Membaca Pergerakan Geng Mafia dan Buzzernya

Oleh: Saiful Huda Ems

beritabernas.com – Karena dipergokinya korban yang telah melakukan kegiatan spionase terhadap kegiatan korupsi bosnya, dan yang hendak diam-diam akan dilaporkan oleh korban ke atasan yang dipercayainya, hingga kemudian ia dibunuh secara sadis dan kejam, maka ini motifnya sudah tergolong sebagai motif korupsi.

Korupsi itu kejahatan berkomplot dan terorganisir (organized crime) tidak mungkin dilakukan sendirian. Oleh karena itu, meskipun sang bos sudah dilucuti semua jabatannya, ia kemungkinan masih bisa leluasa bergerak mengatur komplotannya untuk dapat mengatur kasus ini agar menjadi meringankan baginya dan istrinya.

Di dunia mafia, seorang bos bisa dengan mudah mengatur komplotannya meskipun ia tengah berada dalam tahanan. Orang kepercayaan atau kurirnya akan menyamar dengan berbagai cara dan memanfaatkan celah untuk bisa berkomunikasi dengan bosnya. Itulah mengapa banyak lembaga yang semula sudah malu karena turut serta menyebarkan motif palsu pelecehan seksual hingga ditertawakan oleh jutaan masyarakat, mereka lalu mencoba menghapus motifnya dan tiba-tiba mengungkap lagi motif palsu tersebut yang ditambahi dengan kekerasan seksual.

Tidak berhenti sampai di situ, buzzer geng mafia yang awalnya berdiam diri dalam kasus ini tiba-tiba menyerang para pengacara yang berseberangan dengan geng mafianya. Kemudian setelah netizen mencaci makinya, karena selain buzzer berdiam diri dari kasus ini dan hanya sesekali menyerang para pengacara yang berseberangan dengan bos dan geng mafianya, maka buzzer mulai berbicara dan hanya berani menertawakan komplotan geng mafia yang paling lemah dan berambut karpet hitam, yakni kakek yang menyamar jadi kakak. Tidak apa-apa, asal jangan pakai nama Kak Soto Lamongan saja.

Seru, sangat seru sekali kasus kematian seorang Polisi muda, jujur dan lahir dari keluarga sangat sederhana yang datang dari kampung yang sangat jauh dari Ibu Kota ini. Haqul yakin, bukan hanya Presiden, Menko Polhukam dan kita semua masyarakat biasa yang terang-terangan atau diam-diam bersimpati dan berempati pada sosok korban yang telah dibunuh, namun percayalah pastinya banyak pula Polisi jujur dan bersih yang diam-diam bersimpati dan berempati pada korban yang telah dibunuh secara kejam itu.

Semoga bangsa ini dilindungi oleh Tuhan, dan semoga pula kelompok-kelompok yang selama ini anti Demokrasi, anti Pancasila dan anti NKRI tidak memanfaatkan kasus ini untuk mendelegitimasi pemerintah khususnya institusi Polri. Kejahatan komplotan mafia yang mengambil keuntungan besar dari korupsi dan berbagai bisnis hitam, itu kejahatannya sama, sejajar dengan mereka yang melakukan kegiatan radikalisme dan terorisme.

Mereka semua sama-sama anti kemanusiaan dan penghambat kemajuan. Siapapun yang mendukung salah satunya terlebih mendukung keduanya, berarti mereka setan dengan topengnya yang berbeda !…(Saiful Huda Ems (SHE), Lawyer dan Pemerhati Politik, Ketua Umum Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI, HARIMAU PERUBAHAN)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *