beritabernas.com – Untuk kedua kalinya, Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ melakukan kegiatan mlampah ziarah atau ziarah dengan berjalan kaki ke Gua Maria Bunda Penolong Abadi di Dusun Pojok V, Kelurahan Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, DIY pada Minggu 1 Maret 2026.
Pilihan mlampah ziarah ke Gua Maria Bunda Penolong Abadi yang berada di Dusun Pojok V, Keluhan Sendangagung, Kecamatan Minggir ini dilakukan anggota KMZ karena tempatnya sejuk di bawah pepohonan bambu dan di tepi sungai dengan air yang melimpah, suasananya tenang dan nyaman untuk berdoa Rosario.
Baca juga:
- Umat Katolik Sangat Antusias Mengikuti Mlampah Ziarah Gereja Babadan-Cangkringan
- Gua Maria Bunda Gereja Jurang Metes, Salah Satu Tujuan Favorit Komunitas Mlampah Ziarah
Pada Minggu 1 Maret 2026, sebanyak 50 anggota KMZ dari total 2.400 lebih anggota Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) yang tersebar di seluruh Indonesia, melakukan kegiatan mlampah ziarah Gua Maria Bunda Penolong Abadi di Dusun Pojok V. Seperti dilakukan di tempat-tempat ziarah lainnya di DIY, 50 anggota KMZ asal DIY ini juga melakukan ziarah jalan kaki ke Gua Maria Bunda Penolong Abadi di Dusun Pojok V dengan start dari Tugu Jogja pukul 05.00 WIB tepat.

Dengan jarak sekitar 22 kilometer dari Tugu Jogja, para peserta menikmati perjalanan ziarah dengan penuh sukacita disertai canda tawa sambil sesekali berforia dan video di spot-spot indah dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu serta hamparan sawah yang membentang luas.
“Wah apik tenan pemandangane,” komentar Nindia, salah satu peserta mlampah ziarah ke Gua Maria Bunda Penolong Abadi di Dusun Pojok V, Minggu 1 Maret 2026.
Setelah menempuh perjalanan ziarah yang cukup jauh hampir mendekati jarak ke Gua Maria Lourdes Sendangsono, para peziarah tiba di Gua Maria Bunda Penolong Abadi Pojok V dengan selamat. Setelah istirahat untuk makan siang, para peziarah pun mengikuti doa Rosario bersama dalam suasana tenang dan hening yang dipimpin Nindia dan Selly.

Dalam catatan pengelola yang diperoleh beritabernas.com, Minggu 1 Maret 2026, disebutkan bahwa Gua Maria Bunda Penolong Abadi merupakan tempat ziarah baru yang terletak di Dusun Pojok V, kelurahan Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, DIY. Gua Maria Bunda Penolong Abadi berada di wilayah penggembalaan Stasi Yohanes Chrisostomus Pojok, Paroki Klepu, Kevikepan Jogja Barat, Keuskupan Agung Semarang.
Pembangunan Gua Maria Bunda Penolong Abadi
Gua Maria Bunda Penolong Abadi didirikan di atas tanah keluarga milik Simon Ginokariyo seluas 1.045 meter persegi. Pembangunan tahap pertama dimulai pada 1 Juli 2013 dan selesai pada 30 April 2014. Pembangunan tahap pertama meliputi pemerataan tanah, pembuatan tanggul/terasering, pembangunan jalan dan pembanguan gua sebagai tempat pentahtaan Patung Bunda Maria.
Dengan seijin Pastor Kepala Paroki Klepu Romo Mudi Susanto Pr dan dukungan Dewan Stasi Pojok, Gua Maria ini diresmikan oleh Romor Ignatius Hartanto Pr, Pastor Rekan Paroki Klepu pada 1 Mei 2014.

Sementara pemberian nama Bunda Penolong Abadi untuk Gua Maria ini pada saat peresmian 1 Mei 2014 dimaknai bahwa Bunda Maria adalah figur seorang ibu yang penuh welas asih (belas kasih), seorang ibu yang selalu menolong setiap orang yang percaya dan mau datang kepadanya dalam segala pergumulan hidup.
Letih lesu, berbeban berat baik secara fisik, non fisik, pergumulan hidup yang sulit terpecahkan, segala penderitaan atau sakit penyakit yang dialami dan belum memperoleh kesembuhan, Bunda Maria akan memberikan pertolongan.
Doa, harapan, iman yang kuat dan penuh keyakinan melalui perantaraan Bunda Maria akan dihantarkan ke Tuhan Yesus, Putranya, yang pasti tidak akan menolaknya. Bunda Maria akan selalu menolong setiap doa yang diungkapkan dengan tulus ikhlas dan dan penuh iman. Pertolongannya tidak pernah terhenti dan tetap abadi. (phj)
There is no ads to display, Please add some