Walking Open Laboratory Angkat Praktik Berjalan sebagai Metode Penelitian Seni

beritabernas.com – Aktivitas berjalan yang biasanya dianggap rutinitas sehari-hari kini diangkat menjadi metode penelitian seni. Hal itu dilakukan melalui program Walking Open Laboratory (WOL), sebuah studi penelitian artistik yang digagas seniman Ivan Idrish Hidayatulloh.

WOL berangkat dari gagasan “berjalan, menemukan, membayangkan”. Program ini menempatkan berjalan sebagai cara untuk membaca ruang, merefleksikan pengalaman, mengamati objek dan membangun imajinasi tentang masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

Kegiatan menulis di tengah perjalanan Walking Laboratory. Foto: Istimewa

“Proyek ini tidak bermaksud menggantikan praktik seni yang telah ada, melainkan memperluas cara memahami penelitian dan praktik seni melalui pengalaman ketubuhan,” kata Ivan dalam rilis program.

Tiga komponen utama

WOL terdiri dari tiga bagian: Activation Session, Sensory and Participatory Objects, dan Open Studio. Ketiganya dirancang sebagai ruang eksperimen untuk mengembangkan pengetahuan artistik berbasis pengalaman berjalan. Pengetahuan yang dihasilkan juga akan didistribusikan kepada publik melalui dokumentasi.

Baca juga:

Pelaksanaannya dibagi dalam dua seri. Seri pertama berlangsung di Yogyakarta. Hari pertama diisi activation session di Studio Tari Pascasarjana ISI Yogyakarta. Hari kedua, partisipan melakukan praktik berjalan dari Pascasarjana ISI menuju Masjid Kauman. Rute melewati gang, pasar, dan ruang kota untuk menangkap pengalaman baru dan ketakhadiran memori tubuh dalam lanskap urban.

Seri kedua digelar di wilayah desa Bandung. Program ini melibatkan komunitas lokal dan mengeksplorasi hubungan antara memori, ruang, dan keseharian masyarakat. Melalui dialog antara konteks urban dan desa, WOL berupaya melihat bagaimana tubuh, ingatan, dan lingkungan saling membentuk pengalaman manusia.

Salah satu peserta Walking Open Laboratory menulis yang diamati di ruang publik. Foto: Istimewa

Hasil eksplorasi dari kedua seri akan dipresentasikan dalam Open Studio di Yogyakarta. Forum ini menjadi wadah refleksi proses kreatif, pengembangan bentuk presentasi, dan distribusi pengetahuan.

Rangkaian kegiatan WOL berlangsung Mei hingga Juli 2026. Target presentasi publik dijadwalkan Juli 2026. Melalui pendekatan penelitian artistik yang terbuka dan partisipatif, WOL diharapkan memperkaya diskursus seni kontemporer dan menawarkan perspektif baru tentang berjalan sebagai praktik pengetahuan. (Clementine Roesiani)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *