beritabernas.com – Pesta umat menutup rangkaian kegiatan peringatan Tumbuk Ageng 64 tahun Gereja Katolik St Petrus dan Paulus Babadan usai perayaan Ekaristi pada Minggu 23 Agustus 2026 pukul 07.00. Puncak perayaan akan disempurnakan dengan pementasan seni ketoprak di lapangan parkir baru belakang Gereja Katolik Babadan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, pada Senin 24 Agustus 2026 malam mulai pukul 19.00 WIB.
Baca juga:
- Pertama Kali di Keuskupan Agung Semarang, Pameran Lukisan Rohani Digelar di Gereja Katolik Babadan
- Pameran Lukisan Rohani, Ruang Perjumpaan Antara Seni dan Spiritualitas
- 177 Lukisan Rohani yang Indah Dipamerkan di Aula Gereja Katolik Babadan 2-9 Agustus 2026
Perayaan Ekaristi puncak dari rangkaian kegiatan Tumbuk Ageng 64 tahun Gereja Katolik Babadan, Minggu 23 Agustus 2026 mulai pukul 07.00 WIB, dipimpin oleh Romo FX Sugiyana Pr, Vikjen Keuskupan Agung Semarang, sebagai selebran utama dengan konselebran imam-imam yang pernah bertugas di Paroki St Petrus dan Paulus Babadan, yakni Romo Robertus Tri Widodo Pr, Romo Robertus Hardianta Pr dan Romo Yohanes Sigit Heriyanto Pr serta Pastor Paroki Romo Antonius Saptana Hadi Pr dan Romo Martinus Joko Lelono Pr (Romo Vikaris Paroki Babadan), serta Romo Yakobus Aditya Christie Manggala SJ yang merupakan Imam asal Paroki St Petrus dan Paulus Babadan.

Romo FX Sugiyana dalam homilinya mengatakan, pertumbuhan dan perkembangan paroki dalam perjalanan sampai di usia ini sungguh-sungguh karena kehadiran dan partisipasi seluruh umat. Karena seluruh umat mau menghidupi paroki ini sebagai tempat dan/atau menjadi rumah kita dalam membangun kehidupan beriman bersama seluruh umat.
Karena itu, sangat pantas disyukuri bersama-sama dalam sukacita 64 tahun ini dengan berbagai hal. Rangkaian kegiatan memang menjadi bagian dari perayaan dan kita syukuri bersama-sama karena Allah-lah yang menyelenggarakan. Deus Providebit atau Allah yang turut hadir, turut berkarya, turut memberkati dan turut bekerja bersama-sama dengan segala usaha baik kita bersama.
Romo Sugiyana mengatakan, Gereja Katolik Babadan mengalami perkembangan yang luar biasa. “Kita tidak mengira bahwa gereja yang semula masih menjadi bagian dari Paroki Kalasan, akhirnya berdiri sendiri menjadi sebuah paroki diawali dengan sebuah gereja kecil di tempat ini. Tapi apa yang kecil itu, ketika kita meyakini bahwa Allah turut menyelenggarakan dan kita hidupi bersama-sama sebagai umat beriman di tempat ini, dan sekaligus kita juga ambil bagian di dalam mengembangkan, maka sekarang menjadi kompleks yang luar biasa seperti kita lihat sekarang ini,” kata Romo Sugiyana.

Ini semua karena umatnya yang sregep-sregep, romonya hebat-hebat, panggilannya subur, bahkan punya uskup juga.
Romo Sugiyana pun berharap agar Gereja St Petrus dan Paulus Babadan bisa gereja yang bahagia, membangun hidup yang menginspirasi siapa pun yang dijumpai dan menyejahterakan. Bahagia lahir dan batin yang tergambar dari raut wajah umat yang selalu ceria dan penuh senyum.
Sementara Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH) Babadan Agustinus Sudi Mungkasi mengucapkan terima kasih kepada para romo yang memimpin misa maupun umat yang menghadiri misa dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pelayanan termasuk partisipasi dan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan memperingati Tumbuk Ageng 64 tahun Gereja Babadan.

Setelah perayaan Ekaristi, seluruh umat yang mengikuti misa makan bersama di basemen gereja, yang disediakan oleh 29 lingkungan yang ada di Paroki St Petrus dan Paulus Babadan. Umat tampak bahagia menikmati makanan yang disediakan setiap lingkungan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan memperingati Tumbuk Ageng 64 tahun Gereja Babadan, akan diadakan pementasan seni tradisi ketoprak Sembada Budaya di halaman parkir baru belakang Gereja Babadan pada Senin 24 Agustu 2026 mulai pukul 19.00. (phj)
There is no ads to display, Please add some