Dua Tokoh Memberi Pengantar Bukunya, Guru MTsN 3 Bantul Merasa Tersanjung

beritabernas.com – Guru MTsN 3 Bantul Drs Sutanto merasa tersanjung karena buku karyanya yang terbaru diberi pengantar oleh dua tokoh. Naskah buku solo ke-19 yang berjudul Gurit Lima Lima diberi pengantar 2 tokoh publik, Dr KRT Akhir Lusono S.Sn MM (Pegiat Gurit dan Fasilitator Mahasiswa Mancari Ilmu) dan Fuzna Marzuqoh SH (Motivator Nasional dari Magelang).

Seperti karya sebelumnya, guru yang hobi catur ini setia membuat buku melalui Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati.

Fuzna Marzuqoh SH, Motivator Nasional dari Magelang. Foto: Istimewa

“Saya merasa gembira dan sangat tersanjung penggurit sekaliber Pak Akhir Lusono dan Motivator ternama Mbak Fuzna Marzuqoh berkenan memberi pengantar di buku solo saya yang ke-19,” tutur Sutanto di kediamannya Celep Srigading, Sanden, Bantul, Selasa 16 Mei 2023.

Dalam pandangan Akhir Lusono, Sutanto adalah sosok yang selalu disanjung karena gairahnya menulis yang tidak pernah redup. Menulis seolah menjadi bagian hidup yang membahagiakan. Menyetel menulis sebagai kegiatan yang sarat makna. Sutanto adalah pribadi yang kuat dalam menjalankan aktivitas kepenulisan. Maka tidak mengherankan jika kali ini pun lahir tulisannya berupa geguritan.

“Geguritan yang ditulis beliau, niscaya bermakna. Memiliki hulu dan hilir yang memikat sidang pembacanya. Goresan alam pikiran yang selalu diasah juga diasuh agar senantiasa hidup dan menghidupkan. Tulisan yang tidak jauh panggang dengan api. Namun barisan kalimat yang berbobot yang dekat dengan kehidupan kita sehari hari. Memotret beragam genre. Memfoto warna warni kehidupan. Dipintal menjadi hidup dan menggairahkan. Alam pikiran menjadi bertumbuh tidak mati dimakan ilalang. Namun alam pikiran yang tetap menggenggam api semangat,” puji Akhir.

Dr KRT Akhir Lusono S.Sn MM, Pegiat Gurit dan Fasilitator Mahasiswa Mancari Ilmu. Foto: Istimewa

Ketika membaca judul buku tersebut, Fuzna Marzuqoh mengira bahwa buku tersebut berisi 55 buah geguritan karya pak Sutanto. Namun ternyata buku ini berisi 100 geguritan yang sangat indah dan syarat makna. Angka 55 ternyata merujuk pada usia Sutanto yang pada tahun 2023 ini genap 55 tahun.

“Pak Tanto menandai usianya dengan membuat buku gurit yang menginspirasi. Gurit 55 yang merupakan buku ke-19 pak Tanto ini sangat sarat makna. Penuh nuansa religi dan penghamban pada Allah, Tuhan semesta alam. Bila anda pecinta untaian kata penuh makna, membaca buku Gurit 55 ini seperti menemukan air sejuk penghilang dahaga. Selamat untuk Pak Tanto, panjang yuswa, hidup bahagia, mulia dan terus menginspirasi dunia dengan untaian kata bermakna,” kata Fuzna. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *