Belajar Kelola Wisata Heritage, Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Studi Banding ke Kota Cimahi

beritabernas.com – Komisi B DPRD Kota Yogyakarta melakukan studi banding ke Kota Cimahi, Jawa Barat pada 6 Pebruari 2023. Studi banding yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro dari Fraksi PDI Perjuangan ini untuk belajar mengelola wisata heritage.

Salah satu wisata heritage yang akan dirintis dan dikembangkan di Kota Yogyakarata adalah Wisata Heritage Sepur di Pengok, Kota Yogyakarta.

Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta yang dikutip beritabernas.com dari akun instagram Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta, Selasa 7 Pebruari 2023, mengatakan, dalam kunjungan itu mereka diterima oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkot Cimahi. Kunjungan ke Kota Cimahi dilatar belakangi untuk belajar bersama tentang pengelolaan wisata heritage.

Menurut Fokki-sapaan Antonius Fokki Ardiyanto- pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, Cimahi merupakan daerah yang dilalui oleh Jalan Raya Pos untuk keperluan militer. Posisi Cimahi dipilih karena letaknya yang strategis, dekat dengan persimpangan jalur kereta api.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro SE, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP dan Ipung Purwandari, SH saat berkunjung ke Kota Cimahi. Foto: IG@fraksipdipkotajogja

Cimahi juga dipilih karena berfungsi sebagai gerbang pertahanan untuk melindungi pangkalan udara militer dan Kota Bandung. Sebagai daerah yang hanya seluas 40 km2 dengan 3 kecamatan dan 15 kalurahan, untuk meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kota Cimahi harus kreatif dan dengan julukan kota militer maka dikembangkanlah wisata heritage militer.

Wisata heritage militer meliputi Loji, Gedong Dalapan, RS Dustira, Stasiun Cimahi, De Historich, Penjara Poncol, Gudang Amunisi, Ereveld/Kerkhof.

Fokki mengatakan bahwa pihaknya dapat belajar banyak tentang berbagai hal di Kota Cimahi untuk mengembangkan potensi wisata sepur yang ada di kawasan Pengok. Hal ini mengingat bahwa bicara kawasan selain di situ, ada bengkel kereta api yang dibangun sejak zaman Belanda. Selain itu ada pabrik cerutu Tarumartani dan RS Tentara DKT yang semuanya juga dibangun pada masa Belanda.

“Lebih menarik lagi bila digabungkan dengan paket wisata di kawasan Kotabaru dimana banyak bangunan heritage masa kolonial,” kata Fokki.

Fokki mengatakan harus ada keseriusan dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang tidak punya sumber alam sama sekali untuk mengembangkan secara kreatif destinasi wisata baru dalam hal ini kawasan Pengok dan kawasan Kotabaru.

Kawasan ini bisa menjadi destinasi andalan wisatawan baru di Kota Yogyakarta dengan unggulan kereta api dan bangunan heritage serta cerutu.

Untuk itu, Fokki akan mendorong supaya serius Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk mengembangkan ini dan tentu saja daya dukung anggaran dari APBD akan ditingkatkan untuk dapat berhasil karena muaranya adalah sesuai amanat konstitusi yaitu memajukan kesejahteraan umum. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *