beritabernas.com – Semangat kebangsaan dan keberagaman budaya Nusantara mewarnai Karnaval Kebangsaan Kapanewon Imogiri 2026, Minggu 23 Agustus 2026. Dalam kegiatan untuk memperingati dan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu, MTs Negeri 3 Bantul tampil memukau dengan menyajikan mahakarya tari kolosal yang mengangkat kekayaan seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Penampilan MTsN 3 Bantul mendapat sambutan meriah dari ribuan warga Imogiri dan sekitarnya yang memadati kawasan sekitar Patung Kuda. Perpaduan gerak tari, musik, busana tradisional dan keterlibatan murid, guru, dan tenaga kependidikan menjadikan penampilan kontingen madrasah yang berlokasi di Manggung, Giriloyo, Imogiri tersebut menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian penonton.

Koordinator sekaligus pelatih, Gita Atmania Dewi, mengatakan penampilan tersebut melibatkan sekitar 87 personel yang terdiri atas murid, guru, dan tenaga kependidikan. Mereka tampil mengenakan aneka busana yang disesuaikan dengan karakter dan peran dalam setiap sajian tari.
“Melalui perpaduan gerak, busana, dan warna-warni budaya, MTs Negeri 3 Bantul mempersembahkan keberagaman yang menjadi kekuatan dan kreativitas sebagai wujud nyata cinta tanah air,” ujar Gita.
Pertunjukan diawali dari bumi Borneo melalui Tari Dayak. Hentakan gerak yang energik menggambarkan kekuatan sekaligus keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih semarak melalui sajian dari tanah Papua dengan Tari Yamko Rambe Yamko. Gerakan penuh semangat merepresentasikan keceriaan, keberanian, dan semangat kebebasan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia Timur.
Semangat kebersamaan selanjutnya ditampilkan melalui Tari Gotong Royong dari Jawa yang diiringi Lelagon Gugur Gunung. Sajian ini menjadi simbol kuatnya persatuan dan budaya gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Dari Pulau Sumatera, khususnya Aceh, penonton disuguhi Tari Saman. Gerakan yang cepat, ritmis, dan dilakukan secara kompak menggambarkan nilai kebersamaan, persaudaraan, serta semangat persatuan dalam keberagaman.
Baca juga:
- Museum Perlu Lebih Kreatif, Inovatif dan Komunikatif dalan Membuat New Branding
- FSY 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan Hadirkan Dee Lestari hingga 100 Pembicara
- Film Animasi Biopik Pak Tino Sidin Diluncurkan
Kemegahan pertunjukan semakin terasa ketika Reog Klasik dari Jawa Timur ditampilkan. Karakter yang gagah dan atraktif menggambarkan jiwa kepahlawanan, keberanian, serta ketangguhan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Menurut Gita, rangkaian tari tersebut tidak sekadar ditampilkan sebagai hiburan dalam karnaval. Setiap sajian dirancang untuk menyampaikan pesan tentang keberagaman Indonesia yang justru menjadi kekuatan dalam membangun persatuan.
“Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang harus terus dikenalkan dan dilestarikan, khususnya kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, murid tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar mencintai budaya dan tanah air,” kata Gita.
Kepala MTsN 3 Bantul, Surini, mengaku bangga terhadap kekompakan seluruh warga madrasah dalam mendukung penampilan tersebut. Menurutnya, persiapan dilakukan di tengah padatnya agenda kegiatan madrasah sehingga diperlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak.

“Meski latihan dilakukan dalam waktu yang terbatas dan berbarengan dengan berbagai agenda kegiatan, seluruh stakeholder madrasah tetap kompak memberikan dukungan. Penampilan tim Matsaga sangat luar biasa dan mendapat sambutan meriah dari para penonton,” kata Surini.
Ia berharap keterlibatan MTsN 3 Bantul dalam Karnaval Kebangsaan tidak berhenti sebagai pertunjukan semata, tetapi menjadi pengalaman berharga bagi murid untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kecintaan terhadap budaya bangsa, serta semangat menjaga persatuan dan kesatuan.
Melalui mahakarya tari kolosal tersebut, MTsN 3 Bantul menunjukkan bahwa pendidikan budaya dapat hadir dalam ruang publik. Dari panggung karnaval, keberagaman Nusantara ditampilkan sebagai kekuatan yang menyatukan-selaras dengan semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap Indonesia. (phj)
There is no ads to display, Please add some