beritabernas.com – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di DIY siap mendampingi Ribka Tjiptaning ke Mabes Polri Jakarta. Hal ini menyusul adanya laporan salah satu ormas yang mengatasnamakan gerakan rakyat anti hoax kepada Ribka Tjiptaning ke Mabes Polri atas pernyataannya tentang penolakan Soeharto sebagai pahlawan nasional.
Dalam pernyataan itu, Ribka Tjiptaning menyebut pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto semakin membuka mata kembalinya rejim Orde Baru yang disempurnakan di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca juga:
- Fokki Ardiyanto: Kemerdekaan Bukan Sekadar Bebas dari Belenggu Penjajahan Fisik dan Politik
- Fokki Bersama Warga Realisasikan Gerakan Bersih Sampah Menuju Kota Yogyakarta yang Sehat
Antonius Fokki Ardiyanto, Sekretaris GPM DIY, mengatakan, untuk menyikapi pelaporan tersebut, selaku ormas Gerakan Pemuda Marhaenis di DIY, pihaknya menyampaikan beberapa hal. Pertama, GPM DIY berada di barisan Ribka Tjiptaning. Sebab, apa yang disampaikan Mbak Ning-sapaan Ribka Tjiptani-merupakan kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dijamin konstitusi.
Kedua, GPM DIY menilai pelaporan tersebut diindikasikan adanya campur tangan kekuasaan untuk membungkam suara-suara kritis dari para aktivis yang kembali mengarah kepada sistem otoritarian orde baru yang disempurnakan.

“Apa yang disampaikan Mbak Ning tentang persoalan Soeharto adalah kebenaran sejarah yang juga sudah disampaikan para sejarahwan melalui penerbitan banyak karya ilmiah berupa buku,” kata Fokki Ardiyanto yang juga mantan Anggota DPRD Kota Yogyakarta.
Ketiga, kader GPM DIY akan bergerak ke Jakarta untuk mendampingi Mbak Ning memenuhi panggilan Mabes Polri bila Mabes Polri memproses pelaporan tersebut. Laporan tersebut sangat jelas bodoh karena tidak pernah membaca sejarah perjalanan bangsa ini dan cenderung laporan ‘pesanan’.
Keempat, GPM DIY mengajak para aktivis dan pejuang pejuang demokrasi untuk segera merapatkan barisan karena watak regime prabowo gibran adalah watak regime orde baru yang disempurnakan; musuh kita sama yaitu otoritarianisme telah menguat dalam sosok Prabowo-Gibran. (*/phj)

