beritabernas.com – Sebagai salah satu upaya untuk mengajak masyarakat agar hidup lebih sehat melalui olahraga, membangun semangat berbagi lewat donasi dan mewartakan kabar baik yang selaras dengan misi intentio dantis tahun ini dalam merawat bumi, para Profesional dan Usahawan Katolik (Pukat) Keuskupan Agung Jakarta (KAS) menggelar Run4U2026.
Run4U 2026 yang merupakan kegiatan olahraga tahunan sekaligus aksi kemanusiaan (charity run) dengan mengusung tema Run for Earth: Green Steps, Better Planet ini selaras dengan Arah Dasar (Ardas) KAJ 2026 yakni Keutuhan Alam Ciptaan. Pendaftaran peserta Run4U 2026 dimulai padal 1 Maret 2026.
Alexzander Zaputra Tedja, Ketua Panitia Run4U, dalam rilis yang diterima beritabernas.com, Jumat 27 Pebruari 2026, mengatakan, antusiasme masyarakat pada tahun-tahun lalu menjadi motivasi baginya untuk kembali menghadirkan Run4U sebagai gerakan sehat yang peduli alam.
Karena itu, pihaknya mengajak umat dan masyarakat umum serta para donatur dan sponsor agar bersama-sama mendukung keberhasilan acara ini. Sesuai dengan Arah Dasar KAJ, ia yakin setiap langkah kecil yang dilakukan secara kolektif akan membawa dampak besar bagi ekosistem kita.

Sementara Reymund Levy, Ketua Pukat T KAJ, mengatakan, Run4U hadir sebagai wadah konkret bagi kita semua untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat melalui olahraga, membangun semangat berbagi lewat donasi, serta mewartakan kabar baik yang selaras dengan misi intentio dantis tahun ini dalam merawat bumi.
Ia mengatakan, penyaluran donasi Run4U2026 pada tahun ini akan dilakukan melalui Gerakan Laudato Si’ Indonesia dan kegiatan sosial lain yang dilakukan oleh Pukat KAJ. Berkaca pada antusiasme luar biasa di tahun-tahun sebelumnya, pihaknya mengundang kembali umat Katolik dan publik luas untuk berpartisipasi, baik sebagai pelari maupun mitra sponsor, guna mensukseskan kegiatan Run4U2026 ini.
Tema KAJ tahun ini mengajak anggota Gereja dan masyarakat untuk peduli dan aktif menyembuhkan “luka-luka” alam yang disebabkan oleh tindakan manusia. KAJ juga mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan nyata dengan menjaga kelestarian lingkungan alam dan pemakaian sumber daya dengan lebih bijak yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Run4U 2026 hadir sebagai ajakan bagi masyarakat umum untuk hidup lebih sehat melalui olahraga lari, sekaligus menjadi gerakan nyata dalam merawat lingkungan hidup sebagai perwujudan kasih.
Seperti dikethaui, gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI) lahir sejak tahun 2021 dan merupakan bagian dari Laudato Si’ Movement yang sebelumnya dikenal sebagai Global Catholic Climate Movement. Gerakan ini hadir sebagai tanggapan konkret atas ensiklik Paus Fransiskus pasca tragedi Topan Super Haiyan pada tahun 2015 yang berdampak pada 11 juta orang.
Baca juga:
- Sebuah Aksi Laudato ‘Si, Mengubah Krisis Sampah Plastik Menjadi Potensi Waste to Energy
- Dari Laudato Si’ ke Praksis Pastoral: Dasar Teologis Pertobatan Ekologis
- Dosa dan Pertobatan Ekologis: Iman yang Menyentuh Bumi
- Merusak Bumi, Melukai Allah: Refleksi Teologis tentang Dosa Ekologis
Saat ini Laudato Si’ Movement memiliki 16 ribu lebih animator yang tersebar di 115 negara, 80 chapter yang terdaftar dan terdapat lebih dari 300 organisasi aktif, termasuk di Indonesia. GLSI menggandeng dan memberikan ekosistem pelatihan bagi animator untuk berbagi praktik baik dan berperan aktif dalam menyebarkan animasi informatif terkait ekologi.
Sementara Sr Irena Handayani OSU, Perwakilan Gerakan Laudato Si’ Indonesia, mengatakan, dengan visi merawat bumi sebagai rumah bersama, GLSI mengemban misi untuk mengarusutamakan gaya hidup berkelanjutan, mewujudkan keadilan iklim. Selain itu pihaknya berusaha untuk memperkuat kapasitas anggota kami melalui pelatihan Animator Laudato Si’.
Dalam upaya edukasi perawatan dan pelestarian lingkungan, kami melakukan penanaman mangrove serta pengelolaan sampah terpadu. Mengingat urgensi tantangan lingkungan yang dihadapi, dukungan seluruh masyarakat sangat diperlukan dalam mengemban visi ini, salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan Run4U 2026 guna memastikan keberlanjutan ekosistem demi masa depan bersama.

Mgr Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, mengatakan, saat ini terjadi krisis lingkungan yang serius di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem. Berdasarkan data dari Badan Nasionan Penanggulanan Bencana, per 2025 tercatat hampir 99% dari total bencana di Indonesia disebabkan oleh kerusakan alam akibat tindakan manusia.
Tercatat 3.116 kasus kejadian bencana, di mana banjir menempati urutan pertama dengan 1.584 kasus. Krisis ini terjadi di seluruh Indonesia dari wilayah Sumatra yang terdampak kerusakan paling parah, hingga wilayah Jabodetabek menghadapi masalah polusi udara, pencemaran air, krisis sampah, dan penurunan muka tanah.
Melihat kondisi yang sangat memprihantikan ini, Uskup Suharyo mengajak masyarakat untuk secara aktif melakukan tindakan sederhana yang berdampak. Seperti perubahan gaya hidup dengan menghemat listrik dan air, pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan dan melakukan edukasi sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Oleh karena itu, KAJ mengapresiasi Pukat KAJ yang turut menggaungkan pesan ini melalui kegiatan positif berolahraga bersama dan inisiasi melakukan donasi pada Gerakan Laudato Si’ yang memiliki program pelestarian lingkungan hidup. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some