Luar Biasa Tinggi, Antusiasme Umat Katolik Mengikuti Ziarah dengan Jalan Kaki dari Tugu Jogja ke Sendangsono

beritabernas.com – Antusiasme umat Katolik dari berbagai kota di Indonesia untuk mengikuti ziarah dengan jalan kaki dari Tugu Jogja ke Gua Maria Lourdes Sendangsono Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon/Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY.

Ini terbukti sejak awal kegiatan ziarah dengan jalan kaki atau mlampah ziarah dari Tugu Jogja sampai Sendangsono yang lebih dikenal dengan Walking Marathon de Sendangsono (WMSS) pada 27 Juli 2025 hingga WMSS#6 pada 14 Desember 2025, jumlah peserta selalu memenuhi kuota yang ditetapkan bahkan lebih.

Baca juga:

Bahkan untuk WMSS keenam yang akan dilaksanakan pada Minggu 14 Desember 2025, jumlah peserta yang berminat jauh melampaui kuota 350 peserta yang ditetapkan. “Kurang dari 48 jam, kuota 350 peserta ziarah WMSS #6 untuk 14 Desember 2025 terpenuhi,” kata Roni Romel, Ketua Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ), ketika dihubungi beritabernas.com, Rabu 26 November 2025 sore.

Menurut Roni Romel yang juga inisiator sekaligus pendiri Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) bersama AM Kuncoro, Anastasia Meilani dan Stevanus Hening, ada beberapa alasan tingginya antusiasme umat Katolik, terutama yang menjadi anggota KMZ, untuk mengikuti WMSS keenam pada 14 Desember 2025.

Pertama, jumlah anggota komunitas yang ada di grup whatsapp (WA) sekarang sudah mencapai 1.600-an orang; kedua, pelaksanaan WMSS#6 pada Minggu 14 Desember 2025 bertepatan dengan hari ulang tahun ke-96 Gua Maria Lourdes Sendangsono; ketiga, bertepatan dengan masa Adven & awal libur Natal 2025; keempat, cerita alumni WMSS yang tersebar di seluruh media sosial, baik pribadi maupun media pemberitaan lainnya. Kelima, di masa-masa akhir Tahun Yubelium dan ziarah porta sancta; dan keenam, mulai memasuki masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Sebagian peserta WMSS#5, Minggu 16 November 2025. Foto: Dok KMZ

“Antusias yang sangat luar biasa ini menyebabkan banyak anggota komunitas yang sangat ingin bergabung dengan ziarah WMSS awalnya kecewa, karena tidak kebagian slot pendaftaran. Namun panitia tidak tinggal diam. Anggota komunitas yang sudah terlanjur menyiapkan surat sehat & melaporkan hal tersebut kepada panitia tetap diberikan nomor peserta ziarah & berhak mengikuti WMSS,” kata Roni Romel.

WMSS#6 catat rekor

Dari catatan beritabernas.com, pelaksanaan Walking Marathon de Sendangsono keenam (WMSS#6) pada 14 Desember 2025 mencatat beberapa rekor. Pertama, jumlah peserta paling banyak yakni 350 orang dibanding WMSS#1 hingga WMSS#5.

Pada WMSS#1 yang dilaksanakan pada 27 Juli 2025 diikuti 48 peserta, kemudian WMSS#2 pada 24 Agustus 2025 jumlah peserta meningkat 3 kali lipat mencapai 150 orang, lalu WMSS#3 pada 28 September 2025 diikuti 174 peserta sesuai kuota atau naik tipis. Kemudian kegiatan WMSS#4 pada 26 Oktober 2025 jumlah peserta meningkat hampir dua kali lipat menjadi 300 orang dan pada WMSS#5 tanggal 16 November 2025 kuota ditetapkan sebanyak 200 orang dan terpenuhi.

Kedua, pemenuhan kuota 350 orang WMSS#6 paling cepat yakni kurang dari 24 jam. Penyelenggara atau panitia membuka pendaftaran peserta WMSS#6 pada Senin 24 November 2025 pukul 12.48 wib, namun pada Rabu 26 November 2025 pukul 10.51 atau kurang dari 24 jam pendaftaran dinyatakan ditutup karena kuota 350 peserta sudah terpenuhi.

Para pendiri KMZ (dari kiri ke kanan): Stevanus Hening SN (anggota), Anastasia Meilani (admin), Roni Romel (ketua) dan AM Kuncoro (Sekjen). Foto: Dok KMZ

Sejumlah anggota KMZ yang belum sempat mendaftar, baik yang belum memiliki surat keterangan sehat maupun yang sudah memiliki, meminta panita agar kuota ditambah. Namun, panitia tetap bersih kukuh tidak menambah kuota dengan sejumlah alasan yang sangat masuk akal. Yakni kuota ditetapkan berdasarkan jumlah relawan yang tersedia, siap mengawal dan mengawasi seluruh peserta agar aman dan nyaman sejak awal sampai akhir perjalanan ziarah.

Bila kuota bertambah maka konsekwensinya jumlah relawan juga harus bertambah tapi ternyata jumlah relawan yang siap sangat terbatas sehingga tidak bisa ditambah. Sejumlah peserta pun memahami alasan pembatasan kuota meski ada pula yang kecewa karena benar-benar ingin mengikuti WMSS#6.

“Masih ada WMSS#7 pada 17 Januari 2026 dan setursnya. Kami berusaha mengadakan WMSS setiap bulan sampai tahun 2029 bertepatan dengan ulang tahun 1 abad atau 100 tahun Gua Maria Lourdes Sendangsono,” kata Roni Romel. (phj)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *