Butuh Keterampilan dan Kesabaran dalam Mendampingi Lansia agar Bahagia Sepanjang Masa

beritabernas.com – Setiap orang menginginkan bahagia hingga lanjut usia (lansia). Maka perlu dukungan berbagai pihak untuk mewujudkannya, mulai dari keluarga, tetangga hingga pihak di luar kewilayahan yang memiliki komitmen membahagiakan lansia. Bahagia itu tidak terlalu khawatir dengan masa depan. Berpikir selalu ada jalan keluar.

Hal tersebut ditegaskan Executive Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Dwi Endah saat menutup Pelatihan Kader Home Visit pada Perawatan Jangka Panjang Lansia bagi kader dan warga lansia Padukuhan Pokoh, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Sabtu, 17 Juni 2023.

Dwi Endah menerangkan, kegiatan selama Januari hingga Mei 2023 mengajak kader lansia di Pokoh melakukan pelatihan dan home visit. Sedang di tempat lain hanya mendapat materi. Ada tiga aspek yang dikembangkan dalam pelatihan kader ini, yakni kognitif, afektif dan psikomotor. Selain itu, memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kader dalam pendampingan keluarga merawat lansia. “Harapan kami, semoga kegiatan ini berlanjut. Juga tertib dalam administrasi dan pencatatan,” kata Endah.

Dalam menjalankan program tersebut, IRL bekerjasama dengan Unika Atma Jaya Jakarta, University Sauthampton, Economic & Social Research Council (ESTC) dan Padukuhan Pokoh.

Kader Lansia Padukuhan Pokoh, Wedomartani, Ngemplak, Sleman mengukuti acara penutupan Pelatihan Kader Lansia yang diselenggarakan Indonesia Ramah Lansia (IRL), Sabtu (17/6/2023). Foto: AG Irawan/beritabernas.com

Kepala Pusat Penelitian Kesehatan FKIK Unika Atma Jaya Jakarta Yvonne Suzy Handajani melalui sambungan zoom meeting mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan kader lansia di Pokoh. “Di Yogyakarta ini ada kegiatan home visit yang cukup mengesankan bagi saya. Para kader langsung mempraktekkan keterampilan yang didapatkan selama pelatihan. Sehingga kesehatan lansia akan mudah terdeteksi. Saya berharap kegiatan semacam ini bisa berlangsung di tempat lain. Juga dari IRL dapat terus memberi motivasi dan pembinaan,” terangnya.

Sementara Dukuh Pokoh Sumartana menaruh harapan besar agar kegiatan pendampingan lansia ini bisa berkembang sampai ke tingkat kalurahan. “Kegiatan ini jika bisa dikembangkan ke tingkat kalurahan tentu akan lebih bagus dan lebih bermanfaat,” harapnya.

BACA JUGA:

Salah satu kader lansia Padukuhan Pokoh, Sujito (63) mengungkapkan, dirinya dulu tidak tahu apa itu home visit. “Sekarang saya sudah tahu manfaatnya. Kalau bisa, ilmu di kader ini nular ke tetangga padukuhan lain,” kata dia.

Hal senada disampaikan Suharni (70). Pensiunan guru Sekolah Dasar (SD) ini merasa senang bisa bergabung menjadi kader lansia. “Ya saya senang bisa mengunjungi lansia lain. Kebetulan saya berkunjung ke rumah Bu Pariyah. Dia sudah sepuh. Jalan sudah dibantu dengan kursi plastik. Dia punya satu anak tapi hingga belasan tahun belum pernah pulang. Saya akan mengusulkan bantuan alat bantu jalan,” ungkapnya.

Kader lansia menyampaikan kesan dan pengalamannya saat melakukan home visit selama program pelatihan berlangsung, Sabtu (17/6/2023). Foto: AG Irawan/beritabernas.com

Sementara Kamituwa Kalurahan Wedomartani Mujiburochman S.Ag MA mengatakan lansia di desanya harusberbahagia. Yang tak kalah penting yang momong lansia juga harus bahagia. Karena merawat lansia butuh kesabaran dan keterampilan khusus. Kalau lansia itu tidak memiliki keluarga kita harus mendampingi mereka. “Kita pengin desa kita ini jadi desa yang ramah lansia,” kata dia.

Dalam acara tersebut juga diberikan sertifikat penghargaan kepada sejumlah kader lansia. Mulai dari kader berprestasi, kader komunikatif, kader rajin kunjungan, kader riang dan murah hati.

Juga ada ada kader dengan kategori semangat positif dan rajin, kader pendengar yang baik, kader ramah dan perhatian, kader energik dan lincah, kader muda dan rapi administrasi, kader senior dan berjiwa terbuka, serta kader mau belajar. (ag irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *