‘Segitiga Emas’ Baru DIY: Dr Raden Stevanus Desak Integrasi Simpul Transportasi DIY

beritabernas.com – Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur DIY Dr Raden Stevanus Christian Handoko S.Kom MM melontarkan visi strategis mengenai pergeseran episentrum ekonomi Yogyakarta. Ia menyebut kawasan timur DIY yang meliputi Prambanan, Kalasan, Depok hingga Maguwoharjo bukan lagi sekadar wilayah penyangga, melainkan “Segitiga Emas” baru yang akan menentukan masa depan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Dalam rapat kerja Pansus LKPJ di Gedung DPRD DIY, Senin 20 April 2026, Dr Raden Stevanus yang merupakan politisi PSI ini menyoroti urgensi sinkronisasi kebijakan antara pembangunan infrastruktur masif dengan pengembangan kawasan yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Baca juga:

Dr Raden Stevanus menekankan bahwa wilayah timur DIY saat ini memiliki konvergensi infrastruktur yang tidak dimiliki wilayah lain: akses Tol Purwomartani, Stasiun Maguwo dan Bandara Adisutjipto. Namun, keberadaan aset-aset strategis ini bakal sia-sia jika pemerintah tidak segera mengintegrasikannya dalam satu konsep pembangunan berbasis kawasan.

“Wilayah timur ini adalah Segitiga Emas baru. Infrastruktur sudah tersedia di depan mata, tinggal bagaimana pemerintah berani mengintegrasikan pengembangannya. Kita tidak boleh membiarkan pertumbuhan ekonomi terus menumpuk di pusat kota sementara potensi raksasa di timur belum tergarap optimal,” tegas Dr Raden Stevanus.

Dikatakan, kehadiran infrastruktur yang sangat strategis akan mendorong meningkatnya kunjungan wisata ke objek wisata seperti Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sambisari, Kawasan Candi Ratu Boku pariwisata sehingga berpotensi menjadi episentrum ekonomi kreatif baru bagi DIY.

Dr Raden Stevanus pun mendesak agar LKPJ Gubernur DIY tidak hanya menjadi laporan administratif, tetapi menunjukkan langkah nyata dalam mengimplementasikan Rencana Induk Transportasi (RIT) DIY 2025–2045. Menurutnya, kunci utama dari suksesnya Segitiga Emas ini adalah menjadikan transportasi publik sebagai “backbone” atau tulang punggung konektivitas.

Pejabat eksekutif Pemda DIY saat mengikuti rapat kerja Pansus LKPJ di Gedung DPRD DIY, Senin 20 April 2026. Foto: Istimewa

Dengan akses yang sangat strategis, koridor Maguwo-Prambanan diproyeksikan menjadi wajah baru pariwisata DIY yang lebih modern dan berkelanjutan. Pemanfaatan transportasi berbasis rel, termasuk optimalisasi Kereta Bandara yang menghubungkan YIA, Stasiun Tugu, hingga Stasiun Maguwo, dinilai sebagai syarat mutlak.

“Kita berharap optimalisasi Kereta Bandara yang menghubungkan YIA, Stasiun Tugu, hingga Stasiun Maguwo dapat segera dilakukan,” kata Dr Raden Stevanus.

Ia mengatakan bahwa kita harus berani menggeser paradigma. Penguatan transportasi berbasis rel di kawasan timur ini tidak bisa ditawar. Ini jauh lebih efisien, rendah emisi, dan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus menghidupkan titik-titik ekonomi kreatif baru.

Dr Raden Stevanus juga mengingatkan bahwa pengembangan kawasan ini harus selaras dengan penataan lingkungan dan karakter wilayah, sebagaimana visi yang sering ditekankan oleh Gubernur DIY. Ia berharap pemerintah tidak lagi terjebak pada solusi jangka pendek, melainkan fokus pada pembangunan yang terintegrasi (multimoda). (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *