beritabernas.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung harus segera mengambil langkah tepat untuk menangani bajir rob yang terjadi beberapa hari terakhir. Banjir rob yang kembali terjadi di pesisir utara Jakarta harus segera diatasi.
“Gubernur DKI Jakarta harus bertanggung jawab dengan mengambil langkah tepat untuk penanganan banjir rob, dan menarik ucapannya karena dinilai cuci tangan atas kewajibannya sebagai Gubernur,” kata Robertus Juan, salah satu masyarakat yang juga aktivis mahasiswa PMKRI.
Sebelumnya, isu kebocoran tanggul menjadi perhatian bersama, khususnya warga Jakarta, setelah sempat viral di media sosial akibat kondisi kritis tanggul laut di kawasan pesisir Muara dan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa kebocoran tanggul tersebut bukan merupakan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, melainkan Pelindo.
Menurut Juan, penanganan banjir rob harus menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta menjelang akhir tahun mengingat adanya potensi kenaikan permukaan air laut ke wilayah penduduk. Potensi banjir rob diprediksi berlangsung hingga satu minggu ke depan. Daftar daerah yang terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Kamal, Penjaringan, Pademangan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok dan Kepulauan Seribu.
Baca juga:
- Merespons Isu Pencemaran Lingkungan, Pusdal LH Jawa Bahas Solusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
- Kualitas Air Sungai Brantas Menurun, Rakernis Pusdal LH Jawa Bahas Penanganan Terpadu
“Saya memberikan solusi jangka pendek untuk tanggul eksisting dapat dinaikkkan, kemudian mendorong pelajar, pemuda, seluruh elemen masyarakat, dan pemerintah bergandengan tangan menanam mangrove-merestorasi rawa sebagai pencegahan alami jangka panjang” ungkap Juan.
Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta juga perlu mendorong pembangunan tanggul raksasa atau Giant Sea Wall dengan menguatamakan riset ilmiah dan lingkungan hidup.
Oleh karena itu, seluruh masyarakat Jakarta tanpa terkecuali harus tetap waspada dan membangun solidaritas satu sama lainnya untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan potensi banjir beberapa wilayah di Indonesia. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some