Program Kartu Prakerja, Solusi Mendapatkan Skill dan Modal Usaha

beritabernas.com – Program kartu Prakerja yang diadakan pemerintah selama ini menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran. Melalui program kartu Prakerja, penerima mendapatkan pelatihan ketrampilan atau skill sesuai kebutuhan atau yang diminati sebagai bekal bekerja di dunia industri atau menjadi wiraswasta.

Program kartu Prakerja yang merupakan salah satu janji kampanye periode kedua Presiden Joko Widodo pada 24 Pebruari 2019 dan mulai direalisasikan pertama kali pada 11 April 2020 itu pun sangat diminati kaum muda.

Ini terbukti, sejak gelombang pertama dibuka 11 April 2020 hingga 31 Desember 2022 tercatat sudah ada 16,4 juta penerima kartu Prakerja dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp 59 triliun.

Menurut Samsu Sampena, Direktur Teknologi Manajemen Pelaksana Program Kartu (MMPK) Prakerja, dalam kuliah umum di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Jumat 3 Pebruari 2023, program kartu Prakerja menjadi solusi bagi mereka yang mau mencari kerja tapi tidak punya skill/keahlian atau mau membuka usaha tapi tidak punya modal atau tidak punya pengalaman.

Dikatakan, di era digital seperti sekarang peluang karir terbuka luas tanpa hambatan. Untuk menangkap peluang tersebut yang dibutuhkan adalah kreatifitas, independen dan disiplin.

Dedi Noor Cahyanto, Chief of Staff Manajemen Pelaksana Program Kartu (MPPK) Prakerja. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

“Banyak sekali alternatif sumber meningkatkan pendapatan untuk para Millennial dan Gen-Z di era
dunia digital, khususnya disebut gig economy (pekerja lepas), yang penting kreatif dan disiplin,” kata Samsu Sampena di hadapan ratusan mahasiswaUII itu.

Dalam kuliah umum hasil kerja sama Manajemen Pelaksana Program Kartu (MMPK) Prakerja dengan UII itu, Samsu Sampena mengatakan bahwa hingga saat ini ada 186 lembaga pelatihan dengan 1.224 program pelatihan dalam program kartu Prakerja.

Program ini menjadi jembatan antara industri yang membutuhkan tenaga trampil/keahlian tertentu dengan pencari kerja. “Ada industri-industri yang butuh tenaga marketing, administrasi, akuntansi, desain
sampai IT dan lembaga pelatihan dengan berbagai program pelatihan mampu meningkatkan kompetensi
angkatan kerja lewat pelatihan vokasi,” kata Samsu.

Wakil Rektor bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII Prof Dr Jaka Nugraha S.Si MSi. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Sementara Dedi Noor Cahyanto, Chief of Staff Manajemen Pelaksana Program Kartu (MPPK) Prakerja mengatakan, riset BPS tahun 2019 angkatan kerja Indonesia mencapai 145 juta. Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya mampu melatih 800 ribu orang per tahun, sementara tiap tahun bertambah 2 juta angkatan kerja.

Dengan demikian, menurut Noor Cahyanto, sampai dunia kiamat pemerintah tak akan mampu melatih semua 145 angkatan. Karena itu, program kartu Prakerja menjadi solusi karena pemerintah bekerjasama dengan swasta untuk menyelenggarakan pelatihan.

Noor Cahyanto yang merupakan alumni Jurusan Akuntansi UII pun berterima kasih kepada UII yang bersedia bekerjasama dengan MMPK Prakerja untuk menyelenggarakan pelatihan ketrampilan bagi mahasiswa. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *