beritabernas.com – Prof Dr Adiwijaya S.Si MSi, Professor di bidang Data Science Telkom University dan Rektor Telkom University periode 2018-2025, mengatakan, pentingnya memanfaatkan teknologi untuk menjawab persoalan masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan dan pemantauan kesehatan.
Ia mencontohkan penggunaan sistem informasi dan dasbor real-time untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan sosial yang dihadapi.
Hal itu disampaikan Prof Adiwijaya dalam kuliah umum yang diadakan Program Studi Informatikan, Prog Magister Informatika UII dengan tema Intelligent Data and Innovation to Achieve Sustainable Development Goals (SDGs), Selasa 25 November 2025.
Pada kesempatan itu, Prof Adiwijaya memaparkan pandangan strategis mengenai peran inovasi teknologi dalam meningkatkan efisiensi operasional, menghadapi tantangan nasional dan mendorong pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Ia mengatakan, inovasi merupakan fondasi bagi perusahaan untuk bertahan dalam persaingan global. Ia menyoroti berbagai praktik terbaik dunia, termasuk pemeliharaan prediktif Toyota, transformasi bisnis Netflix dari penyewaan film menjadi platform streaming, dan desain produk inovatif Apple. Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mempertahankan keunggulan kompetitif.
Sementara pada sektor kesehatan, ia menyoroti pentingnya teknologi pemantauan kepatuhan obat bagi pasien tuberkulosis sebagai upaya menekan angka ketidakpatuhan yang berdampak pada keberhasilan terapi.
Prof Adiwijaya mengajak peserta untuk mengoptimalkan analisis data dalam mendukung pengambilan keputusan pemerintah, khususnya terkait kemiskinan, kesenjangan dan korupsi. Ia menegaskan bahwa inovasi harus berkelanjutan, terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi. Ilmu yang didapat hari ini harus diterapkan untuk menciptakan masa depan Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan,” kata Prof Adiwijaya.
Baca juga:
- Kehadiran Prodi Manajemen Rekayasa FTI UII untuk Menjawab Kebutuhan Industri Modern
- Kembangkan Model Strategi Pencegahan dan Perlindungan K3 pada UMKM, Ahmad Padhil Raih Gelar Doktor di Program DRI FTI UII
Prof Adiwijaya juga menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia di bidang kesehatan dan keamanan siber. Ia menyebut pentingnya teknologi untuk meningkatkan deteksi penyakit paru-paru, penanganan aritmia, serta mencegah penipuan digital yang semakin marak.
Ia mendorong peningkatan literasi bisnis di kalangan UMKM agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus dicapai tanpa menimbulkan beban sosial baru. Untuk itu, perspektif perusahaan perlu lebih luas dan berorientasi kebutuhan masyarakat.
Sementara Dr Ahmad Luthfi S.Kom M.Kom, Manajer Akademik Keilmuan Program Studi Informatika, Program Magister FTI UII, mengatakan, perkembangan teknologi digital, khususnya di bidang big data, artificial intelligence (AI), machine learning dan data-driven innovation, telah membuka peluang signifikan dalam mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 60% negara di dunia telah mengintegrasikan analitik data dalam perumusan kebijakan (UN-DESA, 2023), sementara pemanfaatan AI di sektor kesehatan mampu meningkatkan efisiensi deteksi penyakit hingga 30–40% (WHO, 2024).

Di sisi lain, teknologi monitoring berbasis IoT dan data prediktif membantu negara-negara menurunkan emisi karbon rata-rata 15–20% (IEA, 2024). Fakta ini menegaskan bahwa intelligent data bukan sekadar alat, tetapi juga katalis inovasi untuk pembangunan berkelanjutan.
Dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya Program Magister Informatika, pemahaman terhadap penerapan intelligent data menjadi relevan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis, inovasi digital, dan penerapan teknologi untuk isu-isu keberlanjutan.
Karena itu,, Program Studi Informatika, Program Magister FTI UII melaksanakan Kuliah Umum agar mahasiswa memperoleh peningkatan kapasitas analitik dan penguasaan pendekatan data-driven decision making melalui pemahaman big data dan AI untuk proyek keberlanjutan.
Kesempatan riset juga semakin luas pada bidang e-government, e-health, climate tech, dan smart city sekaligus memperkuat daya saing karier di tengah transformasi digital yang berfokus pada SDGs. Selain itu, mahasiswa mendapatkan pengalaman menghadapi tantangan nyata sehingga mampu merancang solusi berbasis data yang bernilai sosial, serta memperluas jejaring akademik maupun profesional dengan para pemangku kepentingan terkait SDGs. (phj)

