Penshutindo Kabupaten Sleman Serahkan Bantuan 36 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul

beritabernas.com – Sebagai wujud kepedulian dan rasa empati, anggota maupun pengurus Perkumpulan Pensiunan Kehutanan Indonesia (Penshutindo) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan 36 tangki air kepada warga Gunungkidul yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau ini, Sabtu 12 September 2026.

Penentuan lokasi bantuan air bersih tersebut oleh Penshutindo Kabupaten Sleman dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kab Gunungkidul. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Pengurus Penshutindo Kabupaten Sleman di Padukuhan Klayar dan diterima oleh Suherman, didampingi beberapa tokoh masyarakat dan petugas Dinas Kehutanan setempat, serta dihadiri oleh petugas operasional distribusi air dari BPBD Kabupaten Gunungkidul.

Acara seremonil anggota Penshutindo Kabupaten Sleman bersama tokoh masyarakat dalam acara penyerahan bantuan 36 tangki air kepada warga Gunungkidul, Sabtu 12 September 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Ketua Penshutindo Kabupaten Sleman Bambang Wuryanto kepada beritabernas.com, Minggu 13 September 2026, mengungkapkan, dari 36 tangki air bersih dari Penshutindo Kabupaten Sleman tersebut didistribusikan secara merata di 7 titik lokasi yang ditentukan BPBD Kabupaten Gunungkidul.

Ke-7 titik lokasi bantuan air bersih tersebut adalah RT 06 Sokoliman 1 Bejiharjo, Karangmojo sebanyak 5 tangki air, RT 01/RT 03 Bangkan, Jatiayu, Karangmojo juga 5 tangki, di Sawahan 13, Jatiayu, Karangmojo, sebanyak 4 tangki, Bugel, Klayar, Kedungpoh, Nglipar ada 6 tangki, arangpoh, Perbutan, Katongan, Nglipar 5 tangki, Dusun Klampok, Giripurwo, Purwosari 5 tangki dan di Dusun Trosari I Tepus sebanyak 6 tangki.

Menurut Bambang Wuryanto, bantuan air bersih merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan Penshutindo Kabupaten Sleman sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kekeringan yang melanda beberapa lokasi di Gunungkidul pada musim kemarau.

Baca juga:

“Bantuan air ini berasal dari partisipasi semua anggota Penshutindo (Perkumpulan Pensiunan Kehutanan Indonesia) Kabupaten Sleman,” kata Bambang Wuryanto.

Sementara Penasihat Penshutindo Kabupaten Sleman Hendricus Mulyono yang akrab disapa Mbah Mul mengatakan, kondisi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul pada musim kemarau sangat memprihatinkan. Selama musim kemarau, mereka pasti membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, bantuan air bersih dari berbagai pihak, termasuk dari Penshutindo Kabupaten Sleman, sangat berarti bagi mereka.

Seremoni penyerahan secara simbolis bantuan air bersih dari Penshutindo Kabupaten Sleman, Sabtu 12 September 2026. Foto: Dok Penshutindo

Mbah Mul mengatakan, masalah rutin yang terjadi setiap tahun selama musim kemarau tersebut seharunya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama Pemkab Gunungkidul, tentang bagaimana cara mengatasi agar tidak selalu terjadi. Sebab, tidak mungkin masyarakat terus menerus harus membeli air karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Sementara dari berbagai pihak sangat terbatas.

Pelajaran lain dari masalah kekeringan di Gunungkidul, menurut Mbah Mul, adalah memilih jenis tanaman yang tahan kering atau kemarau panjang agar tetap hidup dan bertumbuh subur. Ia memberi contoh, tanaman mlinjo, jati dan beberapa jenis tanaman lainnya.

“Pohon mlinjo, jati dan beberapa jenis tanaman lainnya bertahan di musim kering. Karena itu, perlu diprioritaskan untuk ditanam agar lahan tidak gersang dan tanamannya sangat produktif. Mlinjo, misalnya, buahnya bisa untuk buat emping, kulit buahnya untuk sayur dan daunnya juga bisa untuk sayur. Kenapa tanaman tersebut tidak ditanam secara luas?” kata Mbah Mul yang pensiunan PNS bidang penyuluh pertanian dan kehutanan Kabupaten Sleman. (phj)


    There is no ads to display, Please add some

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *