beritabernas.com – Hampir tiada hari tanpa ziarah. Setidaknya dalam dua hari terakhir, Sabtu dan Minggu, 20-21 Desember 2025, Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) yang dipimpin Roni Romel melakukan ziarah dengan jalan kaki di dua tempat ziarah yang berbeda.
Pada Sabtu 20 Desember 2025, kegiatan mlampah ziarah yang diprakarsai sejumlah volunteer (relawan) anggota Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) di bawah koordinasi Mbak Rika melakukan ziarah jalan kaki dari Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman, DIY ke Gua Maria Sringningsih, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.
Baca juga:
- Di Bawah Guyuran Hujan, 410 Peserta Mlampah Ziarah Tetap Semangat dan Sukses Sampai Finish di Sendangsono
- Komunitas Mlampah Ziarah akan Berbagi Berkat dengan PIA dan PIUD Paroki Promasan
Sementara pada Minggu 21 Desember 2025, ziarah dengan jalan kaki yang dipimpin Ketua Komunitas Mlampah Ziarah Roni Romel melakukan ziarah ke Gua Maria Bunda Gereja Jurang Metes Sedayu, Bantul dengan start dari Tugu Jogja.
Gua Maria Sriningsih
Dalam kegiatan ziarah ke Gua Maria Sriningsih Prambanan, Klaten, Sabtu 20 Desember 2025, 22 peserta yang sebagian besar merupakan relawan dan beberapa anggota KMZ menyusuri jalan kampung yang menanjak dari Candi Banyunibo hingga obyek wisata Tebing Breksi dan Candi Ijo di puncak bukit.

Di bawah udara yang sejuk, para peserta menikmati perjalanan dengan pemandangan yang sangat indah. Hamparan sawah, rimbunan pepohonan hijau di bukit-bukit di seberang sana dan deretan rumah di wilayah Jogja menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan.
Sehingga meski cukup melelahkan karena melewati beberapa tanjakan yang cukup tajam, namun para peserta bisa melewatinya dengan penuh sukacita dan kebahagiaan. “Udara sejuk dan pemandangan yang sangat indah membuat perjalanan ziarah ini sangat membahagiakan. Sehingga jalan menanjak yang cukup tajam tak terasa,” kata Agnes Widha Tesiana, salah satu peserta mlampah ziarah asal Solo.
Setelah melewati jalan tanjakan hingga Candi Ijo, para peserta mulai lega karena melewati jalan mendatar lalu jalan menurun hingga Gua Mari Sriningsih. Di sepanjang jalan, para peserta sering berhenti untuk mengabadikan pemandangan indah dengan foto bersama atau membuat video.

Setelah sampai di Gua Maria Sriningsih, mereka istirahat sejenak untuk minum teh hangat dan makanan ringan di warung-warung yang ada di kompleks Gua Maria Sriningsih. Setelah itu, mereka melakukan doa rosario bersama, lalu foto-foto dan kemudian pulang dengan berjalan kaki kembali ke titik start semula di Candi Banyunibo. “Sungguh perjalanan ziarah yang luar biasa indah dan menyenangkan,” kata Maria, peserta ziarah lainnya asal Papua.
Gua Maria Jurang Metes
Sehari kemudian atau Minggu 21 Desember 2025, sebagian anggota Komunitas Mlampah Ziarah yang dipimpin Ketua KMZ Roni Romel bersama sejumlah relawan melakukan ziarah jalan kaki dari Tugu Jogja ke Gua Maria Bunda Gereja Jurang Metes Sedayu, Bantul.
Dengan menempuh perjalanan hampir 17 kilometer, sekitar 50 peserta menyusuri jalan-jalan kampung, melewati hamparan sawah dengan latar belakang pemandangan Gunung Merapi yang indah di ujung utara.
Seperti kegiatan mlampah ziarah ke tempat-tempat lainnya, para peserta ziarah selalu mengabadikan momen indah dengan foto bersama atau video ketika melihat titik yang dinilai sangat indah. Keceriaan, canda tawa bahagia selalu mewarnai perjalanan sehingga udara panas, terutama sejak Depo Pertamina Rewulu lalu menyeberang Jalan Wates untuk kemudian berbelok ke jalan menuju Gua Maria Bunda Gereja Jurang Metes tak terasa jauh.

“Yang menemukan rute ini sungguh sangat liar biasa. Mereka bisa menemukan jalan-jalan sempit dengan pemandangan indah di sekelilingnya,” kata salah seorang peserta.
Para peserta semakin bahagia ketika memasuki area Gua Maria Bunda Gereja Jurang Metes Sedayu sekitar pukul 08.40 WIB. Selain suasananya hening karena berada di tengah-tengah hutan alami yang rimbun, udaranya pun sangat sejuk. Di taman doa yang indah ini, suasana kekeluargaan dan persaudaraan di antara peserta sangat kental dan terasa. Candaan dan gojekan membuat suasana semakin akrab.
“Di komunitas ini saya menemukan rasa kekeluargaan dan persaudaraan yang sangat kental. Saya tidak menemukan hal seperti ini di komunitas lainnya,” Dei Susilo, salah satu fotografer handal anggota Komunitas Mlampah Ziarah dala sesi sharing pengalaman usai doa rosario dan makan bersama.
Ketua Komunitas Mlampah Ziarah Roni Romel pun mengucapkan terima kasih kepada semua anggota Komunitas Mlampah Ziarah yang selama ini sangat patuh dan taat pada aturan komunitas. Hal ini sangat membantu dalam menjaga nama baik komunitas dengan kegiatan utama Walking Matathon de Sendangsono (WMSS) yang diadakan rutin setiap bulan sejak Juli 2025.

Ia juga beriterima kasih kepada Adityo Pamor yang menyediakan nasi kotak untuk makan siang bagi seluruh peserta mlampah ziarah dari Tugu Jogja ke Gua Maria Bunda Gereja Sedayu dan Mas Obet yang menyediakan teh panas maupun snack berupa jagung manis dan tela godog.
“Di komunitas ini banyak orang yang baik hati. Mereka dengan sukarela memberikan bantuan dalam bentuk apapun, seperti hari ini kita mendapat makanan, minuman dan snack. Mereka adalah orang-orang yang baik hati,” kata Roni Romel yang juga pendiri Komunitas Mlampah Ziarah bersama AM Kuncoro, Stevanus Hening dan Anastasia Meilani.
Setelah rangkaian acara selesai, para peserta pun pulang ke rumah masing-masing dengan menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. (phj)
There is no ads to display, Please add some