beritabernas.com – Empat akademisi FH UII menghadiri kegiatan akademik dengan skala internasional yakni the Meeting and Seminar of “IP Collegium” Tokyo, Japan 2026 atas undangan Japan Institute for Promoting Invention & Innovation (JIPII).
Keempat akademisi FH UII yang menghadiri kegiatan ilmiah berskala internasional the Meeting and Seminar of “IP Collegium” Tokyo itu adalah Prof Dr Budi Agus Riswandi SH M.Hum, Prof Nandang Sutrisno, SH M.Hum LLM PhD, Dodik Setiyawan Nurheriyanto SH M.Hum LLM PhD dan Galih Ramadhan SH M.Hum LLM.
IP Collaqium Tokyo 2026 itu sendiri diadakan oleh JIPII Japan dengan nama program Meeting dan Seminar of IP Collegium di Tokyo, Jepang, pada Kamis-Jumat, 12-13 Februari 2026.
Pada hari pertama meeting membahas tentang Application of AI in the Acquisition and Utilization of IPRs yang dihadiri oleh para ahli hak kekayaan intelektual (akademisi dan praktisi) dari beberapa negara, seperti Jepang, India, Pilipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, Mesir, Indonesia, Myanmar, Singapura. Para ahli ini melakukn presentasi dan berdiskusi mengenai perkembangan pengaturan AI dan hak kekayaan intelektual di masing-masing negara.
Baca juga:
- Gelar Workshop, FH UII dan Universiti Kebangsaan Malaysia Perkuat Kolaborasi Riset
- Cultural Program 2026, Mahasiswa Asing FH UII Eksplorasi Budaya dan Sejarah di Magelang
- Bangun Ekosistem Hukum Terintegrasi Berbasis Teknologi, FH UII Meluncurkan Law UII App
Sementara pada hari kedua seminar tentang How can Japanese Environmental Technologies be Effectively Applied to Real Environmental Challenges Around the World. Dalam kegiatan ini disampaikan berbagai praktik baik mengenai pengembangan invensi di bidang lingkungan oleh para narsumber dari beberapa Perusahaan ternama di jepang, termasuk para inventor yang sudah berhasil menerapkan invensi di bidang lingkungan, terutama berkaitan dengan teknologi pengolahan air.
Dari kegiatan ini akademisi FH UII memperoleh banyak informasi dan wawasan yang sangat bermanfaat atas perkembangan hukum AI di berbagai negara dan berbagai praktik baik yang berkaitan dengan penerapan invensi yang sudah dilindungi paten dan dikontribusikan guna meningkatkan kebutuhan air di lingkungan masyarakat global.
Pada kesempatan itu, Prof Budi Agus Riswandi yang mewakili akademisi FH UII dalam bidang hak kekayaan intelektual menyampaikan pandangannnya bahwa forum seperti IP Collegium Tokyo dapat menjadi contoh baik, bagaimana IP dikaji lintas negara sekaligus ajang untuk membuktikan bahwa IP memiliki praktik baik bagi masyarakat secara luas, hingga lingkungan global.
Karena itu, ia berharap Indonesia yang sekarang sedang giat mengembangkan program hilirisasi Saintek juga dapat mengembangkan forum-forum serupa agar tujuan dan niat mendorong Saintek yang bermanfaat bagi masyarakat dapat diwujudkan secara nyata, termasuk bagaimana pendekatan IP (intellectual property) benar-benar menjadi tools strategis dalam mengawal proses hilirsasi Saintek tersebut. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some