Sibuk Kuliah Bukan Alasan untuk Mengurangi Pembelajaran Agama dan Peningkatan Ibadah

beritabernas.com – Kesibukan menjalani perkuliahan sering kali menjadi alasan sebagian mahasiswa mengurangi perhatian terhadap pembelajaran agama dan peningkatan ibadah. Padahal, dalam perspektif Islam, menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah, bukanlah hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari ibadah.

Hal itu disampaikan Ahmad Fathan Hidayatullah ST MCs PhD, Dosen Program Studi Informatika, FTI UII dalam kajian bertajuk Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama. Kegiatan ini merupakan Webinar Series yang digelar oleh Program Studi Informatika PJJ, Program Sarjana FTI UII.

Baca juga:

Menurut Ahmad, tantangan utama mahasiswa bukanlah padatnya aktivitas perkuliahan, melainkan kemampuan mengelola prioritas. Tidak sedikit waktu yang dihabiskan untuk media sosial dan hiburan, sementara membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu maupun memperdalam pemahaman agama justru sering terabaikan. Islam mengajarkan umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat dan senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam setiap ikhtiar.

Sebagai solusi, Ahmad Fathan menawarkan lima langkah praktis bagi mahasiswa agar mampu menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan kehidupan spiritual. Pertama, meluruskan niat bahwa aktivitas kuliah merupakan bagian dari ibadah. Kedua, menempatkan kewajiban kepada Allah SWT sebagai prioritas utama. Ketiga, membangun lingkungan pertemanan yang saleh dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Keempat, mengelola waktu secara disiplin antara kuliah, belajar, ibadah, dan menghadiri majelis ilmu. Kelima, memperbanyak doa agar diberikan kemudahan dan keistiqamahan dalam menjalankan seluruh aktivitas tersebut.

Ahmad Fathan Hidayatullah ST MCs PhD, Dosen Program Studi Informatika, FTI UII saat memaparkan materi dalam Webinar Series yang digelar oleh Program Studi Informatika PJJ, Program Sarjana FTI UII. Foto: Jerri Irgo

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak semata-mata diukur dari indeks prestasi kumulatif atau gelar akademik, tetapi juga dari sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu mendekatkannya kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi sesama. Konsistensi dalam beramal, meskipun dilakukan sedikit demi sedikit, menjadi kunci agar perjalanan akademik tetap selaras dengan tujuan akhir kehidupan seorang muslim.

Menurut Ahmad Fathan, Islam menempatkan ilmu pada kedudukan yang sangat tinggi. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca (iqra’), yang menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan manusia agar senantiasa memohon tambahan ilmu sebagai bekal menjalankan kehidupan.

Ia menegaskan bahwa mempelajari ilmu agama yang berkaitan dengan akidah, ibadah, halal-haram, maupun ilmu yang mendukung profesi merupakan kewajiban seorang muslim sesuai porsinya. Oleh karena itu, kuliah di bidang kedokteran, teknik, informatika, pendidikan, ekonomi maupun disiplin ilmu lainnya tidak hanya menjadi sarana meraih kesuksesan dunia, tetapi juga dapat bernilai ibadah apabila diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ahmad Fathan Hidayatullah ST MCs PhD, Dosen Program Studi Informatika, FTI UII saat menyampaikan materi dalam Webinar Series yang digelar oleh Program Studi Informatika PJJ, Program Sarjana FTI UII. Foto: Jerri Irgo

Melalui kajian ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran bahwa pendidikan tinggi dan penguatan nilai-nilai keislaman bukanlah dua hal yang saling bersaing. Sebaliknya, keduanya merupakan fondasi yang saling melengkapi dalam membentuk generasi muslim yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Ahmad Fathan Hidayatullah sendiri merupakan Dosen Program Studi Informatika, FTI UII dengan bidang keahlian text mining, natural language processing, data science, dan artificial intelligence. Selain aktif sebagai peneliti dan narasumber seminar nasional maupun internasional, ia juga memiliki pengalaman dalam pengembangan sistem informasi di UII dan latar belakang pendidikan keagamaan yang mendukung integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *