beritabernas.com – Rektor UII Prof Dr Hari Purnomo mengatakan, sebuah perguruan tinggi yang hebat bukan dinilai dari akreditasinya, tetapi dilihat dari seberapa lama masa tunggu lulusannya mendapatkan pekerjaan. Artinya sebelum lulus sudah diminta oleh perusahaan untuk bekerja. Itu adalah perguruan tinggi yang hebat.
“Banyak sekali perguruan tinggi hanya merekayasa akreditasi supaya nanti bisa Unggul. Namun lupa bahwa esensi daripada akreditasi adalah bagaimana kualitas yang sebenarnya itu terjadi di perguruan tinggi, salah satunya adalah luaran mahasiswa,” kata Rektor UII Prof Hari Purnomo dalam acara Career Development Center (CDC) Islamic University National Gathering 2026 di Auditorium Kampus FH UII, Senin 20 Juli 2026.
Baca juga:
- UII Inisiasi Forum Kolaborasi Career Center Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia
- Lebih dari 1.000 Calon Pencari Kerja Mengikuti Integrated Career Days & Job Fair UII 2025
Menurut Rektor UII, banyak yang lupa bahwa tujuan kita mendidik anak bangsa adalah memintarkan mahasiswa. Namun, masih banyak yang terlena bahwa yang dititikberatkan adalah dosennya. Sehingga banyak akreditasi yang jatuh karena memang luaran mahasiswanya cukup rendah. Ini harus disadari.
Dikatakan, beberapa akreditasi yang ada saat ini selalu yang dipikirkan adalah dosennya, mulai dari publikasi dosen, luaran penelitian dan PKM dosen, tetapi lupa bahwa yang cukup penting itu adalah publikasi mahasiswa, luaran penelitian dan PKM mahasiswa serta tracer study.
Sehingga banyak perguruan tinggi menganggap dirinya hebat, namun pada saat yang sama akreditasi tidak bisa mendapatkan predikat Unggul. Karena porsi terbesar dalam akreditasi adalah luaran mahasiswa. Karena itu, ia mengajak perguruan tinggi Islam untuk bersama-sama berkolaborasi bagaimana meningkatkan kualitas luaran mahasiswa.

Apa luaran mahasiswa itu? Menurut Rektor UII, adalah IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), publikasi mahasiswa, luaran penelitian dan PKM mahasiswa serta tracer study. Dari keempat luaran mahasiswa tersebut, yang cukup penting adalah bagaimana melakukan tracer study kepada alumni dan bisa melihat posisi dia bekerja, berapa lama dia harus menunggu pekerjaan.
“Jadi, sebuah perguruan tinggi yang hebat sebetulnya bukan dinilai dari akreditasinya, tetapi perguruan tinggi yang hebat apabila dia bisa meluluskan mahasiswa dengan masa tunggu 0 tahun. Artinya sebelum lulus sudah diminta oleh perusahaan untuk bekerja. Itu adalah perguruan tinggi yang hebat. Banyak sekali perguruan tinggi hanya merekayasa akreditasi supaya bisa Unggul. Namun lupa bahwa esensi daripada akreditasi adalah bagaimana kualitas yang sebenarnya itu terjadi di perguruan tinggi, dan salah satunya adalah luaran mahasiswa,” kata Rektor UII. (phj)
There is no ads to display, Please add some