Kegiatan Mlampah Ziarah Kian Menyebar dan Makin Marak di Berbagai Kota di Indonesia

beritabernas.com – Kegiatan mlampah ziarah atau ziarah dengan jalan kaki ke Gua Maria atau tempat-tempat doa umat Katolik yang dirintis/ diprakarsai oleh Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) terus menyebar di berbagai kota di Indonesia.

Setelah rutin digelar setiap bulan sejak 27 Juli 2025 di Jogja, yakni dari Tugu Jogja ke Gua Maria Lourdes Sendangsono, Kalibawang, Kulonprogo, DIY yang dikenal dengan nama Walking Marathon de Sendangsono (WMSS) itu, kegiatan mlampah ziarah juga dilakukan umat Katolik di berbagai kota di Indonesia.

Peserta mlampah ziarah malang foto bersama di depan Patung Perjuangan Kota Malang. Foto: Dok KMZ Chapter Malang

Kegiatan mlampah ziarah di luar Jogja pertama kali dilaksanakan di Solo dari Stasiun Purwosari ke Gua Maria Mojosongo pada November 2025 yang diikuti sekitar 100 peserta, baik dari Solo sendiri maupun dari luar Solo seperti Jogja, Surabaya, Semarang dan lain-lain. Kemudian kegiatan yang sama dilaksanakan di Malang pada Januari 2026. Sejak itu, kegiatan mlampah ziarah di luar kota juga dilaksanakan umat Katolik di Surabaya, Jakarta, Bandung dan sebagainya.

Ketua Komunitas Malam Ziarah (KMZ) Roni Romel yang memprakarsasi WMSS bersama AM Kuncoro, Stevanus Hening dan Anastasia Meilani, mengungkapkan, semakin menyebar dan maraknya kegiatan mlampah ziarah di luar Jogja selain WMSS yang rutin digelar tiap bulan, merupakan pertanda baik.

Peserta mlampah ziarah Solo. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Selain semakin tingginya kerinduan umat untuk berdoa di Gua Maria dan tempat-tempat doa lainnya, hal ini juga menunjukkan adanya kesadaran umat Katolik untuk membudayakan kembali ziarah dengan jalan kaki seperti dilakukan pada tahun-tahun 1980-an ke bawah. Ketika itu, hampir semua umat Katolik berziarah ke Gua Maria dengan berjalan kaki, meski jaraknya cukup jauh seperti Jogja-Sendangsono yang berjarak hampir 30 kilometer.

Selain merupakan perjalanan spiritual/rohani, meenurut Roni Romel, kegiatan mlampah ziarah merupakan perjalan fisik yang melelahkan tapi sangat menyenangkan. Karena selama dalam perjalanan, peserta yang berjumlah ratusan orang setiap kegiatan WMSS dan mlampah ziarah lainnya, saling mengenal dan berbaur tanpa ada sekat-sekat apapun meski berasal dari status sosial yang berbeda.

Baca juga:

Selama dalam perjalanan, mereka bercanda, menikmati keindahan alam dan udara yang segar bahkan ada juga yang berdoa agar selalu sehat dan bisa sampai finish dengan selamat.

Jadwal padat

Sementara menjelang ulang tahun pertama KMZ pada Juli 2026, agenda atau jadwal mlampah ziarah di berbagai kota di luar Jogja sangat padat. Menurut Roni Romel, pada 26 April 2026 ada kegiatan mlampah ziarah (MZ) Bukit Kanada yang diadakan oleh MZ Jabodetabek Chapter dan MZ Mojosongo (MZ Solo Chapter).

Peserta mlampah ziarah di Jogja menikmati perjalanan dengan penuh kegembiraan. Foto: Dok KMZ

Kemudian pada 3 Mei 2026 ada MZ Karmel Lembang yang diadakan MZ Bandung Chapter, pada 17 Mei MZ Sawer Rahmat diadakan oleh MZ Cirebon Chapter, 24 Mei MZ Karmel Ngadireso Malang yang ke-4, pada 14 Juni MZ Gereja Kelsapa (MZ Surabaya Chapter) dan 16 Agustus MZ Gereja Tuka yang diadakan MZ Bali Chapter.

Jadwal MZ April-Agustus 2026:

26 April MZ Bukit Kanada (MZ Jabodetabek Chapter)

26 April MZ Mojosongo (MZ Solo Chapter)
3 Mei MZ Karmel Lembang (MZ Bandung Chapter)
17 Mei MZ Sawer Rahmat (MZ Cirebon Chapter)

24 Mei MZ Karmel Malang

30-31 Mei WMSS Special
14 Juni MZ Gereja Kelsapa (MZ Surabaya Chapter)
16 Agustus MZ Gereja Tuka (MZ Bali Chapter)

(phj)



There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *