Nepotisme Penghasil Badut-badut Negara

Oleh: Saiful Huda Ems

beritabernas.com – Saya paling benci dengan situasi seperti politik hari-hari ini. Rakyat dan Polisi dibentur-benturkan di jalanan terus menerus, sedangkan penguasa di istana sendiri malah asyik merampok dan bagi-bagi jabatan.

Publik harus tahu, baru di era Jokowi, demonstrasi terus menerus terjadi tiada henti di Ibu Kota dan di berbagai daerah. Rakyat dibentur-benturkan terus menerus, seakan-akan tiada akhir. Kadang hari ini kita jadi teman, kadang esok kita jadi lawan dan mayoritas persoalan bukan dengan siapa-siapa melainkan semuanya berawal dari Presiden Jokowi.

Pelaksanaan penyaluran Bansos oleh Mensos Bu Risma disabotase oleh Presiden Jokowi. Bu Risma hanya dipaksa untuk tahu yang Rp 87 triliun saja, yang kemudian Bu Risma salurkan sendiri pada rakyat. Sedangkan yang Rp 400 triliun ia sama sekali tidak tauh dan seakan tidak boleh tahu, digunakan untuk apa dan oleh siapa.

Saiful Huda Ems (SHE), Lawyer dan Pemerhati Politik. Foto: Dok pribadi

Oleh Presiden Jokowikah? Oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartartokah? Oleh Mendag Zukifli Hasankah? Atau oleh menteri-menteri penjilat Jokowi yang lainnya?! Entahlah…

Pemilu 2024 juga sudah dipastikan penuh dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif, dan sangat tidak mungkin warga negara biasa mampu melakukan hal seperti itu, kecuali oleh mereka yang memiliki kekuasaan.

Itulah alasan, mengapa tim hukum Anies-Muhaimin dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD menggugat ke MK, serta meminta Cawapres Nomor 2 didiskualifikasi. Komite HAM PBB dan media-media di luar negeri juga turut menyorot dan mempertanyakan soal kecurangan-kecurangan Pemilu 2024 di negeri ini, lalu masihkah Jokowi berlagak sebagai Presiden yang demokratis dan bijaksana?

BACA JUGA:

Revolusi mental terpental-pental karena banyaknya manipulasi struktural yang tanpa malu-malu dipertontonkan oleh rezim Jokowi sendiri. Target Indonesia Emas 2045 seperti yang dikatakan oleh banyak orang, ternyata hanya memunculkan Emas Jokowi, Emas Usman, Emas Gibran, Emas Bobby, Emas Kaesang dan lain-lain.

Merekalah badut-badut negara penyongsong 2045, maka jangan heran jika ada tokoh lokal, politisi pemula yang tidak memiliki track record perjuangan nasional apapun dan yang hanya bermodalkan jadi menantu Presiden, kemudian dianugerahi sebagai Tokoh Nasional! Gila… (Saiful Huda Ems (SHE), Lawyer dan pengamat politik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *