PBI UII Dorong Dosen Aktif Menulis Opini di Media untuk Memperkuat Branding di Era Digital

beritabernas.com – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Digital Inovatif), Fakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) UII mendorong para dosen dan pengelola prodi untuk lebih aktif membangun media relations sekaligus menulis opini di media massa. Hal ini dimaksudkan unuk memperkuat branding di era digital di tengah ketatnya persaingan pendidikan tinggi dan derasnya arus informasi digital.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui workshop Strategi Media Relations untuk Penguatan Branding Program Studi yang digelar di Ruang Microteaching PBI, Kampus Terpadu UII, Selasa 21 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Prof Dr Subhan Afifi MSi, Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Komunikasi UII sekaligus Pemimpin Redaksi UII News.

Pada kesempatan itu, Prof Subhan menegaskan bahwa di era dominasi media sosial, peran media massa arus utama, baik cetak, elektronik maupun daring/online, tetap strategis dalam membentuk persepsi publik.

Baca juga:

“Keunggulan akademik tidak cukup hanya dimiliki, tetapi harus dikomunikasikan secara efektif kepada publik melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media massa. Hubungan yang kuat dengan media menjadi bagian penting dalam strategi public relations perguruan tinggi, terutama untuk memperkuat tingkat kepercayaan publik terhadap program studi,” kata Prof Subhan.

Dikatakan, ekuitas merek dibangun melalui lima komponen utama, yakni identitas merek, asosiasi merek, kesadaran publik, persepsi kualitas dan loyalitas. “Semua itu dapat diperkuat melalui komunikasi pemasaran yang konsisten dan terintegrasi, termasuk lewat media relations dan publikasi di media,” kata Prof Subhan.

Subhan juga menekankan pentingnya prodi secara aktif menyediakan informasi yang memiliki nilai berita bagi media, seperti melalui press release dan membangun relasi yang berkelanjutan dengan jurnalis. Selain itu, ia mendorong para dosen dan mahasiswa untuk lebih produktif menulis opini di media massa.

“Program studi harus hadir sebagai rujukan utama melalui tulisan-tulisan kritis dan solutif. Ini bukan hanya kontribusi intelektual, tetapi juga bagian dari upaya mendekatkan warga kampus dengan permasalahan riil yang dihadapi publik,” ujar Prof Subhan.

Prof Subhan Afifi (kanan) saat tampil sebagai pemateri dalam workshop, Selasa 21 April 2026. Foto: Humas UII

Ketua Program Studi PBI UII Puji Rahayu SPd MLST PhD mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen prodi dalam memperluas dampak keilmuan di masyarakat.

“PBI UII berkomitmen untuk lebih menebarkan dampak, khususnya bagi pendidikan di Indonesia. Pelatihan ini kami harapkan dapat memotivasi dosen untuk semakin asertif merespons isu-isu pendidikan dan mengabadikannya dalam tulisan,” ujar Puji Rahayu seraya menambahkan bahwa publikasi di media massa memiliki daya jangkau yang lebih luas dibandingkan publikasi akademik.

Menurut Puji Rahayu, publikasi di jurnal ilmiah memang penting dan utama, tetapi tulisan di media massa lebih berpeluang menyentuh akar rumput dan memperluas kontribusi PBI UII bagi pendidikan. Melalui penguatan kapasitas media relations dan produksi opini yang berkelanjutan, PBI UII menargetkan peningkatan visibilitas sekaligus penguatan posisi sebagai rujukan nasional pendidikan bahasa Inggris berbasis inovasi digital. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *