Bahas Kimia Hijau dan Proses Sirkular untuk Ketahanan Lingkungan, Prodi Kimia FMIPA UII Gelar Konferensi Internasional

beritabernas.com – Sebanyak 112 makalah dari peneliti berbagai negara dipresentasikan dalam Konferensi Kimia Internasional, Bahas Kimia Hijau dan Proses Sirkular untuk Ketahanan Lingkungan yang ke-6 atau The 6th International Conference on Chemistry, Chemical Process and Engineering (6th IC3PE) secara hibrida di Auditorium Audio-Visual Perpustakaan Pusat, Gedung Mohammad Hatta, Kampus Terpadu UII, Selasa 29 September 2026.

Dalam forum 6th IC3PE 2026 yang dibuka oleh Wakil Rektor bidang Bidang Riset, Inovasi dan Kewirausahaan Prof Ir Eko Siswoyo ST MSc.ES PhD IPU ini menghadirkan pembicara kunci yakni Prof Jaebum Choo PhD dari Chung Ang University, Korea Selatan, Prof Samir Kumar Khanal PhD dari The Hong Kong University of Science and Technology, Dr Mehru Nisha dari Universiti Kuala Lumpur, Malaysia dan Prof Dr.rer.nat. Gereon Elbers dari FH Aachen University of Applied Sciences, Jerman.

Ketua Panitia 6th IC3PE 2026 Prof Dr Is Fatimah SSi MSi mengatakan, konferensi internasional ini digelar oleh Program Studi Kimia dan Program Studi Magister Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII. Tema konferensi ini diangkat karena pola hidup linier yang bertumpu pada siklus ambil, buat, pakai dan buang tidak lagi memadai di tengah perubahan iklim, menipisnya sumber daya, bertambahnya limbah dan pencemaran air.

Baca juga:

Menurut Is Fatimah, kimia hijau dan proses kimia sirkular menjadi fondasi penting untuk membangun ketahanan lingkungan, tetapi penerapannya menuntut kerja sama antara ilmuwan, industri, pembuat kebijakan, dan masyarakat.

Sementara Rektor UII Prof Dr Ir Hari Purnomo MT IPU ASEAN Eng dalam sambutan yang dikutip dari buku program mengatakan bahwa tema konferensi internasional ini sebagai ajakan bersama untuk mengubah cara manusia merancang, memproduksi dan mengonsumsi serta menekankan perlunya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri lintas negara.

Menurut Prof Is Fatimah, konferensi yang digelar bersama Himpunan Kimia Indonesia (HKI) dan HKI Cabang Yogyakarta ini mengangkat tema kimia hijau dan proses kimia sirkular untuk ketahanan lingkungan. Sebanyak 112 makalah dipresentasikan dalam konferensi tersebut, terdiri atas 81 presentasi oral dan 31 presentasi poster.

Peserta konferensi berasal dari kalangan dosen, peneliti lembaga riset, praktisi industri dan mahasiswa program sarjana, magister dan doktor dari 15 negara yang tersebar di kawasan Asia, Afrika, Oseania, Timur Tengah dan Eropa. Konferensi berlangsung secara hibrida, sehingga sebagian sesi diikuti peserta secara tatap muka di kampus UII dan sebagian lainnya secara daring.

Dalam sesi pleno, Prof Jaebum Choo PhD dari ChungAng University, Korea Selatan, membahas platform bioasai nanoplasmonik berbasis surface-enhanced Raman scattering (SERS) yang dikembangkan untuk diagnostik cepat di titik layanan kesehatan (point-of-care).

Kemudian, Prof Samir Kumar Khanal PhD dari The Hong Kong University of Science and Technology memaparkan pemanfaatan gelembung nano (nanobubble) di bidang pertanian dan pemulihan lingkungan. Sementara Dr Mehru Nisha dari Universiti Kuala Lumpur, Malaysia, mengulas senyawa bioaktif yang dihasilkan cacing parasit dan potensinya sebagai bahan terapi kanker pada masa depan. Sedangkan Prof Dr.rer.nat.Gereon Elbers dari FH Aachen University of Applied Sciences, Jerman, menyampaikan riset penghambat korosi ramah lingkungan dan pembersih logam berbahan ekstrak kulit biji tanaman, yang berangkat dari proyek penelitian remaja dalam kompetisi sains Jugend forscht di Jerman.

Para pembicara dan peserta The 6th International Conference on Chemistry, Chemical Process and Engineering (6th IC3PE) secara hibrida di Auditorium Audio-Visual Perpustakaan Pusat, Gedung Mohammad Hatta, Kampus Terpadu UII, Selasa 29 September 2026. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Selain pembicara kunci, enam pembicara undangan mengisi sesi paralel. Mereka berasal dari Universiti Malaya dan Universiti Teknologi MARA (Malaysia), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), King Fahd University of Petroleum & Minerals (Arab Saudi), serta UII. Topik yang dibahas antara lain sintesis titik karbon (carbon dots) dari limbah terung untuk mendeteksi ion nitrit, nanokomposit karbon nitrida untuk energi dan lingkungan, serta sensor untuk deteksi penanda penyakit.

Dalam presentasi, peserta dibagi ke dalam enam ruang paralel dengan fokus berbeda, mulai dari material hijau dan pemanfaatan biomassa, material penyimpanan energi dan fotokatalisis, kimia analitik dan biosensor, rekayasa proses dan bahan bakar berkelanjutan, nanomaterial untuk pengolahan air, hingga bahan alam dan kimia komputasi.

Sejumlah makalah mengangkat pemanfaatan limbah dan sumber daya lokal, di antaranya aerogel berbahan biochar jerami padi untuk menyerap tumpahan minyak, karbon aktif dari tandan pisang kepok untuk menyerap logam berat, degradasi zat warna pada limbah cair batik, bioplastik dari kulit jeruk dan tandan kosong kelapa sawit, serta simulasi produksi bahan bakar pesawat berkelanjutan dari minyak jelantah.

Makalah lengkap yang lolos penelaahan sejawat akan diterbitkan dalam prosiding konferensi oleh EDP Sciences yang terindeks Scopus. Sebagian makalah terpilih juga berpeluang terbit di jurnal nasional terakreditasi SINTA, yakni EKSAKTA: Journal of Sciences and Data Analysis, Walisongo Journal of Chemistry, dan Helium: Journal of Science and Applied Chemistry.

Sementara batas pengiriman naskah lengkap ditetapkan pada 10 Oktober 2026. IC3PE merupakan konferensi yang diselenggarakan secara berkala oleh Jurusan Kimia FMIPA UII. Tahun ini merupakan penyelenggaraan keenam, melanjutkan lima edisi sebelumnya yang prosidingnya juga terindeks Scopus. Pada akhir acara, panitia mengumumkan presenter terbaik dari setiap ruang dan poster terbaik. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *