beritabernas.com – Untuk membahas peluang kolaborasi pelayanan keagamaan dan penguatan bidang pendidikan umat Katolik, Pemuda Katolik Komcab Sleman melakukan audiensi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Senin 23 Pebruari 2026.
Dalam pertemuan koordinasi itu, Pemuda Katolik Cabang Sleman yang dipimpin Petrus Eko Nugroho (Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sleman) diterima CB Ismulyadi, Pebimas Katolik Kantor Kemenag Sleman.
Pertemuan yang dihadiri masing-masing 7 perwakilan dan Dewan Pembina dari Pemuda Katolik Komcab Sleman dan Pebimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten Sleman menyoroti berbagai peluang pengabdian, khususnya potensi keterlibatan kader sebagai penyuluh Agama Katolik dan guru agama Katolik.
Baca juga:
- Ingin Memahami Perkembangan Hukum Pidana Nasional, Pemuda Katolik Sleman Gelar Diskusi Publik KUHAP Baru dan KUHP Nasional
- Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sleman Ikuti Kursus Kaderisasi Dasar
- Pemuda Katolik Sleman Minta Pemerintah Proaktif dalam Melindungi Hak-hak Beragama
Dalam sesi berbagi program bidang pendidikan, dibahas rencana penyelenggaraan kegiatan EKM se-Sleman di Seminari Tinggi dan penguatan kaderisasi pelajar melalui pertemuan di setiap rayon. Program ini menyasar pelajar dari sekolah negeri dengan tujuan membangun regenerasi kepemimpinan iman. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan pendamping, sehingga direncanakan proses rekrutmen pendamping baru.
Pertemuan juga menyoroti kebutuhan tenaga pelayanan di sekolah dasar akibat banyaknya guru yang telah memasuki masa purna tugas. Selain bidang pendidikan, pelayanan sosial dan pastoral turut menjadi perhatian, meliputi pendampingan rutin bagi pasien di tiga rumah sakit besar di Sleman, pelayanan di lembaga pemasyarakatan, pendampingan anak binaan di bawah umur, serta pelayanan bagi orang dengan gangguan jiwa di panti rehabilitasi.
Secara umum, keterbatasan waktu dan tenaga menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pelayanan. Namun demikian, terbuka peluang penguatan peran penyuluh agama Katolik di berbagai bidang serta pengembangan tenaga pendidik melalui mekanisme yang berlaku, termasuk jalur guru tidak tetap dan kesempatan bagi lulusan S1 untuk mengikuti seleksi PPPK.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan keagamaan, pendidikan, serta keterlibatan aktif umat Katolik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some