beritabernas.com – Peringatan Hari Dosen Nasional pada 3 Februari menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis dosen dalam membangun bangsa melalui penguatan nilai integritas, keberanian, dan keterbukaan sebagai fondasi utama pendidikan tinggi yang bermutu.
Menurut Anggun Gunawan S.Fil MA, Ketua Umum Adaksi, dalam siaran pers yang diterima beritabernas.com, Selasa 3 Pebruari 2026, dengan mengusung moto Dosen Kuat, Indonesia Maju, peringatan Hari Dosen Nasional menegaskan bahwa dosen yang kuat bukan hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga kokoh dalam nilai dan karakter.
Integritas menjadi dasar kepercayaan publik terhadap dunia akademik, tercermin dari kejujuran ilmiah, etika profesional, serta konsistensi antara nilai dan tindakan dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga:
- ADAKSI Tolak Kebijakan Kemendiktisaintek yang Tidak Membayar Utang Tukin Tahun 2020-2024
- ADAKSI: Penerimaan Mahasiswa Baru secara Besar-besaran oleh PTN BLU/BH Membuat Beban Mengajar Dosen yang Tidak Manusiawi
Sebagai pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen memikul tanggung jawab moral dan profesional dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu, menghasilkan penelitian yang beretika dan berdampak, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Tanggung jawab ini menempatkan dosen sebagai garda terdepan dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata bagi pembangunan nasional.
Selain itu, dosen dituntut memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menyuarakan kebenaran akademik, serta mengambil sikap tegas dalam menjaga marwah pendidikan tinggi. Keberanian akademik mendorong lahirnya inovasi, pemikiran maju, dan solusi atas berbagai tantangan bangsa di tengah perubahan global yang cepat dan kompleks.
Nilai keterbukaan melengkapi peran dosen sebagai penggerak kolaborasi dan kemajuan. Keterbukaan terhadap dialog, kritik, dan kerja sama lintas disiplin menciptakan iklim akademik yang inklusif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
Melalui nilai integritas, keberanian, dan keterbukaan, dosen diharapkan terus menjadi teladan, agen perubahan, dan motor penggerak pembangunan sumber daya manusia unggul. Sinergi seluruh pemangku kepentingan pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung peran dosen agar dapat berkarya secara optimal dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Dosen Nasional ini menjadi ajakan bersama untuk terus menjaga semangat perjuangan, memperkuat nilai-nilai luhur akademik, dan meneguhkan komitmen dosen dalam membangun pendidikan tinggi yang berdaya saing serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Sementara itu, penetapan tanggal 3 Februari sebagai Hari Dosen Nasional memiliki makna historis yang kuat yakni merujuk pada peristiwa bersejarah Aksi Nasional Dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2025. Aksi ini menjadi simbol bangkitnya kesadaran kolektif dosen di Indonesia sekaligus menandai awal pergerakan dan perjuangan dosen dalam menyuarakan keadilan, martabat profesi dan hak atas kesejahteraan yang layak sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan mutu pendidikan tinggi.
Momentum aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas) tidak hanya dimaknai sebagai simbol nasionalisme, tetapi juga dikenang sebagai “Monumen Dosen ASN”, yang merepresentasikan integritas dan keberanian dosen untuk bersuara demi kebenaran, keadilan, dan hak kesejahteraan. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan profesi dosen sebagai insan akademik yang berani berdiri tegak memperjuangkan nilai dan tanggung jawabnya kepada bangsa. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some