beritabernas.com – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kota Yogyakarta melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Ekoteologi di Musholla At-Taubah dan sekitarnya di RT 01, RW 05 Jlagran, Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen Kota Yogyakarta, Rabu 11 Pebruari 2026.
Penyuluh Agama Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha yang tergabung dalam IPARI Kota Yogyakarta beserta warga sekitar serentak melaksanakan kerja bakti membersihkan luar dan dalam Musholla, merapihkan taman, membagi bibit tanaman buah-buahan serta membagi bingkisan sembako dan pakaian layak pakai bagi warga sekitar yang sangat membutuhkan.
Baca juga:
- Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja: Penyuluh Agama Harus Membangun Semangat Toleransi dan Keadilan
- Penyuluh Agama Katolik dan Budha Ikuti Diskusi Tragedi Kemanusiaan Perdagangan Orang di Institut DIAN/Interfidei
Mengawali kegiatan bakti sosial ekoteologi, para penyuluh, perwakilan pemerintah setempat dan warga sekitar secara bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IPARI.
Ketua PD IPARI Kota Yogyakarta Eko Agus Wibowo, S. Sos. I menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh PD IPARI Kota Yogyakarta sebagai wujud nyata dukungan kami terhadap Asta Protas Kementerian Agama. Selain itu, agenda hari ini adalah manifestasi komitmen para penyuluh agama untuk membangun semangat berbagi tanpa sekat perbedaan, memperkuat moderasi beragama melalui aksi gotong royong lintas iman dan menanamkan nilai ekoteologi, yakni kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah kepada Sang Pencipta.

Bentuk Kegiatannya berupa aksi bersih-bersih area utama Musholla At-Taubah dan lingkungan sekitarnya, Kemudian, pelestarian lingkungan dengan penanaman pohon dan penataan taman di wilayah RT 01 sebagai upaya penghijauan kota. Selain itu, sosialisasi ekoteologi dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dari perspektif berbagai agama.
Selain itu, pemberian bantuan peralatan kebersihan, pakain pantas pakai dan paket sembako. Terkait partisipan dan sumber dana, kegiatan ini menjadi istimewa karena diikuti oleh seluruh penyuluh agama dari berbagai lintas iman. Hal ini menunjukkan bahwa dalam urusan kemanusiaan dan lingkungan, kita adalah satu.
Menyangkut pendanaan, seluruh biaya kegiatan bersumber dari iuran sukarela para Penyuluh Agama Kota Yogyakarta serta dukungan dari para donatur yang tidak mengikat. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta (beserta H Moh Tahrir SE MM) atas arahan dan dukungannya.
Selain itu, kepada Pengurus RT dan Takmir Musholla At-Taubah dan warga Jlagran yang telah menerima penyuluh dengan tangan terbuka dan kepada rekan-rekan Penyuluh yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan materi.

Lurah Pringgokusuman menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam hal ini diwakili PD IPARI Kota Jogja untuk hadir membersamai dan membangun pemahaman ekoteologi dan kegiatan lainnya bagi masyarakat kami di wilayah ini. “Jika kegiatan ini dilaksanakan hari Jumat pasti banyak bergabung ke acara yang baik ini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta sekaligus membuka acara tersebut yang diwakili Plt Kasubag TU Kankemenag Kota Yogyakarta H Moh Tahrir SE MM. Moh Tahrir menyampaikan bahwa IPARI hadir sebagai perwujudan dari nilai toleransi dan moderasi beragama di tengah kemajemukan masyarakat.
Ia pun mengajak untuk menjaga keberagaman yang mendukung persatuan dalam suasana kasih persaudaraan. Kegiatan ini merupaka bagian dari Asta Protas Kementerian Agama. Selanjutnya secara simbolik Moh Tahrir bersama Lurah Pringgokusuman dan ketua PD IPARI Kota Jogja menyerahkan peralatan kebersihan, bibit pohon buah-buahan, paket sembako dan paket pakaian layak pakai ke perwakilan warga, lalu foto bersama dan dilanjutkan bakti sosial bersama warga sekitar di wilayah tersebut. (Edelbertus Jara)
There is no ads to display, Please add some