beritabernas.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bekerja sama dengan Program Profesi Arsitek FTSP UII membangun Perumahan dan Permukiman Layak Huni di RT 18/ RW 04 Kampung Lampion, Kelurahan Kotabaru, Kota Yogyakarta.
Pembangunan perumahan dan permukimam layak huni tahap pertama yang dimulai pada tahun 2025 sudah selesai, masing-masing 4 unit rumah warga dibangun melalui Program Roof Over Our Head (ROOH) dan 6 unit rumah yang dibangun Pemerintah Kota Yogyakarta melalui APBD Tahun Anggaran 2025. Ke-10 uni rumah tersebut diresmikan pada Senin 9 Pebruari 2026 dengan penyerahan kunci rumah kepada masing-masing penghuni/pemilik rumah.
Drs Soegiarto, Ketua Pelaksana LPMK Kelurahan Kotabaru, Kota Yogyakarta dalam laporannya, mengatakan, pembangunan 10 unit rumah layak huni tersebut dibiayai APBD Kota Yogyakarta sebesar Rp 1 miliar dan dari The Society for the Promotion of Area Resource Centers (SPARC) India melalui UII sebesar Rp 580 juta sehingga total biaya sebesar Rp 1,580 miliar. Luas lantai untuk kluster yang dibiayai APBD Kota Yogyakarta 171 meter persegi dan kluster yang dibiayai SPARC India melalui UII sleuas 170 meter persegi.

Menurut Soegiarto, sebagai pelaksana pembangungan perumahan tersebut, pihaknya mengedepankan roh dari LPMK yakni dibangun oleh, dari dan untuk warga sehingga hasilnya optimal. Hal ini sesuai harapan Walikota Yogyakarta yang lebih menekankan pada swakola. “Kami berprinsip, selama itu untuk kepentingan warga maka kami kerjakan dengan optimal,” kata Soegiarto.
Eko Husni, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta yang mewakili Walikota Hasto Wardoyo, dalam acara syukuran selesainya pembangunan rumah layak huni tersebut, mengatakan, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Walikota Wawan Harmawan sangat konsen untuk memperbaiki kualias hidup masyarakat melalui rumah-rumah yang sehat dan layak ini.
Baca juga:
- Pemkot Yogyakarta Mencanangkan Kampung Panca Tertib untuk Sagan dan Resonegaran
- Transformasi Yogyakarta Menjadi Smart Region Sangat Penting Tanpa Meninggalkan Akar Budaya
- Pimpin Penanaman Pohon, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Ubah Wajah Depo Jadi Bersih
Hal ini terbukti setiap minggu, Walikota Yogyakarta keliling ke penjuru Kota Yogyakarta dan memilih dua wilayah untuk bedah rumah dengan dana non APBD atau melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama, seperti UII. Sejak dilantik hingga sekarang hal itu secara konsisten dilakukan Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo untuk mewujudkan satu pemukiman warga yang dapat meningkatkan taraf hidup warga yang terjamah.
“Apa yang dilakukan dengan UII dengan membangun 10 unit rumah layak huni ini merupakan langkah awal yang baik dan diharapkan dapat berlanjut. Ini ibadah kita bersama dan Insya Allah ini bisa kita lanjutkan bersama,” kata Eko Husni seraya mengatakan bahwa tokoh-tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kotabaru dapat dipercaya untuk mengelola dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di bantaran sungai sehingga tanpa Inspektorat pun pembangunan dapat berjalan dengan baik karena dengan segala transparansi mereka sudah teruji.

Eko Husni mengatakan tanpa kolaborasi dengan pihak lain, termasuk dengan UII, Pemkot Yogyakarta tidak bisa apa-apa katena keterbatasan APBD. “Kalau untuk menjamah pembangunan Kota Yogyakarta secara ideal, APBD Kota Yogyakarta sangat mustahil karena APBD sangat terbatas,” kata Eko Husni.
Sementara Prof Dr Ing.Ir Ilya Fadjar Maharika MA, Dekan FTSP, mengatakan, UII dipercaya sebuah yayasan dari India bernama SPARC yang mengurusi peningkatan kualitas perumahan dan permukiman di hampir seluruh dunia atau 3 benua yakni Amerika, Asia dan Afrika. Yayasan tersebut memberi hibah dengan harapan muncunya inisiatif lokal untuk membangun perumahan dan permukiman yang layak huni.
Pembangunan perumahan dan permukiman layak huni di Kampung Lampion Kotabaru ini merupakan salah satu laboratorium hidup bagi mahasiswa Arsitektur FTSP UII untuk bekerja secara langsung bersama masyarakat agar mendapatkan pengetahuan sebagai bekal bagi mereka setelah lulus. Ia pun berharap program seperti ini bisa berlanjut.

Dalam pembangunan 10 unit rumah tersebut, Arsitektur FTSP menyediakan desain kolaboratif melalui Advokasi Desain dan penganggaran konstruksi unit rumah melalui Program Roof Over Our Head (ROOH) yang didukung oleh The Society for the Promotion of Area Resource Centers (SPARC) India dengan total dana Rp 580 juta.
Untuk memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi warga yang menempati lahan Sultan
Ground tersebut, akan diterbitkan surat kekancingan sebagai bentuk legalitas atas status kepemilikan dan
hak bermukim di lokasi tersebut.
Peresmian 10 unit rumah tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan kunci rumah kepada masing-masing penghuni/ pemilik rumah, dilanjutkan dengan peninjauan ke setiap unit rumah. (phj)
There is no ads to display, Please add some