beritabernas.com – Dengan dukungan cuaca yang sangat bersahabat, tidak hujan dan tidak panas, kegiatan mlampah ziarah atau Walking Marathon de Sendangsono (WMSS) yang ke-7 pada Minggu 18 Januari 2026 berlangsung sukses.
Para peserta WMSS#7 yang berjumlah 300 orang merasa nyaman dengan cuaca tersebut sehingga hampir semua peserta sampai finish di Gua Maria Lourdes Sendangsono, Kalibawang, Kulonprogo, DIY dengan aman dan sukses.
Baca juga:
- Di Bawah Guyuran Hujan, 410 Peserta Mlampah Ziarah Tetap Semangat dan Sukses Sampai Finish di Sendangsono
- Tiada Hari Tanpa Mlampah Ziarah, Kurang Gawean?
- Komunitas Mlampah Ziarah Akhiri Tahun 2025 dengan Penuh Sukacita dan Kegembiraan
“Ini berkat doa Suster Agustin tadi pagi yang memohon agar cuaca hari ini bersahabat, tidak turun hujan juga tidak panas. Karena kemarin sore hingga malam Jogja diguyur hujan lebat. Puji Tuhan doa Suster Agustin dikabulkan,” kata Roni Romel, Ketua Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) dalam sambutan usai perayaan Ekaristi di Kapel Gua Maria Sendangsono, Minggu 18 Januari 2026 petang.
Sebelum berangkat dari Tugu Jogja pukul 05.00 WIB, Minggu 18 Januari 2026 pagi, sempat terjadi hujan rintik-rintik. Sebagian peserta sempat berteduh di trotoar tepi barat sudut persimpangan Tugu Jogja. Bahkan ada yang sempat khawatir akan turun hujan dan mengantisipasinya dengan mengenakan mantol plastik. Namun, hal itu tidak berlangsung lama dan cuaca kembali bersahabat, tidak hujan juga tidak panas bahkan sepanjang perjalanan hingga finish.

Sekitar 15 menit sebelum start atau berangkat, para peserta yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Surabaya, Semarang, Solo, Jogja dan sebagainya itu mengikuti doa yang dipimpin Suster Agustin. Dalam doanya, Suster Agustin memohon penyertaan Tuhan dengan perantaraan Bunda Maria dan Yesus Kristus agar menyertai dan melindungi para peserta mlampah ziarah sehingga tiba di Sendangsono dalam keadaan sehat dan selamat.
Selain itu, Suster Agustin memohon agar diberikan cuaca yang sejuk, tidak hujan dan tidak panas, agar para peserta merasa nyaman selama dalam perjalanan sampai finish di Sendangsono. Dan doa tersebut benar-benar terkabul. Cuaca sangat bersahabat, tidak hujan juga tidak panas.
Romo Iswahyudi Pr yang memimpin perayaan Ekaristi dalam kotbahnya mengatakan, kegiatan mlampah ziarah dengan jumlah peserta yang terus bertambah bisa berjalan karena ada yang menggerakkan. Selain itu, karena kesadaran diri dari para peserta. Sehingga meski perjalanan yang begitu jauh dan melelahkan, namun karena ada yang menggerakkan dan didukung oleh kesadaran diri masing-masing, maka para peserta bisa melewati dengan sukses, bisa sampai finish dengan aman dan selamat.

“Penyadaran diri menjadi penting sehingga kita bisa mengontrol diri kita, bisa berjalan setapak demi setapak, langkah demi langkah menuju sebuah perutusan panggilan hidup kita,” kata Romo Iswahyudi menguraikan makna bacaan Surat Rasul Santo Paulus kepada Jemaat di Korintus.
Secara umum kegiatan WMSS yang ketujuh ini berjalan lancar dan sukses. Salah satu indikator kesuksesan itu adalah hampir semua peserta sampai finisih dengan selamat tanpa evakuasi, meski ada beberapa yang terpaksa dievakuasi dengan kendaraan karena berbagai alasan, di antaranya karena mengalami kram di bagian kaki.
Setelah perayaan Ekaristi yang diikuti sebagian besar peserta, kegiatan WMSS#7 ditutup dengan foto bersama di depan kapel usai misa lalu pulang menggunakan 30 unit shuttle bagi 207 peserta dan selebihnya menggunakan kendaraan pribadi. (phj)

