Milad ke-83 UII Tahun 2026 Sangat Istimewa

beritabernas.com – Peringatan Milad ke-83 UII tahun 2026 sangat istimewa karena bersamaan dengan pemilihan rektor baru menggantikan Prof Fathul Wahid ST MSc PhD yang segera habis masa bakti periode kedua atau selama 8 tahun. Sesuai jadwal, pemilihan rektor baru UII akan dilakukan pada Maret 2026.

Milad ke-83 UII tahun 2026 mengangkat tema Harmoni untuk Jejak Lestari. Menurut Rektor UII Prof Fathul Wahid, tema ini mengandung makna mensyukuri masa lalu, menjalani masa kini dan optimis untuk masa depan.

“Tema yang diangkat pada Milad ke-83 UII tahun ini menjadi penting untuk mensyukuri masa lalu, menjalani masa kini dan optimis akan masa depan. Di bawah kepemimpinan saya selama 8 tahun, banyak capaian yang diraih,” kata Prof Fathul Wahid dalam acara media gathering UII di Swasana by Temata Jalan Kaliurang Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa 13 Januari 2026.

Baca juga:

Pada kesempatan itu, Rektor UII Prof Fathul Wahid yang didampingi Prof Dr Jaka Nugraha S.Si MSi (Wakil Rektor didang Pengembangan Akademik & Riset UII), Prof Dr Zaenal Arifin MSi (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya & Pengembangan Karier UII), Dr Drs Rohidin SH M.Ag (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII) dan Ir Wiryono Raharjo M.Arch PhD (Wakil Rektor Bidang Kemitraan & Kewirausahaan UII) serta Dr Asmuni, Dekan FIAI UII yang juga Ketua Panitia Milad ke-83 UII, mengungkapkan sejumlah capaian selama 8 tahun kepemimpinannya.

Selama 8 tahun kepemimpinannya, UII fokus pada upaya menambah program studi (Prodi) pada jenjang magister, doktor, profesi dan spesialis, sedangkan program sarjana dibatasi atau selektif Kebijakan ini ibarat membangun UII tumbuh ke atas, bukan ke samping. Sehingga sampai saat ini UII memiliki 64 program studi.

selama sewindu ini jajaranya sudah melahirkan sebanyak 20 Prodi baru di berbagai fakultas yang dimana hanya tiga Prodi yang dikhususkan pada pendidikan sarjana. Sedangkan sisanya difokuskan pada pendidikan jenjang magister, spesialis, dan doktor.

“Sepanjang 2025, ada lima Prodi baru yang sudah mendapatkan surat keputusan dari pusat dan 3 prodi sudah melalui proses assessment lapangan (visitasi). Sehingga pada hari ini total jumlah Prodi di UII sebanyak 64,” kata Prof Fathul Wahid.

Selain itu, UII tetap menjaga komitmen untuk mengabdi kepada publik lewat berbagai kegiatam, termasuk lewat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selama tahun 2025, UII menerjunkan 4.200 mahasiswa di 5 kabupaten/kota dengan sebaran 400 dusun. Selama KKN, UII mendampingi desa hingga mandiri.

“KKN UII mengusung konsep pendampingan berkelanjutan. Artinya, KKN dijalankan mahasiswa secara berkelanjutan sampai desa yang menjadi sasaran KKN benar-benar mandiri,” kata Fathul Wahid.

Rektor UII Fathul Wahid (tengah) didampingi para Wakil Rektor, Sekretaris Eksekutif UII dan Ketua Panitia Milad ke-83 UII Dr Asmuni (paling kanan) pada acara media gathering UII, Selasa 13 Januari 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Selain itu, UII juga memiliki kepedulian sosial dengan memberikan beasiswa kepada 1.200 mahasiswa UII dengan total dana beasiswa sebesar Rp32 miliar. Ini menjadi gambaran baha UII bukan hanya milik mereka yang memiliki materi tapi juga untuk semua lapisan.

Sejak terpilih sebagai Rektor UII 2018 hingga dua periode, banyak hal yang dilakukan dan dicapai bersama dekan berbagai fakultas. Ini semua diharapkan akan menjadi pondasi bagi pemimpin UII di masa depan.

Sementara Dr Asmuni, Ketua Panitia Milad ke-83 UII, mengatakan, kegiatan yang dilakukan sepanjang tahun ini bakal dijabarkan dalam penghayatan dan pengembangan nilai-nilai keilmuan. “Kami telah menyusun tiga kaki utama yang bakal menjadi pondasi utama dalam berbagai kegiatan akademik maupun kebudayaan yang berlangsung selama Milad,” tutur Asmuni.

Kaki pertama yaitu pengembangan ilmu pengetahuan yang merupakan pengejawantahan pada berbagai nilai yang ditinggalkan para pendiri UII. Kemudian kaki kedua adalah memodernkan keilmuan sesuai dengan konteks yang dihadapi saat ini atau disebutnya sikap kritis pada kondisi sekarang.

Kaki ketiga atau terakhir adalah mendorong ilmu pengetahuan tetap menempatkan kemanusiaan sebagai fokus sehingga tercipta optimis menghadapi masa depan. (phj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *