Decky Kevin Pradekta Dilantik jadi Ketua PMKRI Yogyakarta Periode 2026-2027

beritabernas.com – Decky Kevin Pradekta dilantik menjadi Ketua PMKRI Yogyakarta St Thomas Aquinas perode 2026-2027, di Margasiswa PMKRI Yogyakarta pada Sabtu 14 Maret 2026. Ia dilantik bersama pengurus lainnya.

Pelantikan para penurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Yogyakarta St Thomas Aquinas ini dihadiri puluhan perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda di DIY dengan mengusung tema Bergerak Bersama, Berdampak Nyata, Pro Ecclesia et Patria.

Tema ini diusung selaras dengan visi Ketua Presidium terpilih Decky Kevin Pradekta yakni Menjadikan PMKRI Yogyakarta sebagai Rumah Kaderisasi yang Tangguh dan Adaptif guna Menciptakan Transformasi Sosial yang Berlandaskan Tiga Benang Merah Perhimpunan.

Baca juga:

Ada tiga catatan poin penting yang akan dilakukan dalam kepengurusan ini yakni internalisasi 3 benang merah berupa Revitalisasi Kaderisasi, Manifestasi Aksi Nyata. Harapannya dengan memperkuat fondasi ideologis agar tidak hanyut oleh arus zaman namun tetap relevan. Ditambah memperbaiki sistem internal agar rumah PMKRI melahirkan kader yang siap tempur di segala medan serta keluar dari zona nyaman menuju dampak nyata bagi masyarakat.

Edigius Ronikung, Ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta 2024-2025, menitipkan sebuah pesan bahwa proses kaderisasi harus berlanjut. Ia meyakini dalam kepemimpinan Decky Kevin Pradekta akan mampu membawa warna baru dan perubahan yang semakin baik.

Sementara Romo Agustinus Daryanto SJ, selaku romo moderator PMKRI, saat melantik dan memberkati Pengurus DPC PMKRI Cabang Yogyakarta 2026-2027 menitipkan sebuah pesan bahwa melayanilah dengan tulus sebagai pelayan yang berlandaskan nilai kekatholikan di tengah carut marutnya bangsa ini.

Romo Agustinus Daryanto SJ (kiri) saat melantik dan memberkati Pengurus DPC PMKRI Cabang Yogyakarta 2026-2027. Foto: Istimewa

Lukas Ispandriarno, perwakilan Anggota Penyatu PMKRI Cabang Yogyakarta mengingatkan bahwa PMKRI Yogyakarta sebagai organisasi pengkaderan mahasiswa Katolik di DIY harus berani melawan ketidakadilan dan mampu menjadi terang dan garam di tengah situasi bangsa hari ini.

Kevin pun mengajak pengurus dan anggota PMKRI untuk bekerja sama demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar. Karena PMKRI Yogyakarta hari ini bukan sedang meratapi masa lalu, melainkan sedang menjemput masa depan.

“Kita sedang melakukan discerning, membedakan roh, untuk memastikan bahwa gerak kita adalah gerak yang dikehendaki oleh Tuhan dan dibutuhkan oleh  masyarakat. Dalam falsafah Jawa, ada sebuah ungkapan: Mubra-mubru semu miring, mumbul mumbul kaya mbulan. (Meskipun terlihat miring atau goyah, ia akan segera melesat dan bersinar terang seperti rembulan di tengah kegelapan.)

Kahyangan iku ora adoh, nanging cedhak sajroning dodo, angger gelem nyawiji lan makarya (surga/kejayaan itu tidaklah jauh, melainkan dekat di dalam dada, asalkan kita mau bersatu dan bekerja nyata,” kata Kevin. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *