yang menyebutkan dengan ruwahan atau juga sadranan. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some