Cultural Program 2026, Mahasiswa Asing FH UII Eksplorasi Budaya dan Sejarah di Magelang

beritabernas.com – Untuk mempererat kebersamaan sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai budaya lokal bagi mahasiswa asing, Program Studi (Prodi) Hukum Program Sarjana FH UII menyelenggarakan Cultural Program 2026 di Magelang, selama dua hari, Senin-Selasa, 26-27 Januari 2026.

Kegiatan tahun yang dirancang khusus untuk mahasiswa asing yang belajar di FH UII ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen asing.

Baca juga:

Prof Dr Budi Agus Riswandi SH M.Hum, Dekan FH UII, menekankan pentingnya mahasiswa asing untuk adaptasi budaya. “Program ini sangat penting untuk mengenalkan khazanah kekayaan budaya dan situasi sosial di Indonesia agar mahasiswa asing dapat beradaptasi dengan mudah. Setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan dapat menjadi agen promosi bagi kebudayaan dan pendidikan di UII,” kata Prof Budi Agus Riswandi.

Pemilihan lokasi di Kota Magelang bukan tanpa alasan. Menurut Ketua Program Studi Hukum Program Sarjana FH UII Dodik Setiawan Nur Heriyanto SH MH LLM PhD, Magelang memiliki warisan budaya luhur seperti Candi Borobudur dan Candi Mendut.

“Lokasi ini menyimpan sejarah kuat tentang harmoni lintas keagamaan di Indonesia. Kami ingin mahasiswa asing memahami bahwa Indonesia tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga nilai sejarah tentang toleransi yang sudah berkembang sejak lama,” kata Dodik Setiawan Nur Heriyanto.

Dekan FH UII Prof Budi Agus Riswandi (tengah) bersama dosen dan mahasiswa asing FH UII. Foto: Dok FH UII

Selain aspek budaya, peserta juga dibekali materi hukum melalui sesi bertajuk Introduction to Indonesian Employment Law and Working in Indonesia as a Foreigner yang disampaikan oleh Ayunita Nur Rohanawati SH MH. Dalam sesi yang dimoderatori oleh Siti Hapsah Isfardiyana SH MH, para mahasiswa tampak antusias berdiskusi mengenai peluang berkontribusi bagi Indonesia, mulai dari bekerja secara profesional hingga membantu sektor UMKM untuk membangun jejaring bisnis internasional.

Kemeriahan acara semakin terasa saat para peserta diajak berinteraksi langsung dengan permainan tradisional seperti angklung, dakon, egrang bambu, gasing dan bakiak yang berlokasi di Kampoeng Dolanan Borobudur.

Sebagai penutup, peserta diajak mengeksplorasi keagungan Candi Mendut dan memacu adrenalin melalui kegiatan rafting di Sungai Elo. Di akhir program, para mahasiswa diminta menyusun tugas reflektif berupa tulisan kreatif mengenai pengalaman berkesan mereka selama mengikuti rangkaian kegiatan ini. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *