beritabernas.com – Lebih dari seribu umat Katolik mengikuti prosesi kirab salib yang digelar oleh Paroki Gereja Katolik Santo Ignatius di Kota Magelang, Jumat 3 April 2026. Kegiatan religius yang berlangsung khidmat ini menjadi simbol penghayatan iman dan pesan damai bagi masyarakat luas.
Kirab salib dimulai dari halaman Gereja Katolik Santo Ignatius Magelang. Dari titik awal, ribuan umat berjalan kaki menyusuri sejumlah ruas jalan utama kota yakni Jalan Veteran, Jalan Ahmad Yani, Jalan Alun-alun Selatan hingga Jalan Tentara Pelajar sebelum kembali ke gereja. Sepanjang perjalanan, umat mendapatkan pengamanan dari Banser dan personel dari Polres Magelang Kota.
Baca juga:
- Misa Pesta Nama Wilayah Agatha Menginspirasi Umat untuk Menjadi Semakin Militan
- Misa Yubelium di Lapas Narkotika DIY: Dalam Kebingunan Tuhan Masih Memberi Harapan
Sepanjang perjalanan, umat dengan penuh kekhusyukan mengenang sengsara Yesus Kristus dalam tradisi Jumat Agung. Prosesi ini juga menjadi momen refleksi spiritual yang mendalam, di mana umat berjalan sambil berdoa dan membawa salib sebagai simbol pengorbanan.
Dalam prosesi tahun ini, ada hal yang menjadi perhatian khusus, yakni dihadirkannya relikui serpihan kecil salib Yesus Kristus yang turut dikirab bersama umat. Relikui tersebut menjadi simbol sakral yang jarang ditampilkan dan menambah kekhidmatan suasana, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Romo Alip menyampaikan bahwa kirab jalan salib ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk permenungan iman yang mendalam. Ia menegaskan bahwa kehadiran relikui salib menjadi pengingat nyata akan pengorbanan Kristus bagi umat manusia.
“Kirab ini menjadi sarana bagi umat untuk semakin menghayati makna pengorbanan Yesus. Dengan adanya relikui salib, umat diharapkan semakin dikuatkan imannya serta mampu menghadirkan nilai kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Romo Alip.
Saat rombongan tiba di depan Markas Komando Polres Magelang Kota, para peserta kirab mendapat sambutan dari Wali Kota Magelang Damar Prasetyono. Kehadiran kepala daerah tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan serta upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Saya berharap setiap tahun ada progres dan inovasi, sehingga kegiatan ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Magelang sebagai kota yang toleran dan humanis,” katanya.
Ia mengapresiasi umat Katolik yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Kirab Jalan Salib Tahun 2026 dengan tertib dan khidmat di Kota Magelang.
“Atas nama Pemerintah Kota Magelang dan masyarakat Kota Magelang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada umat Katolik yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan tertib dan khidmat,” katanya.
Nampak dalam kegiatan tersebut, Dr Raden Stevanus Christian Handoko turut hadir mengikuti jalannya kirab. “Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata bahwa Kota Magelang memiliki tingkat toleransi yang tinggi,” ungkap Stevanus.

Ia juga menyoroti kehadiran relikui dalam prosesi tersebut. “Yang sangat menarik dalam prosesi kirab, tadi juga ditunjukkan relikui serpihan kecil salib Yesus Kristus. Semoga hal ini menjadi berkat bagi kita semua,” tambah Anggota DPRD DIY ini.
Menurut Dr Raden Stevanus, kirab salib menjadi salah satu rangkaian penting dalam perayaan Pekan Suci umat Katolik. Selain sebagai ekspresi iman, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan serta menunjukkan wajah toleransi Kota Magelang yang hidup dan nyata di tengah keberagaman. (phj)

