beritabernas.com – Sejak berdiri di Korea Selatan 14 Maret 1984 hingga saat ini, perkembangan Shincheonji (Langit Baru Bumi Baru) di dunia termasuk di Indonesia, sangat pesat. Hal ini tampak dari jumlah peserta yang mengikuti pendidikan Alkitab maupun lembaga atau gereja yang bekerja sama/ bermitra dengan Shincheonji terus meningkat setiap tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Alkitab yang diadakan Shincheonji mulai tingkat dasar hingga pendidikan tinggi tersebut bisa diterima dengan baik. Selain menjalankan pendidikan Alkitab yang menjadi fokus kegitan, Shinchenji juga melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan di berbagai tempat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Kennia Ayu Saputri, Kepala Departemen Publikasi Shincheonji, kepada wartawan di Resto Racikan & Kopi Ponti Jalan Melati Wetan Baciro, Kota Yogyakarta, Kamis 6 Agustus 2026, mengungkapkan, pada awal berdiri 14 Maret 1984 di Korea Selatan, anggota Shincheonji hanya 100 orang. Namun hingga tahun 2023 sudah mencapai 300 ribu anggota yang tersebar dari Benua Afrika, Amerika, Asia termasuk di Indonesia dan Filipina, Australia.

Perkembangan Shincheonji yang demikian pesat, menurut Kennia, terjadi selain karena pendidikan Alkitab melalui Zion Christian Mission Center-lembaga teologinya Shincheonji-dilakukan secara gratis dan online, juga kurikulumnya sangat bagus dan menatik minat orang untuk belajar.
“Zion Christian Mission Center merupakan bagian terpenting dari Shincheonji sebagai tempat pembelajaran Alkitab gratis alias tanpa dipungut biaya,” kata Kennia.
Materi pendidikan yang disampaikan Zion Christian Mission Center mulai dari tingkat dasar Alkitab atau basic Bible. Pada tingkat ini, peserta belajar tentang perumpamaan-perumpamaan. Kemudian pada medium level atau tingkat menengah setingkat SMP materi belajar tentang sejarah. Sementara pada level advanced atau level akhir belajar tentang Wahyu.
Baca juga:
- Tinggi, Minat Masyarakat Mengikuti Pengajaran Firman Oleh Yayasan Bait Suci Kemah Kesaksian
- Program Srawung Orang Muda Lintas Iman, Cara KAS Merawat Persaudaraan
Kenapa Wahyu harus terakhir dan tidak di depan? Menurut Kennia, di dalam kitab Wahyu banyak sekali perumpamaan dan dipelajari lebih awal/di depan. Jadi kalau belum belajar vocabulary-nya, maka kita tidak akan bisa membaca atau mengerti kitab Wahyu.
“Ini semuanya gratis diselenggarakan onsite maupun online. Kenapa kami memberikan kelas online, karena setiap negara beda-beda topografinya dan secara geografis ada yang lokasinya berdekatan, ada yang terpisah danau, mungkin terpisah pulau-pulau. Kita bersyukur teknologi sudah maju, sehingga belajar tidak terbatas pada onsite tapi juga online,” kata Kennia.
Menurut Kennia, setelah lulus mereka diwisuda dengan jumlah wisudawan dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada saat wisuda pertama tahun 1991 hanya 86 orang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, banyak peminat yang mengikuti pendidikan Alkitab, maka pada tahun 2024, jumlah wisudawan mencapai 111 ribu dari seluruh dunia.
“Saudara bayangkan, 111 ribu wisudawan itu kalau ditaruh di ballroom hotel enggak cukup. Penuh. Maka Shincheonji selalu mengadakan wisuda di tempat-tempat yang terbuka, yang luas, karena partisipan atau wisudawan tidak hanya 100 atau 200 orang, tapi ratusan ribu yang berasal dari berbagai negara,” kata Kennia.

Selain pendidikan, ​Shincheonji juga secara aktif memberikan seminar terbuka untuk masyarakat, pendeta dan untuk orang umum atau untuk mahasiswa-mahasiswa teologia. Seminar ini bersifat gratis, tidak dipungut biaya. Dan seminar-seminar ini tidak hanya dilakukan di Korea, tapi juga di luar negeri. Materi seminar tentang Alkitab, khususnya kitab Wahyu.
Sementara Aura Kim, tamu dari Shincheonji Global, mengatakan, meski tahun 2020 Gereja Yesus Shincheonji sempat diisukan sebagai penyebar virus Corona namun perkembangan Shincheonji di seluruh dunia hingga sekarang tetap meningkat. Karena isu tersebut memang hoaks alias berita bohong.
Salah satu bukti paling nyata ketika wisuda lulusan pendidikan Alkitab Shincheonji yang mencapai 111 ribu pada tahun 2024 dan mereka berasal dari seluruh dunia. “Apakah anda pernah mendengar ada perguruan tinggi yang mampu mewisuda lulusan sebanyak itu dalam satu tahun? Saya yakin tidak ada,” kata Aura Kim yang fasih berbahasa Indonesia. Menurut Aura Kim, pendiri Shincheonji adalah seorang petani. (phj)
There is no ads to display, Please add some