beritabernas.com – Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih Sungai Kalimas di Surabaya, Jumat 6 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan upaya pemulihan sungai perkotaan sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan.
Aksi bersih tersebut merupakan bagian dari Korvei Kalimas 2026 dalam rangka Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas pemerintah sebagai gerakan nasional untuk memperkuat budaya bersih serta mempercepat penanganan persoalan sampah secara terintegrasi.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Staf Komando Garnisun Tetap III/Surabaya Brigjen TNI (Marinir) Danuri, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Nurkholis, serta unsur TNI, Polri, kejaksaan, kader Surabaya Hebat, komunitas lingkungan, dan masyarakat Kota Surabaya.
Rangkaian kegiatan diawali di kawasan Monumen Kapal Selam Surabaya dengan apel laporan dari Wali Kota Surabaya yang dilanjutkan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup kepada para peserta kegiatan. Setelah apel, Menteri bersama jajaran pemerintah daerah, unsur TNI–Polri, komunitas lingkungan, serta masyarakat melakukan kerja bakti atau korvei di sekitar kawasan tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan susur Sungai Kalimas sekaligus aksi bersih sungai dari Dermaga Monumen Kapal Selam menuju Dermaga Siola. Sebanyak 19 perahu dikerahkan untuk mendukung kegiatan ini dengan kapasitas enam orang per perahu, termasuk pengemudi, sementara empat perahu di antaranya disiapkan bagi tamu VIP.
Setibanya di kawasan Siola, Menteri bersama peserta kegiatan melanjutkan agenda dengan penanaman pohon cemara udang serta kerja bakti bersama warga Kelurahan Gemblongan.
Dalam keterangannya, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa kegiatan aksi bersih Sungai Kalimas dan kerja bakti lingkungan merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
“Kegiatan aksi bersih sungai dan kerja bakti lingkungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan,” ujar Menteri.
Hanif menambahkan, persoalan sampah dan pencemaran lingkungan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memperkuat budaya bersih sekaligus meningkatkan kepedulian kolektif masyarakat terhadap lingkungan.
Baca juga:
- Surabaya Mengendalikan 95 Persen Sampah
- Menteri Lingkungan Hidup Inginkan Surabaya Bersih Hingga Pinggiran
Menteri juga mengapresiasi kinerja Kota Surabaya dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan penilaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2025 oleh KLH/BPLH, Surabaya tercatat sebagai kota terbaik pertama di Indonesia dalam pengelolaan sampah dan masuk dalam kategori sertifikat menuju kota bersih.
Data KLH/BPLH menunjukkan timbulan sampah di Kota Surabaya mencapai sekitar 1.810,81 ton per hari, dengan sekitar 31,49 ton per hari atau 1,74 persen masih belum terkelola secara optimal.
Menurut Menteri, Surabaya diharapkan dapat terus menjadi kota percontohan nasional dalam pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kinerjanya agar kembali meraih penghargaan Adipura.
“Kota yang bersih tidak bisa diwujudkan hanya melalui satu kegiatan. Aksi bersih-bersih harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat,” katanya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penguatan program pengelolaan lingkungan di Kota Surabaya, khususnya dalam menjaga kebersihan sungai dan ruang publik.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan di Surabaya, terutama dalam menjaga kebersihan sungai dan ruang publik,” ujar Eri.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Jawa, Eduward Hutapea, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik dalam menjaga kebersihan sungai serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Surabaya, Menteri Lingkungan Hidup melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro. Di daerah tersebut, Menteri memimpin apel bersama sekitar 500 peserta sebelum melaksanakan kerja bakti di sejumlah lokasi, antara lain Pasar Wisata Bojonegoro, Pasar Burung Mliwis Putih, serta fasilitas pengolahan sampah TPS3R KSM Budi Daya Sampah.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kebersihan sungai, pasar, dan kawasan permukiman, sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (Yustinus Ade, Staf Pusdal Lingkungan Hidup Jawa)
There is no ads to display, Please add some